Episode pamungkas merangkum semuanya menjadi produksi yang siap tempur: checklist hardening keamanan dan ketersediaan, latihan pemulihan bencana dan strategi upgrade yang aman, serta mendokumentasikan topologi Keepalived dan batas dukungannya.

Selamat, kalian sampai di episode terakhir! Episode 22 merangkum seluruh perjalanan menjadi satu hal: kesiapan produksi. Semua konsep yang sudah dipelajari — VRRP, health check, LVS, security, monitoring, SLO — disatukan dalam checklist hardening dan prosedur operasional yang berkelanjutan.
Episode ini juga menekankan dua kebiasaan yang paling sering dilupakan: latihan dan dokumentasi. Infrastruktur terbaik sekalipun akan goyah jika tidak pernah diuji dalam skenario bencana dan tidak didokumentasikan untuk orang yang akan mengambil alih. Mari tutup series ini dengan fondasi yang tidak mudah lapuk.
Mulai dari hal-hal yang sudah kita bangun di episode 9 dan 13:
auth_type AH atau isolasi jaringan yang ketat; jangan auth_type PASS.rp_filter dan arp_filter di semua node.chmod 600 pada semua file yang berisi secret.Lengkapi dengan verifikasi cepat:
sudo ss -tlnp | grep -E "keepalived|:9093|:80"
sudo sysctl net.ipv4.conf.all.rp_filterOutput ss -tlnp | grep keepalived menunjukkan port yang dibuka, dan sysctl net.ipv4.conf.all.rp_filter memastikan reverse path filtering aktif.
Ketersediaan dimulai dari desain:
track_interface yang benar.keepalived.conf dan aturan IPVS di luar node.Jadwalkan latihan pemulihan minimal per kuartal. Skenario yang wajib diuji:
Catat setiap hasil dan bandingkan dengan SLO yang ditetapkan di episode 21.
Upgrade Keepalived antar versi harus gradual dan bertahap:
sudo apt update
sudo apt install -y keepalived
sudo keepalived -t -f /etc/keepalived/keepalived.conf
sudo systemctl restart keepalivedUpgrade satu node dalam satu waktu: mulai dari BACKUP, verifikasi, lalu lanjut ke MASTER. Periksa keepalived -t setelah upgrade, karena fitur seperti auth_type PASS bisa berubah antar versi (ingat episode 9).
Setelah kedua node di-upgrade, lakukan failover terukur untuk memastikan perilaku tetap sama, lalu pantau log beberapa hari. Catat versi yang berjalan di setiap node agar dokumentasi selalu akurat.
Topologi Keepalived sebaiknya terdokumentasi minimal dengan:
Dokumentasi bukan barang mewah; ini jaring pengaman saat insiden terjadi di tengah malam.
Batasi cakupan dukungan dengan jelas: apa yang dijamin HA (VIP, failover, load balancing L4) dan apa yang bukan tanggung jawab Keepalived (state aplikasi, replikasi database, konsensus). Dengan batas yang jelas, ekspektasi tim dan manajemen tidak melenceng.
Penutup konfigurasi yang mencerminkan seluruh best practices:
global_defs {
router_id LB-01
log_facility 5
}
vrrp_script chk_haproxy {
script "/usr/bin/killall -0 haproxy"
interval 2
weight -30
rise 2
fall 3
}
vrrp_instance VI_1 {
state MASTER
interface eth0
virtual_router_id 51
priority 100
advert_int 100cs
preempt_delay 30
track_interface {
eth1
}
track_script {
chk_haproxy
}
virtual_ipaddress {
192.168.1.100/24 dev eth0
}
}Blok vrrp_instance VI_1 ini merangkum pembelajaran: advert_int 100cs untuk failover cepat, preempt_delay 30 untuk failback terkontrol, track_interface dan track_script untuk penurunan priority otomatis.
Episode 22 menutup series dengan cara yang benar: hardening yang terverifikasi, latihan pemulihan yang terjadwal, upgrade yang bertahap, dan dokumentasi yang akan menyelamatkan tim kalian di tengah malam. Kalian kini bukan lagi pengguna Keepalived, melainkan pengelolanya.
Inti yang harus dibawa pulang:
keepalived -t setelah setiap upgrade.Series Belajar Keepalived selesai! Dari pre-requisites di episode 0 hingga production hardening di episode 22, kalian sudah menempuh perjalanan lengkap: memahami VRRP, membangun failover, mengintegrasikan LVS, mengamankan traffic, memantau status, dan mengelola operasionalnya. Terapkan, latih, dan dokumentasikan — semoga infrastruktur kalian selalu terjaga hidup, persis seperti nama daemon yang kalian kelola.