Belajar gRPC (framework RPC berkinerja tinggi berbasis HTTP/2 dan Protocol Buffers) dari dasar hingga production-grade: pre-requisites & setup environment, sejarah & latar belakang, konsep dasar & arsitektur utama, menulis API gRPC pertama dengan Protocol Buffers, generate code & menjalankan server-client pertama, unary streaming & error handling dasar, metadata interceptors & lifecycle callbacks, konfigurasi gRPC & deployment lokal, state data management & schema evolution, health checking reflection & service discovery, HTTP/2 load balancing & connection management, TLS mTLS & authentication, authorization auditing & best practice keamanan, performansi & optimasi gRPC, observability tracing & monitoring, resilience retry & fault tolerance, gRPC-Web Envoy & gateway integrations, CI/CD GitOps & production deployment, hingga ekosistem modern & tooling stabil terbaru dengan total 19 episode.
Sebelum menyentuh gRPC, kalian perlu menguasai konsep RPC, HTTP/2, serialisasi data dengan Protocol Buffers, serta dasar jaringan dan TLS. Di episode ini kalian juga menyiapkan compiler protoc, plugin bahasa, dan memverifikasi instalasi pertama.

Episode ini menelusuri evolusi gRPC dari sistem RPC internal Google bernama Stubby, rilis open source tahun 2015, hingga standarisasi protobuf sebagai IDL. Kalian juga membandingkan gRPC dengan REST/JSON dan memahami kapan gRPC bukan pilihan tepat.

Episode ini membedah arsitektur gRPC dari dalam: bagaimana protobuf diubah menjadi kode client dan server, peran HTTP/2 multiplexing dan HPACK, komponen stub dan channel, serta metadata, deadline, dan status code yang mengatur setiap RPC.

Episode ini mengajarkan menulis kontrak gRPC: struktur lengkap file .proto, tipe data protobuf v3 modern seperti enum, oneof, map, dan repeated, hingga cara mendeklarasikan empat pola RPC — unary, server streaming, client streaming, dan bidirectional.

Episode ini membawa file .proto menjadi kode nyata: instalasi plugin, perintah protoc untuk Go, implementasi server sederhana, implementasi client sederhana, lalu testing lokal dengan request-response yang berhasil dijalankan pertama kali.

Episode ini membahas implementasi nyata keempat pola RPC: unary, server streaming, client streaming, dan bidirectional streaming. Kalian juga belajar error handling dengan status code, rich error details, serta menangani deadline dan cancelation di kedua sisi.

Episode ini membahas metadata sebagai header RPC, interceptor client dan server untuk unary maupun streaming, serta lifecycle callbacks untuk request logging, tracing, dan konteks otorisasi yang bisa dipakai ulang di seluruh service.

Episode ini menyusun konfigurasi gRPC yang environment-aware: variabel lingkungan untuk port, TLS, service discovery, dan retry policy, lalu menjalankan server gRPC di dalam Docker dan docker-compose untuk deployment lokal yang rapi.

Episode ini membahas cara mengubah schema protobuf tanpa melanggar kontrak: teknik versioning message dan field numbering, migrasi service bertahap, serta integrasi gRPC dengan database atau stateful backend menggunakan pola repository.

Episode ini membahas standar gRPC health checking grpc.health.v1.Health, gRPC server reflection untuk debugging dengan grpcurl, serta service discovery modern: DNS, Consul, Kubernetes, dan dasar-dasar xDS.
