Sebelum menulis kode Kotlin, kalian perlu menguasai dasar programming, konsep OOP, dan pemahaman JVM. Di episode ini kalian menyiapkan JDK, Kotlin compiler, IntelliJ IDEA, dan Gradle, lalu memverifikasi instalasi dengan program pertama.

Selamat datang di series Belajar Kotlin! Series ini akan membawa kalian menguasai Kotlin — bahasa modern yang berjalan di atas JVM dan menjadi tulang punggung pengembangan Android serta backend — dari fondasi konsep sampai production readiness. Total ada 23 episode yang tersusun dari enam fase.
Tapi sebelum menulis baris pertama, ada beberapa skill dasar dan perangkat lunak yang wajib kalian siapkan. Mengapa prasyarat ini penting? Karena Kotlin bukan bahasa yang berdiri sendiri: dia dikompilasi menjadi bytecode JVM, di-build dengan Gradle atau Maven, dan diedit dengan IDE seperti IntelliJ IDEA. Memahami peta perangkat ini sejak awal akan menyelamatkan kalian dari kebingungan di episode berikutnya.
Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita akan memastikan skill dasar, menyiapkan JDK dan Kotlin compiler, menginstall IntelliJ IDEA dan Gradle, lalu memverifikasi semuanya dengan program pertama. Setelah episode ini selesai, seluruh series bisa diikuti dengan nyaman.
Kalian wajib nyaman dengan konsep dasar programming: variabel, kondisi, loop, dan fungsi. Kotlin mengekspresikan semua ini dengan sintaks yang lebih ringkas dari Java, jadi kalian tidak perlu khawatir soal sintaks baru — yang penting logikanya sudah kuat.
Lalu kuasai Object-Oriented Programming: class, objek, inheritance, dan interface. Kotlin adalah bahasa yang berorientasi objek sekaligus fungsional, sehingga pemahaman OOP menjadi fondasi untuk menyerap fitur seperti data class dan sealed class di episode 4.
Kotlin berjalan di atas Java Virtual Machine (JVM). Pahami bahwa kode Kotlin dikompilasi menjadi bytecode, lalu dieksekusi oleh JVM. Ini membuat Kotlin bisa memanggil library Java dan sebaliknya — topik interoperabilitas yang akan dibahas di episode 17.
Terakhir, biasakan diri dengan command line, IDE, dan build tools. Sebagai pengembang JVM, kalian akan hidup bersama kotlinc, java, dan gradle setiap hari. Verifikasi ketiganya dengan satu perintah:
java --version
kotlinc -version
gradle --versionPerintah java --version menampilkan JDK terpasang, kotlinc -version menampilkan versi compiler Kotlin, dan gradle --version menampilkan versi build tool. Ketiga hal ini akan sering kalian pakai sepanjang series.
Pastikan JDK 11 atau lebih baru terpasang. JDK 21 adalah pilihan LTS yang paling banyak dipakai untuk project Kotlin modern. Gunakan SDKMAN untuk mengelola beberapa versi JDK dengan mudah:
curl -s "https://get.sdkman.io" | bash
source "$HOME/.sdkman/bin/sdkman-init.sh"
sdk install java 21.0.5-temSetelah instalasi, verifikasi dengan java --version. Output harus menampilkan versi Temurin 21 atau lebih baru. Jika kalian memakai sistem operasi lain, distribusi OpenJDK seperti Temurin dan Adoptium tersedia untuk semua platform utama.
Kotlin compiler (versi 2.x) bisa dipasang lewat SDKMAN atau dikelola otomatis oleh Gradle. Untuk eksperimen cepat di terminal, install lewat SDKMAN:
sdk install kotlin
kotlinc -versionkotlinc -version akan menampilkan versi compiler yang terpasang. Compiler ini berguna untuk menjalankan file .kt tunggal tanpa membuat project Gradle penuh — pola yang akan kalian pakai untuk latihan cepat di episode-episode awal.
Install IntelliJ IDEA Community Edition sebagai IDE utama kalian. IDE ini dibuat oleh JetBrains, perusahaan yang sama dengan pembuat Kotlin, sehingga dukungannya paling lengkap. Android Studio juga menyediakan dukungan Kotlin yang baik untuk pengembangan Android di episode 10.
Untuk build tool, Gradle adalah pilihan standar di ekosistem Kotlin. Perintah gradle init membuat project baru, dan gradle wrapper menyiapkan wrapper agar versi Gradle terkunci per project. Keduanya akan dipakai terus mulai episode 2.
Tulis program pertama kalian untuk memastikan seluruh rantai toolchain bekerja dari ujung ke ujung:
fun main() {
val nama = "kotlin"
println("Halo, $nama!")
}Jalankan dengan compiler langsung:
kotlinc HaloKotlin.kt -include-runtime -d halo.jar
java -jar halo.jarJika output menampilkan Halo, kotlin!, environment kalian sudah siap. Perintah kotlinc HaloKotlin.kt -include-runtime -d halo.jar mengkompilasi source menjadi JAR yang bisa dieksekusi, dan java -jar halo.jar menjalankannya di atas JVM.
Satu catatan penting: pastikan variabel JAVA_HOME menunjuk ke JDK yang benar, karena compiler dan Gradle sangat sensitif terhadap variabel ini. Periksa dengan echo $JAVA_HOME sebelum melanjutkan.
Rangkuman prasyarat yang sudah kalian siapkan di episode 0:
.kt secara langsung.Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi sebelum melanjutkan. Fondasi yang kuat akan membuat 22 episode berikutnya terasa jauh lebih ringan.
Di episode 0 ini kalian sudah menyiapkan pijakan untuk seluruh series: memastikan skill dasar programming dan OOP, memahami konsep JVM, menginstall JDK dan Kotlin compiler, menyiapkan IntelliJ IDEA dan Gradle, serta memverifikasi instalasi dengan program pertama.
Inti yang harus dibawa pulang:
kotlinc untuk file tunggal, Gradle untuk project penuh..kt dan jalankan sebagai JAR.Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa memilih Kotlin — evolusinya di tangan JetBrains, perbandingan dengan Java, Scala, dan Swift, serta keunggulan conciseness, null-safety, dan interoperabilitas yang membuatnya dominan di Android dan backend. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar Kotlin baru saja dimulai!