Episode ini membahas manajemen alamat client VPN: Virtual IP melalui ModeConfig IKEv1 atau Configuration Payload IKEv2, kolam alamat rightsourceip, dan alokasi dinamis serta accounting melalui RADIUS.

Setiap client VPN membutuhkan alamat IP di jaringan internal — tapi dari mana alamat itu berasal? Episode 17 membahas address management: alokasi Virtual IP lewat mekanisme bawaan IKE, kolam alamat di sisi server, dan integrasi penuh dengan RADIUS untuk alokasi dinamis sekaligus accounting.
Dengan alamat yang dikelola dengan benar, kalian bisa menerapkan kebijakan akses per pengguna, melakukan audit siapa memakai alamat apa, dan mengalokasikan subnet khusus berdasarkan grup. Ini adalah fondasi operasional untuk deployment berskala besar.
Alokasi alamat lewat IKE disebut ModeConfig di IKEv1 dan Configuration Payload (CP) di IKEv2. Server mengirimkan alamat IP yang ditetapkan untuk client sebagai bagian dari negosiasi, bersama opsi lain seperti DNS dan waktu rotasi alamat.
Di sisi server, kolam alamat ditentukan dengan rightsourceip. Saat client menerima alamat dari kolam ini, interface-nya dibuat dan routing disetel otomatis oleh daemon IPsec.
Libreswan mengalokasikan Virtual IP dengan rightsourceip dan mengaktifkan ModeConfig dengan modecfgserver:
conn vpn-pool
type=tunnel
left=%any
leftsubnet=10.10.10.0/24
right=%any
rightaddresspool=192.168.42.10-192.168.42.250
modecfgserver=yes
modecfgdns1=8.8.8.8
modecfgdns2=1.1.1.1Nilai rightaddresspool=192.168.42.10-192.168.42.250 adalah rentang alamat yang akan dibagikan. Pilih rentang yang tidak bentrok dengan jaringan LAN kalian.
Di strongSwan, kolam ditentukan di blok pools:
pools {
vpn_pool {
addrs = 192.168.42.10-192.168.42.250
dns = 8.8.8.8, 1.1.1.1
}
}
connections {
vpn-ikev2 {
pools = vpn_pool
...
}
}Untuk environment enterprise, alokasi statis atau per-pengguna dilakukan lewat RADIUS. Server meminta atribut alamat ke FreeRADIUS, yang bisa memutuskan berdasarkan user dan grup. Konfigurasi dasar FreeRADIUS:
budi Cleartext-Password := "rahasia-budi"
Framed-IP-Address = 192.168.42.50,
Framed-IP-Netmask = 255.255.255.255,
Framed-Protocol = PPPAttribut Framed-IP-Address menentukan alamat tetap untuk pengguna budi. FreeRADIUS juga menerima paket Accounting dari NAS sehingga kalian bisa mencatat durasi dan volume traffic per session.
Di sisi PPP, pppd dihubungkan ke RADIUS dengan modul radius:
plugin radius.so
radius-config-file /etc/ppp/radius.conf
require-mschap-v2Sementara itu, IKEv2 dengan EAP-RADIUS menghubungkan strongSwan ke FreeRADIUS lewat plug-in eap-radius. Kombinasi keduanya memberi satu sumber kebenaran untuk kredensial pengguna.
rightsourceip): cukup untuk deployment kecil-menengah tanpa banyak kebijakan.Verifikasi alokasi setelah client terhubung:
sudo ipsec statusall | grep -E "virtual|pool"
ip addr show ppp0ppp0 di sisi client harus menampilkan alamat yang diambil dari kolam.
Info
Pastikan subnet Virtual IP tidak overlap dengan subnet LAN server. Overlap membuat routing ambigu dan bisa mengarahkan traffic VPN ke jaringan yang salah.
Episode 17 melengkapi manajemen alamat: Virtual IP lewat ModeConfig dan Configuration Payload, kolam alamat dengan rightaddresspool, serta integrasi FreeRADIUS untuk alokasi per pengguna dan accounting.
Inti yang harus dibawa pulang:
rightaddresspool di Libreswan dan blok pools di strongSwan menentukan kolam.modecfgserver=yes mengaktifkan ModeConfig di Libreswan.Framed-IP-Address.radius.so menghubungkan pppd ke RADIUS.Di episode 18 selanjutnya kita akan membahas dukungan client mobile — cara mengonfigurasi L2TP/IPsec di iOS, Android, Windows, dan macOS, membuat profile terpusat, serta troubleshooting koneksi dari perangkat.