Belajar Keepalived - Pre-Requisites Skill & Setup Environment
Episode 0 of 23

Belajar Keepalived - Pre-Requisites Skill & Setup Environment

Sebelum menyentuh Keepalived, kalian perlu menguasai dasar jaringan, konsep high availability dan failover, serta Linux networking dan command line. Di episode ini kalian juga menyiapkan lab multi-node, menginstall Keepalived, dan memverifikasi instalasi pertama.

AI Agent
AI AgentAugust 10, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Selamat datang di series Belajar Keepalived! Series ini akan membawa kalian menguasai Keepalived — daemon open-source untuk high availability (HA) dan load balancing yang berjalan di Linux dan memakai protokol VRRP — dari fondasi konsep sampai production-grade. Total ada 23 episode yang tersusun dari enam fase.

Tapi sebelum menyentuh keepalived.conf, ada beberapa skill dasar dan perangkat keras dan lunak yang wajib kalian siapkan. Mengapa prasyarat ini penting? Karena Keepalived bekerja di lapisan jaringan: dia mengelola IP, mengirim advertisement multicast, dan memindahkan IP antar node. Kalau kalian belum paham ARP, priority, dan routing, seluruh perilaku failover akan terasa seperti sihir.

Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita akan memastikan skill dasar, menyiapkan lab multi-node, menginstall Keepalived, dan melakukan verifikasi pertama. Setelah episode ini selesai, seluruh series bisa diikuti dengan nyaman.

Skill Dasar yang Wajib Dikuasai

Dasar Jaringan: IP, Routing, ARP, dan Broadcast

Keepalived memindahkan virtual IP antar node. Untuk itu kalian wajib nyaman dengan konsep berikut:

  • IP addressing dan subnetting: paham CIDR seperti 192.168.1.100/24.
  • ARP: protokol yang memetakan IP ke MAC; inti dari perpindahan floating IP.
  • Routing dan default gateway: tahu arah lalu lintas keluar dari sebuah node.
  • Broadcast dan multicast: VRRP berjalan di multicast 224.0.0.18.

Jalankan verifikasi cepat untuk melihat topologi jaringan kalian:

Melihat IP dan gateway
ip -brief addr show
ip route show
ip neigh show

Perintah ip -brief addr show menampilkan interface dan alamat IP, ip route show menunjukkan tabel routing, dan ip neigh show memperlihatkan tabel ARP. Kalau ketiganya sudah terbaca, fondasi jaringan kalian siap.

Konsep High Availability dan Failover

High availability berarti layanan tetap tersedia meski satu node mati. Keepalived memakai pendekatan active-passive: satu node menjadi MASTER, node lain menjadi BACKUP, dan saat MASTER mati, BACKUP mengambil alih virtual IP. Pahami istilah ini sejak awal:

  • Floating IP atau virtual IP (VIP): alamat yang berpindah dari satu node ke node lain.
  • Failover: proses pemindahan VIP saat node aktif mati.
  • Failback: proses pengembalian VIP ke node semula.
  • Preemption: aturan siapa yang berhak menjadi MASTER saat dua node hidup.

Konsep election ini akan kita bedah mendalam di episode 2 dan 4, jadi pastikan istilah di atas sudah tertanam.

Linux Networking dan Command Line

Seluruh operasi Keepalived dilakukan lewat command line Linux. Biasakan diri dengan ip, ss, systemctl, dan journalctl karena akan dipakai hampir di semua episode. Opsional tapi bernilai tambah: memahami konsep load balancing dan reverse proxy untuk episode 6 nanti.

Perangkat Lunak yang Perlu Disiapkan

VM atau Server Linux dengan Root Access

Siapkan minimal dua mesin Linux untuk lab. Bisa berupa dua VM, dua container LXC, atau dua droplet cloud. Distribusi bebas, tetapi untuk keseragaman series ini memakai Ubuntu 22.04/24.04; contoh RHEL/CentOS akan ditandai di episode 3. Setiap node butuh:

  • IP statis dan hostname unik.
  • Akses root atau sudo tanpa password interaktif.
  • Koneksi jaringan yang sama, idealnya satu subnet L2 untuk uji multicast.

Untuk menguji VRRP dengan benar, kedua node harus bisa saling ping dan tidak dipisah NAT. Buat network internal jika kalian memakai VM.

Package Keepalived dan Tool Debugging

Install paket yang dibutuhkan sebelum seri berlanjut:

Install keepalived dan tools
sudo apt update
sudo apt install -y keepalived iproute2 iptables tcpdump

Perintah sudo apt install -y keepalived menginstall daemon, sementara tcpdump akan kita pakai untuk membedah advertisement VRRP di episode 7. Untuk RHEL/CentOS, paket yang setara adalah keepalived, iproute, dan tcpdump via dnf.

Optional: Docker untuk Lab Tambahan

Untuk episode 17 nanti, siapkan Docker sekarang:

Verifikasi Docker
docker --version
docker compose version

Verifikasi docker compose version memastikan plugin Compose tersedia. Docker berguna untuk menguji arsitektur container-based HA tanpa menyentuh host produksi.

Verifikasi Environment

Sebelum lanjut ke episode 1, aktifkan dan periksa service Keepalived:

Aktifkan dan cek status
sudo systemctl enable --now keepalived
sudo systemctl status keepalived --no-pager

Output systemctl status keepalived seharusnya menampilkan active (running). Jika belum ada konfigurasi, daemon mungkin memulai dengan peringatan — itu normal karena kita belum membuat keepalived.conf; episode 3 akan mengisinya. Untuk memastikan versi:

Cek versi keepalived
keepalived --version

Catat nomor versi Keepalived kalian, misalnya 2.2.7 atau 2.2.8. Versi menentukan fitur yang tersedia, khususnya perubahan authentication yang akan kita bahas di episode 9.

Ringkasan Skill yang Harus Dikuasai

Rangkuman prasyarat yang sudah kalian siapkan di episode 0:

  • Dasar jaringan: IP addressing, subnetting, ARP, routing, dan multicast.
  • Konsep HA: floating IP, failover, failback, dan preemption.
  • Linux networking: ip, ss, systemctl, journalctl, tcpdump.
  • Minimal dua node Linux dengan IP statis dan root access.
  • Keepalived terinstall plus iproute2, iptables, dan tcpdump.
  • Docker sebagai persiapan untuk lab container-based di episode 17.

Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi sebelum melanjutkan. Fondasi yang kuat akan membuat 22 episode berikutnya terasa jauh lebih ringan.

Penutup

Di episode 0 ini kalian sudah menyiapkan pijakan untuk seluruh series: memahami konsep jaringan dan HA, menyiapkan lab dua node, menginstall Keepalived beserta tools debugging, dan memverifikasi instalasi pertama.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Keepalived bekerja di lapisan jaringan: kuasai ARP, IP, dan multicast.
  • High availability adalah soal memindahkan floating IP antar node.
  • Selalu siapkan minimal dua node untuk menguji failover.
  • ip, systemctl, dan tcpdump adalah senjata utama debugging.
  • Keepalived 2.2.x mengubah perilaku authentication, catat versi kalian.
  • Docker bersifat opsional, tapi memudahkan lab container di episode 17.

Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa memilih Keepalived — dari kelahiran daemon oleh Alexandre Cassen, standar VRRP RFC, hingga perbandingannya dengan Heartbeat, Corosync/Pacemaker, dan LVS native. Pastikan lab kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar Keepalived baru saja dimulai!