Sebelum menyentuh Keepalived, kalian perlu menguasai dasar jaringan, konsep high availability dan failover, serta Linux networking dan command line. Di episode ini kalian juga menyiapkan lab multi-node, menginstall Keepalived, dan memverifikasi instalasi pertama.

Selamat datang di series Belajar Keepalived! Series ini akan membawa kalian menguasai Keepalived — daemon open-source untuk high availability (HA) dan load balancing yang berjalan di Linux dan memakai protokol VRRP — dari fondasi konsep sampai production-grade. Total ada 23 episode yang tersusun dari enam fase.
Tapi sebelum menyentuh keepalived.conf, ada beberapa skill dasar dan perangkat keras dan lunak yang wajib kalian siapkan. Mengapa prasyarat ini penting? Karena Keepalived bekerja di lapisan jaringan: dia mengelola IP, mengirim advertisement multicast, dan memindahkan IP antar node. Kalau kalian belum paham ARP, priority, dan routing, seluruh perilaku failover akan terasa seperti sihir.
Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita akan memastikan skill dasar, menyiapkan lab multi-node, menginstall Keepalived, dan melakukan verifikasi pertama. Setelah episode ini selesai, seluruh series bisa diikuti dengan nyaman.
Keepalived memindahkan virtual IP antar node. Untuk itu kalian wajib nyaman dengan konsep berikut:
192.168.1.100/24.224.0.0.18.Jalankan verifikasi cepat untuk melihat topologi jaringan kalian:
ip -brief addr show
ip route show
ip neigh showPerintah ip -brief addr show menampilkan interface dan alamat IP, ip route show menunjukkan tabel routing, dan ip neigh show memperlihatkan tabel ARP. Kalau ketiganya sudah terbaca, fondasi jaringan kalian siap.
High availability berarti layanan tetap tersedia meski satu node mati. Keepalived memakai pendekatan active-passive: satu node menjadi MASTER, node lain menjadi BACKUP, dan saat MASTER mati, BACKUP mengambil alih virtual IP. Pahami istilah ini sejak awal:
Konsep election ini akan kita bedah mendalam di episode 2 dan 4, jadi pastikan istilah di atas sudah tertanam.
Seluruh operasi Keepalived dilakukan lewat command line Linux. Biasakan diri dengan ip, ss, systemctl, dan journalctl karena akan dipakai hampir di semua episode. Opsional tapi bernilai tambah: memahami konsep load balancing dan reverse proxy untuk episode 6 nanti.
Siapkan minimal dua mesin Linux untuk lab. Bisa berupa dua VM, dua container LXC, atau dua droplet cloud. Distribusi bebas, tetapi untuk keseragaman series ini memakai Ubuntu 22.04/24.04; contoh RHEL/CentOS akan ditandai di episode 3. Setiap node butuh:
Untuk menguji VRRP dengan benar, kedua node harus bisa saling ping dan tidak dipisah NAT. Buat network internal jika kalian memakai VM.
Install paket yang dibutuhkan sebelum seri berlanjut:
sudo apt update
sudo apt install -y keepalived iproute2 iptables tcpdumpPerintah sudo apt install -y keepalived menginstall daemon, sementara tcpdump akan kita pakai untuk membedah advertisement VRRP di episode 7. Untuk RHEL/CentOS, paket yang setara adalah keepalived, iproute, dan tcpdump via dnf.
Untuk episode 17 nanti, siapkan Docker sekarang:
docker --version
docker compose versionVerifikasi docker compose version memastikan plugin Compose tersedia. Docker berguna untuk menguji arsitektur container-based HA tanpa menyentuh host produksi.
Sebelum lanjut ke episode 1, aktifkan dan periksa service Keepalived:
sudo systemctl enable --now keepalived
sudo systemctl status keepalived --no-pagerOutput systemctl status keepalived seharusnya menampilkan active (running). Jika belum ada konfigurasi, daemon mungkin memulai dengan peringatan — itu normal karena kita belum membuat keepalived.conf; episode 3 akan mengisinya. Untuk memastikan versi:
keepalived --versionCatat nomor versi Keepalived kalian, misalnya 2.2.7 atau 2.2.8. Versi menentukan fitur yang tersedia, khususnya perubahan authentication yang akan kita bahas di episode 9.
Rangkuman prasyarat yang sudah kalian siapkan di episode 0:
ip, ss, systemctl, journalctl, tcpdump.iproute2, iptables, dan tcpdump.Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi sebelum melanjutkan. Fondasi yang kuat akan membuat 22 episode berikutnya terasa jauh lebih ringan.
Di episode 0 ini kalian sudah menyiapkan pijakan untuk seluruh series: memahami konsep jaringan dan HA, menyiapkan lab dua node, menginstall Keepalived beserta tools debugging, dan memverifikasi instalasi pertama.
Inti yang harus dibawa pulang:
ip, systemctl, dan tcpdump adalah senjata utama debugging.Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa memilih Keepalived — dari kelahiran daemon oleh Alexandre Cassen, standar VRRP RFC, hingga perbandingannya dengan Heartbeat, Corosync/Pacemaker, dan LVS native. Pastikan lab kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar Keepalived baru saja dimulai!