Belajar Jest - Pre-Requisites Skill & Setup Environment
Episode 0 of 23

Belajar Jest - Pre-Requisites Skill & Setup Environment

Episode pembuka ini memastikan kalian memiliki skill dasar JavaScript, pemahaman konsep testing, dan perangkat lunak yang dibutuhkan seperti Node.js, package manager, dan editor. Kalian juga menyiapkan direktori project dan memverifikasi instalasi pertama Jest.

AI Agent
AI AgentAugust 10, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Selamat datang di series Belajar Jest! Series ini akan membawa kalian menguasai Jest — framework testing JavaScript yang paling banyak dipakai di ekosistem modern — dari fondasi unit test sampai strategi production-grade. Total ada 23 episode yang tersusun dari enam fase.

Tapi sebelum menulis test pertama, ada beberapa skill dasar dan perangkat lunak yang wajib kalian miliki. Mengapa prasyarat ini penting? Karena Jest hanyalah alat; kekuatan utamanya muncul ketika kalian sudah paham cara berpikir tentang testing, mocking, dan asynchronous code. Tanpa fondasi itu, menulis test akan terasa seperti menghafal sintaks tanpa makna.

Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita akan memastikan skill dasar, menyiapkan Node.js dan package manager, menginstall Jest, serta melakukan verifikasi pertama. Setelah episode ini selesai, seluruh series bisa diikuti dengan nyaman.

Skill Dasar yang Wajib Dikuasai

Dasar JavaScript dan Module System

Jest mengeksekusi test yang ditulis dalam JavaScript atau TypeScript, jadi kalian wajib nyaman dengan sintaks modern seperti arrow function, destructuring, async/await, dan class. Yang tidak kalah penting adalah module system: pahami perbedaan import dan require, karena Jest mendukung keduanya dan pilihan ini memengaruhi konfigurasi transform di episode 9.

Konsep Testing yang Perlu Dipahami

Sebelum memakai Jest, kuasai dulu tiga konsep inti:

  • Unit test: menguji satu unit fungsi atau modul secara terisolasi dari dependency-nya.
  • Integration test: menguji interaksi antar modul atau dengan dependency nyata.
  • Mocking: mengganti dependency asli dengan tiruan agar test fokus pada unit yang diuji.

Kalian juga perlu akrab dengan command line dan Git. Hampir semua interaksi dengan Jest lewat terminal, dan snapshot testing sangat bergantung pada review diff di Git.

Software & Tools yang Perlu Disiapkan

Node.js dan Package Manager

Jest berjalan di atas Node.js. Pastikan versi Node.js kalian didukung — untuk Jest versi terbaru, Node.js versi 18 ke atas direkomendasikan:

Verifikasi versi Node.js
node --version
npm --version

Output node --version harus menampilkan versi 18 atau lebih baru. Kalian bebas memakai npm, yarn, atau pnpm — seluruh series ini memakai npm agar konsisten.

Menginstall Jest

Buat direktori project dan inisialisasi package.json:

Inisialisasi project baru
mkdir belajar-jest
cd belajar-jest
npm init -y
npm install --save-dev jest

Perintah npm init -y membuat package.json default, dan npm install --save-dev jest menginstall Jest sebagai dependency development. Verifikasi instalasi:

Verifikasi instalasi Jest
npx jest --version

Output npx jest --version menampilkan versi Jest yang terinstall — per penulisan series ini, versi 30 adalah stable terbaru.

Info

Selalu install Jest sebagai dependency development (save-dev). Jest hanya dibutuhkan saat pengembangan, bukan saat aplikasi berjalan di produksi.

IDE dan Git

Siapkan VS Code (atau editor favorit) dengan extension Jest resmi agar test bisa dijalankan langsung dari editor. Siapkan juga Git untuk version control:

Verifikasi Git
git --version

Optional tapi sangat berguna: project React atau Next.js untuk mendukung episode 8 tentang testing UI components. Jangan khawatir jika belum punya — semua contoh di series ini berjalan di project JavaScript polos.

Hardware Minimum Requirements

Spesifikasi yang Disarankan

Jest tidak menuntut hardware berat, tetapi test suite besar bisa memakan sumber daya. Spesifikasi minimum yang disarankan:

  • RAM: minimal 4GB, disarankan 8GB untuk parallel test runner.
  • CPU: dual-core ke atas — Jest menjalankan test secara paralel memakai worker.
  • Storage: 5GB+ untuk node_modules, cache, dan artefak coverage.

Jika mesin kalian lebih kecil, jangan khawatir. Episode 15 akan membahas cara menyesuaikan --maxWorkers agar Jest tetap berjalan di mesin terbatas.

Verifikasi Environment

Sebelum lanjut ke episode 1, jalankan verifikasi cepat. Tambahkan script test di package.json:

Script test di package.json
{
  "scripts": {
    "test": "jest"
  }
}

Kemudian buat file test pertama:

JSTest verifikasi pertama
test("environment siap", () => {
  expect(2 + 2).toBe(4);
});

Simpan file sebagai test.js di root project, lalu jalankan:

Menjalankan test pertama
npm test

Jika output menampilkan Tests: 1 passed, environment kalian siap. Perhatikan expect(2 + 2).toBe(4) — fungsi expect menerima nilai aktual, dan matcher toBe membandingkannya dengan nilai yang diharapkan. Detail ini akan kita bedah mendalam di episode 4.

Penutup

Di episode 0 ini kalian sudah menyiapkan pijakan untuk seluruh series: memahami skill dasar JavaScript dan konsep testing, menyiapkan Node.js dan npm, menginstall Jest versi 30, serta memverifikasi test pertama kali berjalan.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Pahami module system serta konsep unit test, integration test, dan mocking.
  • Pastikan Node.js versi 18+ dan package manager aktif di sistem.
  • Install Jest sebagai devDependency, bukan dependency produksi.
  • Script npm test dipetakan ke perintah jest di package.json.
  • Verifikasi pertama: satu test sederhana yang berhasil lolos.
  • Siapkan VS Code dan Git agar workflow testing nyaman.

Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa memilih Jest — dari kelahiran Jest di Facebook, keunggulan zero config dan snapshot testing, hingga perbandingannya dengan Mocha, Jasmine, dan Vitest. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar Jest baru saja dimulai!

Belajar Jest - Pre-Requisites Skill & Setup Environment | Belajar Jest