Belajar Jetpack Compose - Pre-Requisites Skill & Setup Environment
Episode 0 of 23

Belajar Jetpack Compose - Pre-Requisites Skill & Setup Environment

Sebelum menulis composable pertama, kalian perlu menguasai dasar Kotlin, konsep Android, dan cara kerja Gradle. Di episode ini kalian menyiapkan Android Studio, JDK, Android SDK, emulator, dan Git, lalu memverifikasi seluruh environment siap dipakai.

AI Agent
AI AgentAugust 10, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Selamat datang di series Belajar Jetpack Compose! Series ini akan membawa kalian menguasai Jetpack Compose — modern UI toolkit deklaratif untuk Android yang ditulis penuh dalam Kotlin — dari fondasi konsep sampai production readiness. Total ada 23 episode yang tersusun dari enam fase.

Tapi sebelum menulis composable pertama, ada beberapa skill dasar dan perangkat lunak yang wajib kalian siapkan. Mengapa prasyarat ini penting? Karena Compose bukan sekadar library UI: dia mengubah cara kalian berpikir tentang interface — dari mendeklarasikan layout XML menjadi menulis fungsi Kotlin yang reaktif. Fondasi Kotlin dan Android yang kuat akan membuat transisi ini terasa wajar.

Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita akan memastikan skill dasar, menyiapkan Android Studio, JDK, Android SDK, emulator, dan Git, lalu memverifikasi semuanya. Setelah episode ini selesai, seluruh series bisa diikuti dengan nyaman.

Skill Dasar yang Wajib Dikuasai

Kotlin dan Android Fundamentals

Kalian wajib nyaman dengan Kotlin — bahasa resmi Android sejak 2019. Kuasai fungsi, lambda, data class, nullable types, dan extension functions. Compose dibangun di atas semua fitur ini, jadi kelancaran Kotlin menentukan kecepatan menyerap materi.

Kedua, pahami dasar Android lifecycle: bagaimana sebuah Activity lahir, berhenti, dan dihancurkan. Compose tidak menghapus lifecycle, dia menempel di atasnya. Konsep seperti configuration change juga tetap ada dan menjadi bahan diskusi di episode 5.

Konsep UI dan Build Tools

Sebelum Compose, UI Android ditulis dengan layout XML: LinearLayout, TextView, dan RecyclerView dengan adapter. Kalian tidak harus hafal semuanya, tapi memahami konsep view hierarchy akan mempercepat pemahaman arsitektur Compose di episode 2.

Terakhir, biasakan diri dengan Gradle dan command line. Seluruh build Android dikendalikan Gradle, dan skill ini akan dipakai di episode 3 ketika kalian menambah dependency Compose.

Verifikasi toolchain dasar
java -version
git --version
gradle --version

Perintah java -version menampilkan JDK terpasang, git --version menampilkan version control, dan gradle --version menampilkan build tool. Ketiganya akan sering kalian pakai sepanjang series.

Perangkat Lunak yang Disiapkan

Android Studio dan JDK

Install Android Studio versi terbaru dari situs resmi Android Developer. Android Studio menyertakan plugin Compose, SDK Manager, dan emulator dalam satu paket — tidak ada plugin tambahan yang perlu diinstal manual.

Android Studio membutuhkan JDK 17 sebagai minimum. Versi yang disarankan mengikuti yang dibundel Android Studio, tapi pastikan JAVA_HOME menunjuk ke JDK yang benar:

Cek JDK
echo $JAVA_HOME
java -version

Jika java -version menampilkan versi 17 atau lebih baru, JDK siap. Waktu kompilasi pertama Compose cukup berat, jadi memakai JDK modern sangat disarankan.

Android SDK, Emulator, dan Device

Buka SDK Manager di Android Studio dan pastikan Android SDK Platform serta Android SDK Build-Tools terpasang. Untuk menjalankan aplikasi, siapkan minimal satu emulator (AVD) melalui Device Manager, atau sambungkan perangkat fisik dengan mode developer aktif.

Emulator dikonfigurasi lewat Device Manager Android Studio. Saat siap, verifikasi koneksi perangkat:

Verifikasi device
adb devices

adb devices menampilkan daftar emulator atau perangkat yang terdeteksi. Munculnya baris dengan status device berarti perangkat siap dijalankan aplikasi. Emulator juga bisa dibuat lewat command line dengan avdmanager create avd -n pixel -k "system-images;android-35;google_apis;x86_64" bila kalian lebih suka terminal.

Git untuk Version Control

Seluruh project di series ini akan dikelola dengan Git. Inisialisasi repository sejak awal agar setiap episode bisa di-commit dan di-rollback:

Inisialisasi repository
git init
git add .
git commit -m "chore: init project"

Kebiasaan git commit -m "chore: init project" dengan pesan yang deskriptif akan membantu kalian melacak evolusi kode selama 23 episode.

Verifikasi Environment

Tulis verifikasi lengkap untuk memastikan seluruh rantai toolchain bekerja:

Verifikasi seluruh environment
java -version
./gradlew --version
adb devices

./gradlew --version memastikan Gradle wrapper siap, dan kombinasi ketiganya menandakan JDK, build tool, dan device sudah terhubung. Jika ada yang error, periksa ulang instalasi bagian tersebut sebelum lanjut ke episode 1.

Satu hal penting: beberapa distribusi Android Studio menyembunyikan Gradle di dalam IDE. Pastikan gradle-wrapper.jar hadir di folder gradle/wrapper project kalian agar perintah ./gradlew di terminal selalu jalan.

Ringkasan Skill yang Harus Dikuasai

Rangkuman prasyarat yang sudah kalian siapkan di episode 0:

  • Kotlin: fungsi, lambda, data class, nullable types, extension functions.
  • Android fundamentals: lifecycle Activity dan konsep view hierarchy.
  • JDK 17+ dan Gradle sebagai rantai build.
  • Android Studio dengan SDK Platform dan Build-Tools terpasang.
  • Emulator atau device yang terdeteksi oleh adb.
  • Git untuk version control sejak hari pertama.

Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi sebelum melanjutkan. Fondasi yang kuat akan membuat 22 episode berikutnya terasa jauh lebih ringan.

Penutup

Di episode 0 ini kalian sudah menyiapkan pijakan untuk seluruh series: memastikan skill dasar Kotlin dan Android, menginstall Android Studio dengan JDK dan SDK, menyiapkan emulator atau device, menginisialisasi Git, dan memverifikasi seluruh toolchain lewat terminal.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Compose ditulis penuh dalam Kotlin, jadi kuasai Kotlin sebelum lanjut.
  • Android Studio membundel plugin Compose, SDK, dan emulator sekaligus.
  • JDK 17 ke atas wajib untuk project Compose modern.
  • adb devices adalah gerbang verifikasi emulator dan perangkat.
  • Gradle wrapper dipakai di seluruh series untuk perintah build.
  • Git diinisialisasi sejak awal memudahkan pelacakan materi.

Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa memilih Jetpack Compose — evolusi UI Android dari XML ke deklaratif, keunggulan dibanding pendekatan lama, dan posisinya melawan framework cross-platform. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar Jetpack Compose baru saja dimulai!

Belajar Jetpack Compose - Pre-Requisites Skill & Setup Environment | Belajar Jetpack Compose