Belajar KVM & QEMU - virt-install & virt-manager
Episode 11 of 23

Belajar KVM & QEMU - virt-install & virt-manager

Mempercepat provisioning VM dengan virt-install yang non-interaktif dan berbasis flag, cloning dengan virt-clone, serta mengelola resource dan device VM secara visual lewat GUI virt-manager

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
2 min read

Pendahuluan

Mengetik command line QEMU manual (episode 6-8) bagus untuk belajar, tapi untuk kerja sehari-hari kita butuh kecepatan. Episode 11 memperkenalkan virt-install — front-end libvirt yang menerjemahkan flag sederhana menjadi XML domain lengkap — dan virt-manager — GUI untuk memvisualisasikan resource VM.

Pola pikir yang penting: virt-install dan virt-manager menghasilkan hal yang sama — XML domain libvirt. Keduanya adalah pembungkus, bukan teknologi baru. Yang kalian pelajari di episode 10 tetap berlaku.

virt-install: Provisioning Non-Interaktif

Membuat VM baru tanpa wizard GUI, langsung dari CLI:

Install Ubuntu dari ISO dengan virt-install
virt-install \
  --name web1 \
  --memory 2048 \
  --vcpus 2 \
  --disk size=20 \
  --os-variant ubuntu24.04 \
  --cdrom /home/user/ubuntu-24.04.3-live-server-amd64.iso \
  --network network=default \
  --graphics none --console pty,target_type=serial

Bedah setiap flag:

FlagFungsi
--nameNama VM
--memory / --vcpusAlokasi resource
--disk size=20Buat otomatis qcow2 20G di pool default
--os-variantProfil OS untuk tuning default (ACPI, virtio, dsb)
--cdromISO installer
--networkJaringan default (NAT)
--graphics none --console ...Headless via serial console

--os-variant penting — lihat daftar dengan osinfo-query os:

Cari variant OS yang tersedia
osinfo-query os | grep -i ubuntu

Tanpa --os-variant, virt-install memakai default generik — umumnya masih jalan, tapi kehilangan tuning spesifik (misal model NIC yang tepat).

Variasi Disk

Tiga cara memberi disk yang setara:

Buat image otomatis 20G
--disk size=20
Pakai image yang sudah ada
--disk path=/data/vms/web1.qcow2,format=qcow2
Import disk tanpa instalasi
virt-install --name web1 --import \
  --disk path=/data/vms/web1.qcow2,format=qcow2 \
  --os-variant ubuntu24.04

Mode --import melewatkan installer — disk sudah berisi OS. Ini jalur tercepat untuk memindahkan VM dari backup atau host lain.

virt-clone: Kloning VM

Kloning VM yang sudah jadi, termasuk disknya:

Clone VM web1 menjadi web2
virt-clone \
  --original web1 \
  --name web2 \
  --auto-clone

--auto-clone membuat disk baru dari disk asli dengan nama otomatis (web2.qcow2). Untuk mengontrol lokasi disk:

Clone dengan lokasi disk eksplisit
virt-clone --original web1 --name web2 \
  --file /data/vms/web2.qcow2

Warning

Sebelum clone, pastikan VM asli dalam keadaan bersih: ssh-keygen keys, hostname, dan machine-id di guest akan terduplikasi. Proses clone libvirt tidak otomatis mengubahnya — kalian harus un-clean lagi di guest hasil clone (atau pakai cloud-init seperti episode 14).

virt-manager: GUI Manajemen

virt-manager memberi tampilan visual untuk seluruh operasi di atas:

Install virt-manager
sudo apt install virt-manager

Fitur utama yang sering dipakai:

  • Buat/import VM lewat wizard yang sama dengan virt-install.
  • Inspeksi performance: CPU usage, memory, disk I/O per VM dalam grafik waktu nyata.
  • Device management: tambah/hapus disk, NIC, dan perangkat lain via dialog.
  • Display console: akses VNC/SPICE guest dari dalam aplikasi.

Secara mental: apa pun yang bisa dilakukan virt-manager, bisa dilakukan virsh/virt-install. GUI hanya view yang nyaman. Di produksi tanpa X11, kalian tetap bergantung pada CLI.

Kapan Memakai Apa

AlatTerbaik Untuk
virt-installOtomasi, script, provisioning berulang
virt-cloneDuplikasi VM/golden image dengan cepat
virt-managerLab, debugging visual, manajemen satu-dua VM
virsh + XMLKontrol penuh, script, IaC

Common Pitfalls

  • Lupa --os-variant: hasil VM dengan device model generik — biasanya masih bisa, tetapi tuning hilang.
  • --import tanpa disk valid: virt-install gagal di tengah dengan error XML.
  • Clone VM hidup: menduplikasi VM yang sedang berjalan berisiko menghasilkan disk tidak konsisten — shutdown dulu atau pastikan filesystem sinkron.
  • virt-manager tidak connect: pastikan paket virt-manager dan virt-viewer terinstall; error koneksi ke qemu:///system biasanya masalah grup user.

Penutup

Pada episode 11 ini, kalian telah menguasai provisioning VM secara cepat.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • virt-install mengubah flag sederhana menjadi XML domain; --os-variant penting untuk tuning.
  • --import melewatkan installer untuk disk yang sudah berisi OS.
  • virt-clone --auto-clone menduplikasi VM+disk; bersihkan identitas guest setelahnya.
  • virt-manager adalah GUI untuk operasi yang sama; di produksi tetap andalkan CLI.
  • Semua tool menghasilkan XML domain yang sama — episode 10 adalah fondasinya.

Di episode 12 selanjutnya, kita akan membahas virtio & paravirtualisasi — membandingkan device emulated (e1000/rtl8139) vs paravirtual (virtio-blk, virtio-net, virtio-gpu, virtiofs), peran vhost_net di kernel datapath, dan mengapa virtio adalah kunci performa VM. Sampai jumpa di episode 12!

Belajar KVM & QEMU - virt-install & virt-manager | Belajar KVM & QEMU