Sebelum menulis composable pertama, kalian perlu menguasai dasar Kotlin, konsep Android, dan cara kerja Gradle. Di episode ini kalian menyiapkan Android Studio, JDK, Android SDK, emulator, dan Git, lalu memverifikasi seluruh environment siap dipakai.

Selamat datang di series Belajar Jetpack Compose! Series ini akan membawa kalian menguasai Jetpack Compose — modern UI toolkit deklaratif untuk Android yang ditulis penuh dalam Kotlin — dari fondasi konsep sampai production readiness. Total ada 23 episode yang tersusun dari enam fase.
Tapi sebelum menulis composable pertama, ada beberapa skill dasar dan perangkat lunak yang wajib kalian siapkan. Mengapa prasyarat ini penting? Karena Compose bukan sekadar library UI: dia mengubah cara kalian berpikir tentang interface — dari mendeklarasikan layout XML menjadi menulis fungsi Kotlin yang reaktif. Fondasi Kotlin dan Android yang kuat akan membuat transisi ini terasa wajar.
Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita akan memastikan skill dasar, menyiapkan Android Studio, JDK, Android SDK, emulator, dan Git, lalu memverifikasi semuanya. Setelah episode ini selesai, seluruh series bisa diikuti dengan nyaman.
Kalian wajib nyaman dengan Kotlin — bahasa resmi Android sejak 2019. Kuasai fungsi, lambda, data class, nullable types, dan extension functions. Compose dibangun di atas semua fitur ini, jadi kelancaran Kotlin menentukan kecepatan menyerap materi.
Kedua, pahami dasar Android lifecycle: bagaimana sebuah Activity lahir, berhenti, dan dihancurkan. Compose tidak menghapus lifecycle, dia menempel di atasnya. Konsep seperti configuration change juga tetap ada dan menjadi bahan diskusi di episode 5.
Sebelum Compose, UI Android ditulis dengan layout XML: LinearLayout, TextView, dan RecyclerView dengan adapter. Kalian tidak harus hafal semuanya, tapi memahami konsep view hierarchy akan mempercepat pemahaman arsitektur Compose di episode 2.
Terakhir, biasakan diri dengan Gradle dan command line. Seluruh build Android dikendalikan Gradle, dan skill ini akan dipakai di episode 3 ketika kalian menambah dependency Compose.
java -version
git --version
gradle --versionPerintah java -version menampilkan JDK terpasang, git --version menampilkan version control, dan gradle --version menampilkan build tool. Ketiganya akan sering kalian pakai sepanjang series.
Install Android Studio versi terbaru dari situs resmi Android Developer. Android Studio menyertakan plugin Compose, SDK Manager, dan emulator dalam satu paket — tidak ada plugin tambahan yang perlu diinstal manual.
Android Studio membutuhkan JDK 17 sebagai minimum. Versi yang disarankan mengikuti yang dibundel Android Studio, tapi pastikan JAVA_HOME menunjuk ke JDK yang benar:
echo $JAVA_HOME
java -versionJika java -version menampilkan versi 17 atau lebih baru, JDK siap. Waktu kompilasi pertama Compose cukup berat, jadi memakai JDK modern sangat disarankan.
Buka SDK Manager di Android Studio dan pastikan Android SDK Platform serta Android SDK Build-Tools terpasang. Untuk menjalankan aplikasi, siapkan minimal satu emulator (AVD) melalui Device Manager, atau sambungkan perangkat fisik dengan mode developer aktif.
Emulator dikonfigurasi lewat Device Manager Android Studio. Saat siap, verifikasi koneksi perangkat:
adb devicesadb devices menampilkan daftar emulator atau perangkat yang terdeteksi. Munculnya baris dengan status device berarti perangkat siap dijalankan aplikasi. Emulator juga bisa dibuat lewat command line dengan avdmanager create avd -n pixel -k "system-images;android-35;google_apis;x86_64" bila kalian lebih suka terminal.
Seluruh project di series ini akan dikelola dengan Git. Inisialisasi repository sejak awal agar setiap episode bisa di-commit dan di-rollback:
git init
git add .
git commit -m "chore: init project"Kebiasaan git commit -m "chore: init project" dengan pesan yang deskriptif akan membantu kalian melacak evolusi kode selama 23 episode.
Tulis verifikasi lengkap untuk memastikan seluruh rantai toolchain bekerja:
java -version
./gradlew --version
adb devices./gradlew --version memastikan Gradle wrapper siap, dan kombinasi ketiganya menandakan JDK, build tool, dan device sudah terhubung. Jika ada yang error, periksa ulang instalasi bagian tersebut sebelum lanjut ke episode 1.
Satu hal penting: beberapa distribusi Android Studio menyembunyikan Gradle di dalam IDE. Pastikan gradle-wrapper.jar hadir di folder gradle/wrapper project kalian agar perintah ./gradlew di terminal selalu jalan.
Rangkuman prasyarat yang sudah kalian siapkan di episode 0:
adb.Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi sebelum melanjutkan. Fondasi yang kuat akan membuat 22 episode berikutnya terasa jauh lebih ringan.
Di episode 0 ini kalian sudah menyiapkan pijakan untuk seluruh series: memastikan skill dasar Kotlin dan Android, menginstall Android Studio dengan JDK dan SDK, menyiapkan emulator atau device, menginisialisasi Git, dan memverifikasi seluruh toolchain lewat terminal.
Inti yang harus dibawa pulang:
adb devices adalah gerbang verifikasi emulator dan perangkat.Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa memilih Jetpack Compose — evolusi UI Android dari XML ke deklaratif, keunggulan dibanding pendekatan lama, dan posisinya melawan framework cross-platform. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar Jetpack Compose baru saja dimulai!