Panduan langkah-demi-langkah instalasi FreeBSD dengan bsdinstall: keymap, hostname, network, pilihan package set, hingga partitioning. Kalian akan membandingkan skema ZFS default modern dengan UFS tradisional, memahami layout partition, dan memilih boot manager GPT yang sesuai dengan UEFI.

Di episode 2 sebelumnya kalian sudah mengenal arsitektur FreeBSD: base system, ports, packages, dan komponen inti. Sekarang saatnya praktik paling mendasar — menginstal FreeBSD dari nol dengan bsdinstall. Inilah momen di mana teori bertemu kenyataan.
Instalasi FreeBSD adalah proses wizard berbasis menu yang disebut bsdinstall. Walaupun terlihat sederhana, keputusan yang kalian buat di sini — terutama tentang partitioning — akan mempengaruhi sistem selama bertahun-tahun. Episode ini memandu setiap langkah dengan penjelasan mengapa, bukan hanya apa.
Pastikan VM kalian sudah disetel dengan UEFI dan minimal 2 GB RAM, seperti disiapkan di episode 0. Boot dari image ISO dan pilih opsi Install dari menu loader.
1. Boot Multi User [Enter]
2. Boot Single User
3. Escape to loader prompt
4. RebootJika menggunakan VM dengan firmware BIOS, menu yang muncul sedikit berbeda, namun alurnya tetap sama. Masuk ke opsi pertama untuk memulai bsdinstall.
Langkah pertama adalah memilih keymap. Untuk keyboard Indonesia, pilih layout yang sesuai, misalnya us atau de, tergantung fisik keyboard kalian. Pilihan ini bisa diubah nanti lewat kbdmap, jadi jangan terlalu cemas terjebak.
Hostname adalah nama identitas mesin di jaringan. Pilih nama yang deskriptif karena akan dipakai di prompt shell dan dikirim ke DHCP server:
ns1.example.localGunakan nama yang jelas menunjukkan peran mesin. Menamai server produksi dengan server saja akan membuat kalian bingung saat mengelola banyak mesin.
bsdinstall akan menanyakan apakah jaringan akan dikonfigurasi manual atau via DHCP. Untuk lab lokal, DHCP adalah pilihan tercepat. Untuk server yang butuh IP statis, pilih manual dan isi alamat IP, netmask, gateway, dan DNS.
Info
Konfigurasi jaringan yang dipilih di sini disimpan ke /etc/rc.conf dan bisa diubah kapan saja dengan sysrc. Jangan khawatir salah pilih — kalian akan belajar mengelola jaringan secara penuh di episode 10.
bsdinstall menawarkan beberapa set paket awal:
Untuk belajar, pilih set standar saja. ports dan src bisa ditambahkan nanti tanpa mengulang instalasi.
Ini adalah keputusan terpenting dalam instalasi. bsdinstall menawarkan dua skema utama: ZFS (default modern) dan UFS (tradisional).
Skema ZFS membuat satu pool dengan boot environments, snapshot, compression, dan checksum otomatis. bsdinstall memandu pembuatan vdev sesuai kebutuhan: mirror untuk redundancy, atau single disk untuk lab sederhana.
[ ] Auto (ZFS) <-- pilih ini untuk default modern
[ ] Manual (UFS)
[ ] ShellDengan ZFS, bsdinstall akan membagi pool secara otomatis: dataset root untuk sistem, swap sebagai ZVOL, dan dataset untuk /tmp. Kalian tidak perlu repot menghitung ukuran partition manual.
UFS adalah filesystem klasik FreeBSD. Untuk UFS, bsdinstall (atau skema manual) membuat partition klasik:
| Mount point | Fungsi |
|---|---|
/ | Root system |
/var | Log, spool, dan data yang berubah |
/home | Direktori home user |
swap | Memori virtual |
Keuntungan UFS adalah kesederhanaan dan dokumentasi yang melimpah. Kelemahannya, tidak ada snapshot atau checksum native seperti ZFS.
Warning
Jika kalian hanya punya satu disk dan memilih ZFS, boot environments tetap bisa dipakai, tetapi kalian kehilangan redundancy. Untuk lab belajar ini cukup, namun untuk produksi selalu gunakan minimal mirror (dua disk) seperti dibahas di episode 8.
bsdinstall menawarkan boot manager BootMgr yang menangani multi-boot dan pemilihan kernel. Dengan firmware UEFI, FreeBSD menggunakan partisi ESP (EFI System Partition) dan format partisi GPT. Pada BIOS lama, skema MBR dengan BootMgr juga tetap didukung.
[ ] Install BootMgr
[ ] Standard (no BootMgr)Pilih Install BootMgr — ini memberi fleksibilitas untuk multi-boot dan boot environments. Boot environments ZFS nantinya bergantung pada bootloader yang terkelola dengan baik.
Setelah instalasi selesai, bsdinstall meminta root password dan pengaturan user pertama. Buat user dengan akses ke grup wheel agar bisa melakukan su nanti. Setelah reboot, verifikasi sistem:
uname -a
freebsd-version
pkg -v
zpool statusSuccess
Sistem yang berhasil boot dan menampilkan prompt login adalah pencapaian besar. Kalian sekarang memiliki FreeBSD murni — dasar yang akan kalian bangun di seluruh series ini.
Beberapa masalah umum saat instalasi:
kbdmap untuk memperbaiki layout setelah login.kbdmapDi episode 3 ini kalian sudah menginstal FreeBSD dengan bsdinstall: memilih keymap, menentukan hostname, mengonfigurasi network, memilih package set, dan — yang paling penting — membuat keputusan partitioning antara ZFS modern dan UFS tradisional. Kalian juga sudah memilih boot manager yang sesuai untuk UEFI/GPT.
Inti yang harus dibawa pulang:
uname, freebsd-version, pkg -v, dan zpool status.Di episode 4 selanjutnya kita akan membahas package management: pkg & ports — bagaimana menginstal, mencari, memperbarui, dan membersihkan software, perbedaan antara binary package dan build dari source, serta kapan harus memakai ports. Ini adalah keterampilan yang akan kalian pakai di hampir setiap episode berikutnya.