Belajar Flannel (CNI overlay network yang ringan dan sederhana untuk Kubernetes) dari dasar hingga production-grade: pre-requisites skill & setup environment, sejarah latar belakang & mengapa membutuhkan Flannel, konsep dasar & arsitektur utama, setup & instalasi, backend VXLAN default, backend host-gw & alternatif, subnet management, traffic management iptables/nftables, integrasi dengan Kubernetes Service, konfigurasi & environment, multi-node deployment & scaling, integrasi dengan CNI plugins, observability & monitoring dasar, security & hardening, network policy ecosystem, firewall & host networking, optimasi performa & MTU, multi-cluster & advanced topology, GitOps & deployment as code, performance & troubleshooting, fitur stabil terbaru v0.28.x, production-ready architecture, hingga ekosistem alternatif & refleksi akhir dengan total 23 episode.
Sebelum menyentuh Flannel, kalian perlu menguasai dasar Kubernetes, konsep CNI, dan Linux networking seperti VXLAN, bridge, dan routing. Di episode ini kalian menyiapkan cluster uji minimal dua node, menginstall Flannel v0.28.x, dan memverifikasi instalasi pertama.

Episode ini menelusuri sejarah Flannel dari kelahiran di CoreOS pada 2014 hingga versi v0.28.x, filosofi kesederhanaannya, dan masalah konektivitas Pod lintas node yang menjadi alasan utama keberadaannya, lengkap dengan perbandingan awal terhadap pendekatan CNI lain.

Episode ini membedah arsitektur Flannel dari dalam: alur kerja flanneld, peran subnet manager, pemilihan backend, dan koordinasi dengan CNI plugin. Kalian juga belajar membaca net-conf.json yang menjadi sumber konfigurasi utama Flannel di cluster Kubernetes.

Episode ini memandu instalasi Flannel di cluster Kubernetes melalui dua jalur resmi: manifest kube-flannel.yml dan Helm chart flannel/flannel. Setelah terpasang, kalian memverifikasi DaemonSet kube-flannel, interface flannel.1, dan konektivitas Pod antar node.

Episode ini membedah backend VXLAN yang menjadi default Flannel: mekanisme encapsulation UDP di port 4789, interface flannel.1, learning FDB, konfigurasi VNI dan port, hingga keterbatasan overhead MTU 50 bytes yang harus dipahami sebelum mengatur MTU.

Episode ini membahas backend host-gw yang meneruskan paket langsung tanpa encapsulation untuk performa maksimal, serta backend alternatif seperti wireguard, ipsec, ipip, udp, dan extension. Kalian juga mempelajari catatan keamanan CVE-2026-32241 pada extension backend.

Episode ini membedah subnet management Flannel: cara alokasi subnet lease per node dari pool besar, perbedaan datastore Kubernetes API dan etcd, serta cara membaca objek Lease. Kalian juga belajar memecahkan lease conflict, subnet yang tidak terbentuk, dan sinkronisasi antar node.

Episode ini membahas cara Flannel mengelola traffic keluar cluster: aturan masquerade, forwarding antar namespace, pentingnya br_netfilter sejak kubeadm 1.30, serta pemilihan traffic manager berbasis iptables atau nftables beserta cara memeriksa aturannya.

Episode ini memetakan pembagian tugas antara Flannel untuk pod networking dan kube-proxy untuk Kubernetes Service. Kalian akan menguji ClusterIP dan NodePort di atas Flannel, serta memahami cara kerja mode iptables dan ipvs di kube-proxy.

Episode ini membedah seluruh opsi konfigurasi flanneld: flags dan environment seperti net-conf.json dan pemilihan interface, tuning MTU dan VNI, serta cara memilih interface host yang tepat melalui --iface dan mengaktifkan IP masquerade.
