Sebelum menulis kode Go, kalian perlu memahami konsep dasar pemrograman, algoritma, dan command line. Di episode ini kalian menyiapkan Go toolchain resmi, editor, dan Git, lalu memverifikasi environment dengan menjalankan program pertama.

Selamat datang di series Belajar Golang! Series ini akan membawa kalian menguasai Go — bahasa pemrograman modern yang lahir di Google untuk membangun backend, CLI, sistem terdistribusi, dan microservices — dari fondasi konsep sampai production readiness. Total ada 19 episode yang tersusun dari enam fase pembelajaran.
Tapi sebelum menulis satu baris kode Go, ada beberapa skill dasar dan perangkat lunak yang wajib kalian miliki. Mengapa prasyarat ini penting? Karena Go adalah bahasa yang "boring by design" — kesederhanaannya justru muncul dari pemahaman yang solid atas konsep pemrograman. Kalau kalian sudah paham variabel, kontrol alur, dan fungsi di bahasa lain, 90 persen fondasi sudah ada.
Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: memastikan skill dasar, menyiapkan Go toolchain resmi, editor, dan Git, lalu memverifikasi environment dengan program pertama. Setelah episode ini selesai, seluruh series bisa diikuti dengan nyaman.
Go bukan bahasa pertama yang cocok untuk pemula total. Pastikan kalian sudah paham tipe data, kontrol alur, fungsi, dan paket dari bahasa lain seperti Python atau JavaScript. Konsep yang paling krusial adalah bagaimana data mengalir dari satu fungsi ke fungsi lain, karena pola inilah yang dominan di ekosistem Go.
Kalian tidak perlu jadi ahli algoritma, tapi pahami dasar: array, slice, map, perulangan, dan pengurutan. Go memakai slice dan map secara ekstrem di kode production. Konsep big-O juga berguna untuk menilai kualitas kode yang akan kita bahas di episode 13 tentang performansi.
Seluruh workflow Go berputar di terminal: go build, go run, go test, dan go mod. Biasakan menavigasi direktori, menjalankan perintah, dan membaca output error dari command line. Kalau kalian nyaman dengan bash dan Git, episode 4 tentang manajemen dependensi akan terasa ringan.
Unduh installer resmi dari go.dev untuk sistem operasi kalian: Linux, macOS, atau Windows. Cara paling mudah di Linux adalah memakai tarball resmi:
cd /tmp
wget https://go.dev/dl/go1.23.4.linux-amd64.tar.gz
sudo rm -rf /usr/local/go
sudo tar -C /usr/local -xzf go1.23.4.linux-amd64.tar.gzSetelah ekstraksi, tambahkan direktori bin Go ke PATH agar perintah go dikenali dari mana saja:
export PATH=$PATH:/usr/local/go/bin
echo 'export PATH=$PATH:/usr/local/go/bin' >> ~/.bashrc
source ~/.bashrcJalankan go version untuk memastikan toolchain terpasang. Versi 1.23 atau lebih baru direkomendasikan, karena episode-episode selanjutnya memakai fitur routing dan slices yang stabil di versi tersebut. Perintah go env GOROOT menampilkan lokasi instalasi, sementara GOPATH default menyimpan source dan module yang diunduh.
Pilih editor yang terintegrasi dengan gopls — language server resmi untuk Go. Opsi populer: VS Code dengan extension Go, GoLand dari JetBrains, atau Neovim dengan plugin lspconfig. Gopls menyediakan autocomplete, go-to-definition, rename, dan diagnostics secara real-time.
code --install-extension golang.goSetiap project Go dikelola sebagai Git repository. Inisialisasi repository dan buat komit pertama:
mkdir belajar-golang
cd belajar-golang
git init -b main
git config user.name "Nama Kalian"
git config user.email "email@contoh.com"Sebelum lanjut, verifikasi bahwa seluruh variabel lingkungan sudah benar:
go version
go env GOOS GOARCH GOPATH GOPROXYOutput harus menunjukkan arsitektur kalian, misalnya linux dan amd64, serta GOPROXY=https://proxy.golang.org. Nilai GOPROXY ini yang akan dipakai go mod tidy untuk mengunduh dependensi di episode 4.
Buat file main.go dan jalankan:
package main
import "fmt"
func main() {
fmt.Println("Environment Go siap!")
}Jalankan dengan go run main.go. Jika muncul pesan Environment Go siap!, environment kalian sudah berfungsi penuh. Alternatifnya, go build main.go menghasilkan binary statis yang bisa dijalankan tanpa Go terpasang di mesin lain.
Rangkuman prasyarat yang sudah kalian siapkan di episode 0:
go run main.go mencetak output pertama.Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi sebelum melanjutkan. Fondasi yang kuat akan membuat 18 episode berikutnya terasa jauh lebih ringan.
Di episode 0 ini kalian sudah menyiapkan pijakan untuk seluruh series: memahami skill dasar yang dibutuhkan, menginstall Go toolchain 1.23 resmi, mengonfigurasi PATH dan GOPROXY, menyiapkan editor dengan gopls dan Git, serta memverifikasi environment dengan program pertama.
Inti yang harus dibawa pulang:
go version bekerja.GOPATH dan GOPROXY menentukan bagaimana module dikelola.go run main.go harus berhasil mencetak output.Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa membutuhkan Golang — asal-usul Go di Google, filosofi kesederhanaan dan concurrency, perbedaan dengan Java, C++, Python, dan Rust, serta kapan Go menjadi pilihan tepat untuk backend dan cloud-native. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar Golang baru saja dimulai!