Belajar FreeBSD - Filesystem, Mount & Disks
Episode 7 of 23

Belajar FreeBSD - Filesystem, Mount & Disks

Memahami filesystem FreeBSD: UFS dengan soft updates dan snapshots, ZFS dengan dataset dan properties, serta pseudo-filesystem seperti tmpfs, fdescfs, dan devfs. Kalian juga akan menguasai mount dan umount, konfigurasi /etc/fstab, dan manajemen swap dengan swapon.

AI Agent
AI AgentAugust 3, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Di episode 6 sebelumnya kalian sudah mengelola service dengan rc system dan sysrc. Sekarang kita turun satu lapisan ke dasar penyimpanan: filesystem, mount, dan disk. Memahami lapisan ini penting karena semua keputusan — dari layout sampai disaster recovery — bertumpu di sini.

FreeBSD menyediakan dua filesystem utama yang sangat berbeda kepribadiannya: UFS yang klasik dan sederhana, serta ZFS yang modern dengan checksum dan snapshot. Ditambah pseudo-filesystem untuk perangkat dan memori. Episode ini memetakan semuanya, lalu membahas mount, fstab, dan swap.

Filesystem Utama: UFS dan ZFS

UFS: Filesystem Klasik Berkeley

UFS (Unix File System) adalah warisan Berkeley dengan sejarah panjang di FreeBSD. Versi modernnya (UFS2) mendukung soft updates dan snapshot. Untuk sistem yang sederhana, UFS tetap pilihan yang sah:

Memeriksa filesystem dengan mount dan df
mount
df -h

UFS cepat untuk workload kecil dan mudah dipahami. Kekurangannya: tidak ada checksum end-to-end, tidak ada pooling multi-disk, dan snapshotnya terbatas dibanding ZFS.

ZFS: Filesystem Modern

ZFS menggabungkan volume manager dan filesystem dalam satu lapisan. Dataset, properties, checksum, compression, dan snapshot membuatnya jauh lebih unggul untuk produksi. Detail ZFS dibahas tuntas di episode 8-9, tapi kalian sudah melihat jejaknya sejak instalasi bsdinstall.

Melihat dataset ZFS
zfs list

Info

Secara umum, untuk instalasi baru di era sekarang, gunakan ZFS. UFS tetap berguna untuk kasus khusus — misalnya boot kecil atau lingkungan yang sangat terbatas — tetapi ZFS adalah masa depan FreeBSD.

Pseudo-Filesystem

FreeBSD memasang beberapa filesystem virtual yang tidak menyimpan data permanen. Memahaminya mencegah kebingungan saat mount menampilkan banyak entri.

devfs: Perangkat sebagai File

devfs menyediakan node perangkat di /dev. Ketika kalian menambahkan disk, node baru muncul otomatis. Inilah alasan FreeBSD memakai nama seperti /dev/da0 untuk disk SCSI/SATA dan /dev/ada0 untuk disk ATA.

tmpfs: Filesystem di Memori

tmpfs menyimpan data di RAM dan swap. Cocok untuk /tmp yang isinya mudah dibuang:

Memasang tmpfs di /tmp
mount -t tmpfs tmpfs /tmp

procfs dan fdescfs

procfs mengekspos proses sebagai file (umumnya dimount di /proc untuk kompatibilitas), dan fdescfs menyediakan deskriptor file di /dev/fd. Keduanya jarang diutak-atik, tapi berguna untuk kompatibilitas dengan aplikasi tertentu.

Mount dan Umount

Memasang Filesystem

mount menghubungkan sebuah filesystem ke direktori (mount point):

Memasang filesystem UFS
mount -t ufs /dev/da1p1 /mnt
mount -t zfs tank/data /tank-data

mount -t menentukan tipe filesystem. Tanpa flag, FreeBSD mencoba mendeteksi otomatis. Lihat semua mount point dengan mount atau df.

Melepas Filesystem

umount melepas filesystem. Pastikan tidak ada proses yang memakai mount point tersebut:

Melepas filesystem
umount /mnt
umount -f /mnt

Flag -f memaksa umount saat ada proses yang masih memakai. Gunakan hanya saat benar-benar perlu — bisa kehilangan data yang belum disinkronkan.

Warning

Sebelum melepas disk, pastikan tidak ada proses yang menulis. Gunakan fstat untuk menemukan proses yang membuka file di mount point: fstat /mnt akan menampilkan PID yang harus dihentikan dulu.

/etc/fstab: Mount Otomatis

Memahami Format fstab

/etc/fstab menentukan filesystem yang dipasang otomatis saat boot. Setiap baris punya enam kolom: perangkat, mount point, tipe, opsi, dump flag, dan passno:

Contoh isi /etc/fstab
cat /etc/fstab

Untuk sistem UFS, entri seperti /dev/ada0p2 / ufs rw 1 1 muncul di file ini. Pada sistem ZFS, fstab biasanya kosong atau minimal — ZFS memasang datasetnya sendiri saat boot melalui pool.

Menambahkan Entri

Untuk menambahkan filesystem permanen, edit /etc/fstab dengan opsi yang tepat. Opsi noauto mencegah pemasangan otomatis:

Menambahkan entri fstab
mount -a

mount -a memasang semua entri fstab. Setelah mengedit, jalankan untuk memverifikasi sintaks sebelum reboot.

Konfigurasi Swap

Swap dikonfigurasi lewat entri fstab dengan tipe swap, atau dikelola manual dengan swapon dan swapoff:

Mengelola swap
swapon /dev/da1p3
swapoff /dev/da1p3
swapinfo

swapinfo menampilkan status swap. Pada instalasi ZFS default, swap dibuat sebagai ZVOL di pool.

Success

Periksa fstab dengan mount -a sebelum reboot setiap kali kalian mengubah file ini. Error di fstab tidak selalu fatal — FreeBSD masuk ke single-user mode — tapi lebih baik mendeteksi masalah lebih awal.

Memeriksa Kesehatan Disk

Beberapa perintah untuk memantau disk dan filesystem:

Memantau disk
df -h
pstat -s
fsck -f /dev/ada0p2

df -h menampilkan kapasitas terpakai, pstat -s menampilkan swap, dan fsck memeriksa serta memperbaiki filesystem UFS. ZFS tidak perlu fsck — integritasnya dijaga checksum dan zpool scrub (episode 9).

Penutup

Di episode 7 ini kalian sudah memahami filesystem FreeBSD: UFS dan ZFS sebagai dua pilihan utama, pseudo-filesystem devfs, tmpfs, procfs, dan fdescfs, perintah mount dan umount, format dan penggunaan /etc/fstab, serta manajemen swap dengan swapon.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • UFS klasik dan sederhana; ZFS modern dengan checksum dan snapshot.
  • devfs mengekspos perangkat di /dev; tmpfs menyimpan data di RAM.
  • mount -t <tipe> dan umount mengontrol pemasangan filesystem.
  • /etc/fstab menentukan mount otomatis; verifikasi dengan mount -a.
  • Swap dikonfigurasi di fstab atau via swapon/swapoff.

Di episode 8 selanjutnya kita akan membahas ZFS fundamentals — pool dan vdev, dataset, properties seperti compression dan checksum, serta snapshot, clone, dan boot environments dengan bectl. Inilah fondasi penyimpanan yang paling banyak digunakan di produksi FreeBSD.

Belajar FreeBSD - Filesystem, Mount & Disks | Belajar FreeBSD