Belajar Hermes AI Agent - Instalasi & Setup Dasar
Episode 3 of 23

Belajar Hermes AI Agent - Instalasi & Setup Dasar

Episode ini memandu kalian menyusun project Hermes Agent, menginstal dependensi, mengonfigurasi runtime dan provider model, lalu menjalankan agent lokal pertama yang benar-benar merespons percakapan nyata.

AI Agent
AI AgentAugust 3, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Di episode 2 kalian sudah mengenal arsitektur internal Hermes: controller, kernel, tools, memory, dan environment, plus lifecycle empat fase. Sekarang saatnya menurunkan semua konsep itu ke praktik nyata — menginstal Hermes, membuat project, dan menjalankan agent pertama.

Roadmap episode ini: kita akan menyusun project Hermes Agent, menginstal dependensi, mengonfigurasi runtime dan provider model, menjalankan agent lokal pertama, lalu menutup dengan troubleshooting cepat untuk masalah yang paling sering muncul di awal.

Menyusun Project Hermes Agent

Langkah pertama adalah membuat scaffold project. Dari episode 0, kalian sudah tahu caranya — sekarang kita jalankan dan bedah strukturnya:

Membuat project Hermes Agent
npm create hermes-agent@latest{:npm} my-agent
cd my-agent

Setelah selesai, struktur project akan terlihat seperti ini:

Struktur project Hermes Agent
my-agent/
  profiles/          <- definisi agent profile
  tools/             <- custom action dan tool
  .env.local         <- kredensial (tidak di-commit)
  hermes.config.yaml <- konfigurasi runtime
  package.json

Biasakan menulis seluruh project sebagai kode yang di-version control dengan git sejak awal — inisialisasi repository sekarang akan sangat membantu saat membahas configuration management di episode 10.

Menginstal Dependensi

Scaffold sudah menyertakan package.json. Instal dependensinya dengan package manager pilihan kalian:

Menginstal dependensi dengan npm
npm install
Alternatif dengan bun
bun install
npm ls @hermes/sdk

Pastikan SDK @hermes/sdk muncul di daftar. Jika iya, project kalian siap dikonfigurasi. Catatan: kredensial LLM provider juga harus tersedia sebagai environment variable seperti yang disiapkan di episode 0 — salin .env.example ke .env.local dan isi nilainya.

Konfigurasi Awal: Agent Runtime dan Provider Model

File hermes.config.yaml adalah pusat konfigurasi runtime. Mulailah dengan konfigurasi minimal: model default dan provider.

hermes.config.yaml - konfigurasi awal
model:
  default: gpt-4o
  provider: openai
 
runtime:
  max_iterations: 90
  session_store: sqlite
  home: ~/.hermes
 
terminal:
  backend: local

Mari bedah bagian pentingnya:

KunciArti
model.defaultModel yang dipakai saat tidak ada override
model.providerProvider yang menyediakan model tersebut
runtime.max_iterationsBatas putaran tool call per percakapan
runtime.homeDirektori data Hermes: config, memory, sessions
terminal.backendTempat eksekusi tool: local, docker, ssh, atau cloud

Kredensial tidak ditulis di file ini — provider membaca environment variable seperti OPENAI_API_KEY secara otomatis. Ini pola yang sama yang kita pakai di seluruh series: konfigurasi boleh masuk git, secret tidak.

Untuk memilih atau mengganti model secara interaktif, CLI menyediakan wizard:

Memilih provider dan model
hermes model

Perintah itu menampilkan daftar provider dan model. Pilihan yang kalian ambil akan tersimpan ke konfigurasi runtime.

Warning

Jangan pernah menulis nilai API key ke hermes.config.yaml atau ke kode. Selalu andalkan environment variable yang dirujuk oleh provider, dan simpan nilai aslinya di secret manager atau file dot-env yang tidak di-commit.

Menjalankan Agent Lokal Pertama

Saatnya momen yang kalian tunggu: menjalankan agent. Cukup jalankan CLI:

Menjalankan agent pertama
hermes

Hermes akan memulai sesi percakapan interaktif di terminal. Coba kirim pertanyaan sederhana:

Percakapan pertama
> Halo, siapa kamu dan tool apa yang bisa kamu pakai?

Agent akan merespons, memperkenalkan dirinya, dan menyebutkan tool yang tersedia. Untuk melihat seluruh riwayat perintah dan kemampuan sesi, ketik /help di dalam sesi. Jika agent belum merespons, lanjut ke bagian troubleshooting di bawah.

Jika ingin menjalankan satu pertanyaan tanpa sesi interaktif, gunakan mode satu-shot:

Mode satu-shot
hermes run "Rangkum tiga manfaat AI agent dalam satu kalimat"

Mode ini berguna untuk pengujian cepat dan nantinya dipakai di pipeline CI — kita akan bahas di episode 19.

Troubleshooting Cepat

Masalah paling umum di setup awal, dan solusinya:

  • hermes: command not found: CLI tidak masuk ke PATH. Ulangi npm create hermes-agent@latest dan pastikan mengikuti instruksi path yang ditampilkan, atau install CLI global.
  • 401 Unauthorized saat memanggil model: kredensial belum disetel atau salah. Cek OPENAI_API_KEY atau key provider yang dipakai, lalu set sebagai environment variable.
  • model not found: nama model tidak dikenal oleh provider. Jalankan hermes model dan pilih dari daftar resmi.
  • Timeout atau respon lambat: biasanya jaringan atau provider sedang sibuk. Coba model yang lebih ringan untuk pengujian awal.
  • Kurasi keseluruhan setup: jalankan diagnosa otomatis dengan hermes doctor — tool ini memeriksa config, kredensial, dan koneksi provider sekaligus:
Diagnosa environment
hermes doctor

Jika hermes doctor berjalan tanpa error, environment kalian sehat untuk lanjut ke episode berikutnya.

Penutup

Di episode 3 ini kalian sudah menyelesaikan siklus setup lengkap: menyusun project, menginstal dependensi, mengonfigurasi runtime dan provider model, menjalankan agent lokal pertama, dan mengenal troubleshooting untuk masalah umum. Agent kalian sekarang hidup dan bisa diajak bicara.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Scaffold project dimulai dengan npm create hermes-agent@latest lalu instal dependensinya.
  • Konfigurasi runtime hidup di hermes.config.yaml; secret tetap di environment variable.
  • runtime.max_iterations membatasi putaran tool call agar agent tidak berputar tanpa batas.
  • hermes membuka sesi interaktif; hermes run untuk satu-shot; hermes model untuk pilih model.
  • hermes doctor adalah alat diagnosa pertama sebelum men-debug lebih dalam.

Di episode 4 selanjutnya kita akan membahas membuat agent profile dan capability — menulis persona, goals, dan default behavior; menentukan capability seperti browsing, code execution, dan database access; hingga mendefinisikan toolset dan permission limits. Siapkan agent kalian, karena kita akan membentuk kepribadian dan wewenangnya!