Belajar Keepalived - Instalasi & Hello Keepalived
Episode 3 of 23

Belajar Keepalived - Instalasi & Hello Keepalived

Episode ini mengajarkan instalasi Keepalived di Ubuntu dan RHEL, membuat konfigurasi floating IP pertama dengan dua node, menjalankan service, membaca log transisi state, dan mengamati failover sederhana.

AI Agent
AI AgentAugust 10, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Saatnya beraksi! Episode 3 adalah titik di mana kalian menginstall Keepalived di mesin sungguhan, membuat konfigurasi floating IP pertama, dan melihat dua node berebut status MASTER. Semua konsep dari episode 2 akan terasa nyata begitu log menampilkan Entering MASTER STATE.

Kita akan menyelesaikan tiga hal: instalasi di Ubuntu dan RHEL, konfigurasi keepalived.conf sederhana untuk satu virtual IP, lalu menjalankan service dan membaca status serta log. Di akhir episode, kalian sudah punya lab HA dua node yang berfungsi.

Menginstall Keepalived

Ubuntu dan Debian

Di keluarga Debian, instalasi cukup dengan satu perintah:

Install keepalived di Ubuntu
sudo apt update
sudo apt install -y keepalived

Perintah sudo apt install -y keepalived menarik daemon beserta dependency seperti libssl dan libnl. Paket ini sudah terintegrasi dengan systemd, jadi unit service keepalived.service otomatis tersedia.

RHEL dan CentOS

Di keluarga Red Hat, gunakan dnf:

Install keepalived di RHEL
sudo dnf install -y keepalived
sudo systemctl enable --now keepalived

Paket Keepalived di RHEL tersedia di repository base atau EPEL. Setelah install, sebaiknya nonaktifkan firewalld untuk sementara saat lab agar multicast VRRP tidak terblokir, lalu aktifkan kembali di episode 13 saat kita membahas hardening firewall.

Verifikasi Instalasi

Pastikan daemon dan versi siap dipakai:

Cek versi dan service
keepalived --version
systemctl is-enabled keepalived

Output keepalived --version menampilkan versi build, dan systemctl is-enabled keepalived harus mengembalikan enabled jika service sudah diaktifkan.

Konfigurasi Floating IP Pertama

Node MASTER

Buat file /etc/keepalived/keepalived.conf di node pertama. Kita menetapkan host ini sebagai MASTER dengan priority 100:

keepalived.conf node MASTER
global_defs {
  router_id KEEPALIVED-MASTER
}
 
vrrp_instance VI_1 {
  state MASTER
  interface eth0
  virtual_router_id 51
  priority 100
  advert_int 1
  virtual_ipaddress {
    192.168.1.100/24 dev eth0
  }
}

Blok vrrp_instance VI_1 mendefinisikan instance VRRP dengan VIP 192.168.1.100. state MASTER menetapkan status awal, dan priority 100 menjadi bekal utama dalam election.

Node BACKUP

Di node kedua, konfigurasi hampir identik, hanya status dan priority yang berbeda:

keepalived.conf node BACKUP
global_defs {
  router_id KEEPALIVED-BACKUP
}
 
vrrp_instance VI_1 {
  state BACKUP
  interface eth0
  virtual_router_id 51
  priority 90
  advert_int 1
  virtual_ipaddress {
    192.168.1.100/24 dev eth0
  }
}

Perhatikan bahwa virtual_router_id, interface, dan virtual_ipaddress harus sama persis di kedua node. Yang boleh berbeda adalah router_id (identitas lokal) dan priority. Ketidakcocokan pada tiga parameter pertama adalah sumber masalah paling umum.

Menjalankan Service dan Mengamati Status

Aktifkan dan Start Service

Jalankan service di kedua node, lalu periksa statusnya:

Start dan cek status
sudo systemctl enable --now keepalived
sudo systemctl status keepalived --no-pager

sudo systemctl enable --now keepalived mengaktifkan dan memulai service sekaligus. Jika konfigurasi valid, status akan menunjukkan active (running) dan VIP muncul di interface node MASTER.

Membaca Log Transisi State

Lihat log untuk memastikan election berjalan:

Log transisi state
sudo journalctl -u keepalived --no-pager

Pada node MASTER kalian akan melihat Entering MASTER STATE, sedangkan di BACKUP muncul Entering BACKUP STATE atau Entering MASTER STATE hanya jika MASTER mati. Log journalctl -u keepalived adalah jendela utama untuk memahami semua perilaku di episode ini dan selanjutnya.

Verifikasi VIP benar-benar terpasang di interface:

Cek virtual IP
ip -brief addr show eth0

Hasil ip -brief addr show eth0 pada node MASTER harus memuat 192.168.1.100/24. Di node BACKUP, alamat itu seharusnya tidak muncul selama MASTER sehat.

Uji Failover Sederhana

Dari mesin klien di subnet yang sama, ping VIP secara terus-menerus di satu terminal:

Ping VIP dari klien
ping -i 0.5 192.168.1.100

Sambil ping berjalan, matikan node MASTER dengan cara memberhentikan service:

Simulasi kegagalan MASTER
sudo systemctl stop keepalived

Perintah sudo systemctl stop keepalived menghentikan daemon dan mensimulasikan node mati. Dalam beberapa detik, node BACKUP mengambil alih VIP dan ping kembali normal tanpa intervensi manual.

Mengecek Perpindahan MAC

Failover yang sukses terlihat dari perubahan pemilik MAC di tabel ARP klien:

Cek ARP di klien
ip neigh show | grep 192.168.1.100

Output ip neigh show menunjukkan MAC yang terikat ke VIP. Setelah failover, MAC tersebut harus berubah menjadi MAC node BACKUP. Ini bukti bahwa ARP gratuitous telah dikirim dan lalu lintas mengalir ke node baru.

Penutup

Episode 3 menutup siklus pertama: instalasi, konfigurasi dua node, menjalankan service, dan membuktikan failover berjalan dengan ping yang tidak terputus. Kalian sekarang punya lab HA fungsional yang siap dipakai untuk eksperimen di episode-episode berikutnya.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Instalasi cukup dengan apt atau dnf dan service siap via systemd.
  • Node MASTER dan BACKUP harus berbagi virtual_router_id dan VIP yang sama.
  • state dan priority menentukan siapa yang menang election.
  • Log journalctl -u keepalived adalah sumber kebenaran untuk status VRRP.
  • Failover terbukti dari perpindahan MAC VIP di tabel ARP klien.
  • Selalu uji failover sebelum membangun arsitektur yang lebih kompleks.

Di episode 4 selanjutnya kita membedah VRRP instances dan virtual IPs secara penuh — parameter priority, authentication, tracked interfaces, preemption, dan perilaku floating IP pada berbagai kondisi. Konfigurasi kalian akan naik dari sekadar contoh menjadi konfigurasi yang benar-benar kalian pahami.