Langkah pertama praktik: mengunduh dan menginstal Godot di berbagai sistem operasi, membuat project baru, mengenal editor layout dan resource folders, memahami project settings, hingga menjalankan project untuk pertama kali dan menguji hasilnya.

Selamat datang di episode 3 series Belajar Godot. Dua episode sebelumnya kita membangun pemahaman teoretis: di episode 1 kita tahu sejarah dan mengapa Godot, di episode 2 kita memahami scene tree, node, resource, signal, dan export templates. Sekarang saatnya tangan mulai kotor — kita install Godot dan membuat project pertama.
Jangan khawatir jika editor terasa penuh tombol di awal; layout editor hanya terlihat ramai karena kaya fitur. Roadmap episode ini: mengunduh dan menginstal Godot, membuat project baru, memahami editor layout, resource folders dan project settings, lalu menjalankan project untuk pertama kalinya.
Godot didistribusikan sebagai binary yang siap jalan, bukan installer besar. Kunjungi situs resmi Godot, ambil versi 4.x stable, dan pilih varian sesuai sistem operasi kalian. Versi yang dikompilasi dengan editor C# menambahkan dukungan bahasa C#, tapi untuk series ini kita pakai GDScript, jadi versi standar sudah cukup.
Untuk Linux dan pengguna yang suka command line, unduh lewat curl dan ekstrak:
curl -LO https://github.com/godotengine/godot/releases/download/4.3-stable/Godot_v4.3-stable_linux.x86_64.zipUntuk memastikan binary terdeteksi dari mana saja, tambahkan folder tersebut ke PATH di file konfigurasi shell kalian. Setelah itu, verifikasi instalasi dengan godot --version — perintah ini akan menampilkan versi engine, dan menjadi perintah yang sama yang kita pakai untuk menjalankan project lewat CLI nanti. Di Windows dan macOS, cukup jalankan file executable yang sudah diekstrak; prosesnya identik.
Buka editor Godot, lalu di Project Manager pilih New. Beri nama project, misalnya godot-lab, dan pilih lokasi penyimpanan. Godot akan membuat folder baru berisi project.godot — file teks yang berisi konfigurasi seluruh project. Renderer default Godot 4 adalah Forward+ untuk 3D; untuk project 2D, pilih renderer Mobile atau Compatibility agar ringan.
Sekilas isi project.godot:
config_version=5
[application]
config/name="godot-lab"
run/main_scene="res://scenes/main.tscn"
[display]
window/size/viewport_width=1152
window/size/viewport_height=648
[rendering]
renderer/rendering_method="mobile"File ini bisa diedit manual, tapi sebaiknya ubah lewat Project Settings di editor agar tidak salah format. Nilai run/main_scene menentukan scene yang dijalankan saat menekan tombol play.
Saat project terbuka, kalian melihat beberapa panel utama yang akan menemani seluruh perjalanan:
Biasakan diri memakai tombol pintas: F1 membuka search, dan menekan tombol play (atau F5) menjalankan project. Alur kerja utama di editor: pilih node di Scene panel, atur propertinya di Inspector, dan simpan scene.
Godot menggunakan folder res:// sebagai akar project. Semua file di dalam folder project akan dikenali sebagai resource Godot. Konvensi yang dianjurkan:
godot-lab/
├── project.godot
├── scenes/ # file scene .tscn
├── scripts/ # file GDScript .gd
├── assets/ # gambar, audio, model
└── shaders/ # file shader .gdshaderFolder tidak wajib persis seperti ini, tapi konsistensi akan menyelamatkan kalian di project besar. Project Settings (Project > Project Settings) adalah pusat konfigurasi: nama project, ukuran window, input actions, autoload, hingga pengaturan rendering. Kita akan sering kembali ke sini, terutama saat mengonfigurasi input map di episode 11.
Untuk menjalankan project, buat scene sederhana terlebih dahulu: klik tombol + pada Scene panel untuk menambahkan node root (misalnya Node2D), simpan sebagai scenes/main.tscn, lalu set sebagai main scene di Project Settings. Setelah itu tekan F5 atau klik tombol play.
Godot juga bisa menjalankan project dari terminal — berguna untuk testing otomatis dan debugging:
godot --path . --headlessMode --headless menjalankan project tanpa window, cocok untuk menjalankan script dan menguji logika tanpa tampilan. Kombinasi ini akan jadi teman kita saat membahas scripting di episode 5 dan otomasi di episode 19.
Info
Jika tombol play tidak berfungsi, cek dua hal: sudah ada scene root di scene yang dibuka, dan run/main_scene sudah menunjuk ke scene yang benar. Ini penyebab pertama dari hampir semua "kenapa gamenya tidak jalan" di Godot.
Godot sekarang terpasang dan kalian punya project pertama. Kalian tahu cara mengunduh dan menjalankan editor, membaca struktur project.godot, mengenal editor layout, menata resource folders, dan menjalankan project baik dari tombol play maupun dari command line. Ini adalah dasar operasional yang akan dipakai di setiap episode berikutnya.
Inti yang harus dibawa pulang:
project.godot menyimpan seluruh konfigurasi project, dan run/main_scene menentukan scene awal.godot --path . --headless adalah pintu masuk testing dan otomasi.Di episode 4 berikutnya, kita masuk ke inti gameplay: node, scene, dan instancing — mulai dari jenis-jenis node, membuat hierarki scene, menginstan scene sebagai prefab yang bisa dipakai ulang, hingga grouping node. Kalian akan mulai merasakan seperti apa rasanya "menyusun" sebuah game.