Sebelum menyelami Drizzle ORM, kalian perlu menguasai TypeScript dasar hingga menengah, SQL dasar (SELECT, INSERT, UPDATE, DELETE, JOIN), konsep database relational, serta menyiapkan perangkat: Node.js/Bun, database (PostgreSQL/MySQL/SQLite), Drizzle Kit CLI, dan VS Code.

Selamat datang di series Belajar Drizzle ORM! Series ini akan membawa kalian membangun database layer performa tinggi dengan Drizzle ORM — toolkit TypeScript-first yang ringan, SQL-first, dan edge-native. Total ada 21 episode yang tersusun dalam enam fase.
Sebelum masuk ke Drizzle, ada skill dasar dan perangkat yang wajib kalian siapkan. Mengapa prasyarat ini penting? Karena Drizzle ORM dibangun di atas TypeScript dan SQL — tanpa pemahaman keduanya, kalian akan kesulitan memanfaatkan fitur-fitur powerful Drizzle seperti type inference dan query builder.
Episode 0 ini adalah pijakan kalian: kita akan memastikan skill dasar terpenuhi, menyiapkan perangkat, dan memverifikasi environment.
Drizzle ORM menggunakan TypeScript secara mendalam — schema adalah TypeScript, query result otomatis typed, dan type inference adalah fitur inti. Kalian perlu memahami:
interface User {
id: number
name: string
email: string
}
type UserRole = 'admin' | 'user' | 'guest'
// Utility types
type PartialUser = Partial<User>
type RequiredUser = Required<User>Partial, Required, Pick, Omit) untuk transformasi type.Drizzle ORM adalah SQL-first ORM — querynya mirip SQL. Kalian perlu menguasai:
SELECT * FROM users WHERE age > 25;
INSERT INTO users (name, email) VALUES ('John', 'john@example.com');
UPDATE users SET name = 'Jane' WHERE id = 1;
DELETE FROM users WHERE id = 1;
SELECT u.name, p.title FROM users u INNER JOIN posts p ON u.id = p.author_id;Jika SQL di atas belum familiar, sebaiknya kuasai dulu sebelum melanjutkan.
Drizzle ORM mendukung ketiga runtime:
node --version # ≥ 20
bun --version # ≥ 1.3
deno --version # ≥ 2.0Pilih salah satu — PostgreSQL direkomendasikan untuk produksi:
| Database | Driver | Use Case |
|---|---|---|
| PostgreSQL | postgres | Production, feature lengkap |
| MySQL | mysql2 | Legacy, WordPress ecosystem |
| SQLite | better-sqlite3 | Embedded, testing, edge |
Untuk praktik, bisa pakai hosted database (Supabase, Neon, Turso) atau install lokal.
npm install -D drizzle-kitDrizzle Kit menyediakan CLI untuk migrations, introspection, dan studio.
Jalankan verifikasi menyeluruh sebelum lanjut:
node --version
npx drizzle-kit --versionPastikan Node.js ≥ 20 dan Drizzle Kit terinstall dengan benar.
Tip
Untuk episode-episode awal (0-6), SQLite in-memory sudah cukup untuk praktik. PostgreSQL baru benar-benar dibutuhkan saat kita masuk ke advanced features di episode 7 ke atas. Kalian bisa menyiapkannya bertahap.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa Drizzle ORM — dari masalah ORM tradisional (Prisma, TypeORM, Sequelize) hingga lahirnya Drizzle sebagai jawaban edge computing yang membutuhkan ORM ringan dan cepat. Sampai jumpa di episode 1!