Membedah mengapa infrastruktur serius membutuhkan distributed storage: masalah storage tradisional di Kubernetes, persyaratan self-healing dan multi-protokol, kenapa Ceph matang dan Rook mengorkestrasinya, serta posisi Rook-Ceph dibanding Longhorn dan OpenEBS.

Di episode 0 kita menyiapkan cluster dan disk mentah. Episode 1 menjawab pertanyaan fundamental: kenapa harus distributed storage? Kalau Longhorn RWO (seri sebelumnya) sudah bagus untuk database, mengapa kita membutuhkan sesuatu yang lebih besar?
Mengapa penting? Karena perbedaan antara "aplikasi jalan" dan "infrastruktur serius" adalah keputusan arsitektur storage. Distributed storage menentukan bagaimana data disimpan, direplikasi, digagalkan, dan di-scale ketika organisasi tumbuh. Memahami alasannya membantu kalian memilih solusi yang tepat — bukan sekadar yang populer.
NFS klasik (single server) sederhana dan familiar, tetapi:
Me-mount direktori node langsung (hostPath) memberi performa penuh, tetapi:
Managed block/object dari cloud (EBS, EFS, S3) nyaman, tapi:
Ketika organisasi menjalankan beban kritis — mikroservices, database reproduksi, data pipelines, media streaming — storage harus:
Infrastruktur besar butuh tiga tipe storage sekaligus:
| Kebutuhan | Protokol |
|---|---|
| Database | Block (RBD) |
| File berbagi antar Pod | File (CephFS) |
| Media besar / S3 client | Object (RGW/S3) |
Memiliki semuanya dalam satu cluster menyederhanakan operasional, versioning, dan DR — satu kendali.
Ceph adalah proyek open-source dengan lebih dari 10 tahun track record produksi. Ia dirancang sebagai distributed system sejati:
Rook adalah operator Kubernetes yang mengelola Ceph:
Ini berarti kalian tidak mengelola Ceph manual — Rook yang menangani penyebaran, upgrade, dan health.
Dengan satu deployment, Ceph menyediakan:
Block → CephBlockPool (RBD) → RWO untuk database
File → CephFilesystem (CephFS) → RWX untuk berbagi file
Object → CephObjectStore (RGW) → S3-compatible untuk bucketIni berbeda dengan Longhorn yang fokus block, atau NFS murni file.
| Solusi | Fitur | Resource | Best For |
|---|---|---|---|
| Rook-Ceph | Block + File + Object, paling lengkap | Resource-hungry | "Serious infra", multi-protocol, petabyte |
| Longhorn | Simple replicated block | Ringan | RWO database di cluster self-hosted |
| OpenEBS | Local + replicated block | Lab-friendly | Lab murah, workload ringan |
Note
Rook-Ceph bukan "Longhorn yang lebih besar". Ia adalah platform storage mandiri dengan cost operasional tinggi — cocok ketika organisasi memang membutuhkan tiga protokol dalam satu kesatuan. Jangan memilihnya hanya karena ingin "efek mewah".
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 2 selanjutnya kita akan membedah arsitektur Ceph & Rook operator — komponen MON/OSD/MGR/MDS/RGW, fondasi RADOS, algoritma CRUSH, dan cara kerja operator lewat CRDs. Sampai jumpa di episode 2!