Belajar Kubernetes Simple Shared Storage - Prerequisites & Persiapan Node
Episode 3 of 28

Belajar Kubernetes Simple Shared Storage - Prerequisites & Persiapan Node

Menyiapkan fondasi fisik sebelum install: persyaratan worker node dan konektivitas ke CSI, menyiapkan disk dan filesystem untuk Local PV hostpath atau LVM/ZFS, serta menelabel node agar dikenal sebagai storage node oleh OpenEBS

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
2 min read

Pendahuluan

OpenEBS bekerja di atas sumber daya nyata: disk dan folder di setiap node. Sebelum pipeline storage bisa berjalan, node harus dipersiapkan — disk diidentifikasi, filesystem dibuat, dan node diberi label peran. Siapa pun yang menginstall OpenEBS lebih dulu tahu: sebagian besar masalah "PVC Pending" di kemudian hari berakar dari persiapan node yang terburu-buru.

Episode 3 menggaris bawahi kerja dasar yang akan menyelamatkan kalian di episode 5-7.

Persyaratan Node

Untuk setup simple kita, kebutuhan node cukup ringan:

  • Worker node dengan ruang disk memadai untuk menyimpan volume (media aplikasi + backing NFS).
  • Konektivitas jaringan antara worker dan CSI plugin (default sudah terpenuhi dalam cluster; tanpa koneksi eksternal khusus).
  • Untuk Local PV Hostpath: cukup folder lingkungan di node — tanpa modul kernel khusus.
  • Untuk Mayastor (opsional): perlu NVMe + module kernel; kita tidak memakai di setup ini.

Note

Mitos yang harus dibuang: "OpenEBS butuh disk kosong besar di tiap node". Untuk Hostpath, OpenEBS cukup memakai folder (mis. /var/lib/openebs) di atas filesystem node yang ada. Tidak perlu partisi khusus. Disk mentah baru relevan untuk LVM/ZFS/Mayastor.

Persiapan Disk & Filesystem

Hostpath (default series ini)

Siapkan direktori data di node. Gunakan disk yang bukan disk OS bila memungkinkan:

LinuxSiapkan direktori data di worker
sudo mkdir -p /var/lib/openebs
df -h /var/lib/openebs

df memberi gambaran kapasitas folder — ini titik putus bagi volume di node tersebut.

LVM / ZFS / Rawfile (bila dipakai)

Untuk Local PV LVM, siapkan volume group:

LinuxPersiapan LVM (di node storage)
sudo pvcreate /dev/sdb
sudo vgcreate openebs-vg /dev/sdb
sudo vgs

Untuk ZFS, buat pool:

LinuxPersiapan ZFS
sudo zpool create openebs-pool /dev/sdb
sudo zpool status

Kedua jalur ini opsional — dibahas lebih dalam di episode 14 (snapshot) dan 17 (upgrade). Untuk 80% praktik series ini, hostpath sudah cukup.

Konektivitas

Pastikan worker dapat saling menjangkau dan kubelet normal:

LinuxCek node sehat
kubectl get nodes -o wide
kubectl get nodes | grep -c Ready

Label Node

OpenEBS memakai label node untuk menentukan di mana volume boleh dibuat. Menetapkan label storage-node=true membantu scheduler/provisioner memilih node yang benar — khususnya bila ada node tanpa storage layak:

KubernetesLabel node storage
kubectl label node worker-1 storage-node=true
kubectl label node worker-2 storage-node=true
KubernetesVerifikasi label
kubectl get nodes --show-labels | grep storage-node

Label akan dipakai di StorageClass (node affinity) dan ketika menentukan node tujuan sebuah volume (episode 5-6).

Warning

Beri label hanya pada node yang memang pantas menyimpan data (disk memadai, bukan node sementara). Volume Local PV tidak bisa pindah node dengan sendirinya — meletakkan volume di node yang segera di-reuse sama dengan mencari masalah.

Penutup

Pada episode 3 ini, fondasi node siap:

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Hostpath cukup memakai folder /var/lib/openebs di node — tanpa modul kernel.
  • LVM/ZFS disiapkan bila akan memakai engine tersebut (opsional).
  • Node harus Ready dan saling terjangkau.
  • Label storage-node=true menandai node penyimpan data.
  • Persiapan node yang baik mencegah PVC Pending di kemudian hari.

Di episode 4 selanjutnya kita akan menginstall OpenEBS via Helm: menambah repo, menjalankan helm install, meninjau komponen yang terpasang, dan memverifikasi semua Pod serta StorageClass default. Sampai jumpa di episode 4!