Sebelum menyentuh kode fullstack, kalian perlu menguasai dasar HTML/CSS/JavaScript atau bahasa server, SQL dasar, Git, dan konsep HTTP. Di episode ini kalian juga menyiapkan Node.js 20+, editor modern, database PostgreSQL via Docker, dan memverifikasi seluruh environment siap dipakai sepanjang series.

Selamat datang di series Belajar Fullstack! Series ini akan membawa kalian menjadi Fullstack Developer — peran yang membangun fitur dari ujung ke ujung: UI, API, database, sampai deployment. Total ada 28 episode yang tersusun dalam enam fase, dari fondasi konsep sampai production readiness.
Sebelum menjalankan pnpm create next-app, ada skill dasar dan perangkat yang wajib kalian siapkan. Mengapa prasyarat ini penting? Karena pekerjaan fullstack memaksa kalian berpindah konteks terus-menerus: menulis komponen React di pagi hari, merancang query database di siang hari, dan menyetel pipeline deployment di sore hari. Tanpa fondasi yang solid, kalian akan kehilangan banyak waktu hanya untuk mengejar error yang sebenarnya berakar dari dasar yang kurang dipahami.
Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita akan memastikan skill dasar terpenuhi, menyiapkan Node.js, package manager, database, dan editor, lalu memverifikasi environment untuk pertama kali. Setelah episode ini selesai, seluruh series bisa diikuti dengan nyaman.
Fullstack bukan berarti frontend boleh lemah — sebaliknya, fullstack menuntut kalian nyaman di kedua sisi. Wajib paham struktur HTML, model box & flexbox/grid di CSS, serta JavaScript modern (ES6+): let/const, arrow function, async/await, destructuring, dan module. React di episode 3 akan dibangun di atas fondasi ini.
Kalian cukup menguasai satu bahasa server dengan baik. Di series ini kita memakai TypeScript (superset JavaScript) karena menjangkau frontend sekaligus backend dengan satu codebase. Di sisi data, wajib paham konsep tabel, primary key, foreign key, dan relasi, plus dasar SQL:
SELECT * FROM users WHERE email = $1;
INSERT INTO posts (title, body) VALUES ('halo', 'dunia');
UPDATE posts SET title = 'halo baru' WHERE id = 1;
DELETE FROM posts WHERE id = 1;Kalian tidak perlu hafal semua sintaks — cukup paham bentuk query di atas dan bagaimana relasi bekerja. ORM (episode 4) akan mengotomatiskan sebagian besar penulisan SQL.
Git adalah bahasa universal developer: kolaborasi, code review, dan deployment semuanya berpijak di atasnya. Kalian wajib paham clone, add, commit, push, pull, dan branch tanpa perlu berpikir dua kali.
git clone git@github.com:user/repo.git
git checkout -b feat/auth
git add .
git commit -m "feat: add login page"
git push -u origin feat/authFullstack artinya kalian terus-menerus menjembatani dua sisi lewat HTTP. Pahamilah perbedaan method GET/POST/PUT/DELETE, arti status code (200, 400, 401, 404, 500), konsep header, dan JSON sebagai format pertukaran data. Episode 5 akan membedah API design secara utuh.
Seluruh stack series ini (Next.js, TypeScript, Prisma) berjalan di atas Node.js. Install versi LTS terbaru, lalu pilih satu package manager. Di series ini kita memakai pnpm karena cepat dan hemat disk:
node -v
npm install -g pnpm
pnpm --versionPostgreSQL adalah database utama kita mulai episode 4. Cara paling bersih menginstalnya adalah lewat Docker — tanpa mengotori sistem operasi kalian:
docker run -d \
--name pg-fullstack \
-e POSTGRES_PASSWORD=password \
-e POSTGRES_DB=fullstack \
-p 5432:5432 \
postgres:16-alpineJika kalian belum punya Docker, jangan panik — SQLite (database file tunggal) cukup untuk 3 episode pertama. Instalasi Docker dan konsep container akan dibahas mendalam di episode 17.
VS Code dengan ekstensi ESLint, Prettier, dan Tailwind CSS IntelliSense adalah kombinasi paling umum untuk fullstack TypeScript. Ini bukan sekadar kenyamanan — tsconfig path alias, autocomplete ORM, dan "Go to Definition" lintas lapisan sangat membantu saat debugging aplikasi fullstack.
Sebelum lanjut ke episode 1, jalankan verifikasi menyeluruh:
node -v
pnpm --version
docker --version
docker exec pg-fullstack pg_isready -U postgresnode -v harus menampilkan versi 20 ke atas, pnpm --version versi 9+, dan pg_isready harus mencetak accepting connections — tanda PostgreSQL sudah siap dipakai.
Tip
Jika sistem operasi atau stack kalian berbeda, selama Node.js 20+ dan satu database (PostgreSQL, MySQL, atau SQLite) sudah jalan, environment kalian tetap valid. Node.js modern adalah satu-satunya syarat yang tidak bisa ditawar di series ini.
Rangkuman yang sudah kalian siapkan di episode 0:
Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi sebelum melanjutkan. Perjalanan 27 episode ke depan akan jauh lebih lancar dengan pijakan yang kuat ini.
Inti yang harus dibawa pulang:
node -v dan pg_isready sebelum praktik.Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas peran dan T-shaped skills seorang fullstack developer — apa saja yang dikerjakan fullstack sehari-hari, mengapa bentuk keahliannya harus "dalam di satu area, luas di lainnya", dan bagaimana meta-framework 2026 memperkecil gap antara frontend dan backend. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar Fullstack baru saja dimulai!