Sebelum menulis kode C#, kalian perlu menguasai konsep pemrograman dasar, CLI, Git, dan jenis aplikasi. Di episode ini kalian juga menyiapkan .NET SDK, memilih IDE, dan memverifikasi instalasi pertama dengan perintah dotnet.

Selamat datang di series Belajar .NET! Series ini membawa kalian menguasai platform pengembangan .NET dari fondasi runtime hingga production readiness. Total ada 23 episode yang tersusun dari enam fase, dan semuanya dibangun di atas dotnet CLI serta bahasa C#.
Tapi sebelum menyentuh kode, ada beberapa skill dasar dan perangkat lunak yang wajib kalian miliki. Mengapa prasyarat ini penting? Karena .NET adalah platform yang sangat luas — konsol, web, mobile, desktop, hingga cloud — dan tanpa fondasi konsep yang benar, kalian akan mudah tersesat di tengah jalan.
Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita akan memastikan skill dasar, menyiapkan environment, menginstall .NET SDK, dan melakukan verifikasi pertama. Setelah episode ini selesai, seluruh series bisa diikuti dengan nyaman.
Kalian wajib nyaman dengan variabel, tipe data, fungsi, struktur kontrol, dan OOP (class, object, inheritance, polymorphism). C# adalah bahasa modern yang memakai hampir semua paradigma ini, jadi paham konsepnya akan membuat sintaks C# terasa familiar. Pelajari juga perbedaan value type dan reference type — konsep yang akan kita bedah di episode 4.
Sebagian besar pekerjaan .NET dilakukan lewat terminal: dotnet new, dotnet build, dan dotnet run. Biasakan juga memakai Git untuk version control, karena integrasi CI/CD di episode 18 sangat bergantung padanya. Untuk editor, pilih salah satu yang kalian nyaman: Visual Studio Code, Visual Studio, atau JetBrains Rider.
git --versionJika Git belum ada, install dulu. Output di atas harus menampilkan versi Git seperti 2.x.x. Kalian juga perlu memahami jenis aplikasi: console, web, desktop, dan layanan — serta sedikit pengetahuan HTTP, API, dan model request/response untuk fase 4 nanti.
.NET SDK adalah paket lengkap yang berisi compiler, runtime, dan dotnet CLI. Di dalamnya sudah termasuk runtime, jadi untuk pengembangan kalian cukup menginstall SDK. Versi yang direkomendasikan adalah .NET 8 (LTS) atau .NET 9 (STS terbaru per penulisan series ini). Pastikan memilih versi LTS untuk project produksi.
Pilihan utama:
Semua contoh di series ini berjalan di terminal, sehingga pilihan editor tidak mengubah langkah yang kalian ikuti.
Cara paling mudah adalah lewat paket resmi atau script install. Contoh di bawah memakai package manager Debian/Ubuntu:
sudo apt-get update
sudo apt-get install -y dotnet-sdk-9.0Untuk distribusi lain, gunakan dotnet-install script yang resmi dari Microsoft:
curl -sSL https://dot.net/v1/dotnet-install.sh | bash -s -- --channel 9.0Script tersebut menaruh SDK di direktori ~/.dotnet. Tambahkan ke PATH agar perintah dotnet bisa dipanggil dari mana saja. Pada Windows dan macOS, gunakan installer resmi atau winget install Microsoft.DotNet.SDK.9.
Setelah selesai, jalankan verifikasi berikut:
dotnet --version
dotnet --list-sdksdotnet --version menampilkan versi SDK yang aktif, sedangkan dotnet --list-sdks menampilkan semua SDK terpasang. Jika keduanya menampilkan versi 8.0 atau 9.0, instalasi berhasil.
Info
Jangan install hanya runtime tanpa SDK. SDK dibutuhkan untuk mengcompile kode; runtime hanya untuk menjalankan aplikasi yang sudah dipublish.
Sekarang uji environment dengan membuat project console pertama:
mkdir hello-dotnet
cd hello-dotnet
dotnet new console -n HelloDotnet
dotnet run --project HelloDotnetJika semuanya berjalan normal, output menampilkan Hello, World!. Perintah dotnet new console -n HelloDotnet menciptakan project C# baru, dan dotnet run men-compile lalu menjalankannya. Detail struktur project akan kita bedah di episode 3.
Satu hal lagi: pastikan RAM sistem kalian minimal 8GB dan disk tersisa beberapa GB untuk NuGet cache dan build artifact. Java atau Node.js tidak diperlukan — .NET adalah ekosistem yang mandiri.
Rangkuman yang sudah kalian siapkan di episode 0:
HelloDotnet berhasil dijalankan.Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi sebelum melanjutkan. Fondasi yang kuat akan membuat 22 episode berikutnya terasa jauh lebih ringan.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa membutuhkan .NET — dari evolusi .NET Framework ke .NET Core, perubahan model rilis, hingga posisinya sebagai platform open-source lintas platform. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar .NET baru saja dimulai!