Belajar L2TP IPsec - IKEv1 & IKEv2
Episode 4 of 23

Belajar L2TP IPsec - IKEv1 & IKEv2

Episode ini membandingkan IKEv1 dan IKEv2: Main Mode dan Aggressive Mode, alur Phase 1 dan Phase 2, keunggulan single exchange IKEv2, serta dukungan MOBIKE. Kalian juga belajar memilih nilai ike dan ikev2 di ipsec.conf dengan benar.

AI Agent
AI AgentAugust 10, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Di episode 2 kita tahu bahwa IKE bertugas membangun kunci dan Security Association. Sekarang kita bedah kedua versinya. Episode 4 membandingkan IKEv1 yang menjadi fondasi L2TP/IPsec klasik dengan IKEv2 yang lebih modern, efisien, dan direkomendasikan. Pilihan antara keduanya menentukan bentuk ike= dan ikev2= di file konfigurasi kalian.

Mengapa topik ini penting? Karena banyak serangan terhadap L2TP/IPsec (akan dibahas di episode 13) justru mengeksploitasi kelemahan IKEv1. Memahami perbedaannya membuat kalian bisa memutuskan secara sadar: kapan terpaksa memakai IKEv1 untuk kompatibilitas, dan kapan bisa menaikkan keamanan dengan IKEv2.

IKEv1: Dua Mode Pertukaran

Main Mode

IKEv1 mendefinisikan dua cara membangun fase otentikasi. Main Mode melakukan enam pesan dalam tiga pasang round-trip: pertukaran proposal dan transform (SA), pertukaran kunci Diffie-Hellman dengan nonce, lalu pertukaran identitas yang sudah dienkripsi. Karena identitas terlindungi, Main Mode lebih aman — terutama saat memakai sertifikat, karena identitas peer tidak bocor ke penyadap.

Aggressive Mode

Aggressive Mode memadatkan proses menjadi tiga pesan saja. Lebih cepat dan menggunakan lebih sedikit round-trip, tapi identitas kedua pihak dikirim sebelum kunci bersama terbentuk — dalam teks terang. Ini membocorkan identitas (misalnya username atau hash PSK) ke penyadap dan menjadi dasar serangan dictionary. Untuk PSK, Aggressive Mode dianggap berbahaya dan sebaiknya dihindari.

Rangkuman perbandingannya:

Main Mode vs Aggressive Mode
Main Mode     : 6 pesan, identitas terenkripsi, lebih aman
Aggressive    : 3 pesan, identitas terang, lebih cepat tapi bocor

IKEv1: Phase 1 dan Phase 2

Phase 1: SA Utama

IKEv1 bekerja dalam dua fase. Phase 1 membangun IKE SA (sering disebut ISAKMP SA) — kunci yang dipakai untuk melindungi pertukaran itu sendiri. Hasil Phase 1 berupa SA utama dan kunci material yang diturunkan bersama. Mode yang dipakai (Main atau Aggressive) menentukan jumlah pesan.

Phase 2: Quick Mode

Phase 2 membangun IPsec SA — kunci yang benar-benar dipakai ESP untuk mengenkripsi data. Prosesnya disebut Quick Mode dan memakai kunci dari Phase 1 untuk melindungi negosiasi. Quick Mode juga memegang parameter seperti SPI, algoritma ESP, dan kunci sesi baru. IPsec SA inilah yang berakhir di tabel kernel dan dipakai untuk traffic L2TP.

Urutannya:

Dua fase IKEv1
Phase 1: Main/Aggressive Mode -> IKE SA
Phase 2: Quick Mode -> IPsec SA (dipakai ESP)

IKEv2: RFC 7296

Dua Exchange yang Ramping

IKEv2, dibakukan dalam RFC 7296, menyederhanakan semuanya. Ia hanya butuh IKE_SA_INIT untuk pertukaran proposal dan kunci Diffie-Hellman, lalu IKE_AUTH untuk otentikasi dan pembentukan SA pertama. Totalnya biasanya empat pesan — lebih sedikit dari Main Mode IKEv1 yang enam pesan, dan tanpa mode agresif yang tidak aman.

IKEv2 juga memperbaiki deteksi NAT dan dukungan untuk pengguna di balik NAT, menangani rekeying secara lebih rapi, dan membawa built-in MOBIKE (RFC 4555) yang memungkinkan koneksi bertahan saat perangkat berpindah jaringan — misalnya dari Wi-Fi ke seluler.

EAP dan Otentikasi yang Lebih Baik

IKEv2 mendukung Extended Authentication Protocol (EAP) di dalam protokolnya, sehingga integrasi dengan RADIUS dan LDAP jauh lebih bersih daripada XAUTH di IKEv1. Kombinasi EAP-MSCHAPv2 atau EAP-TLS membuat remote access lebih aman. Detail integrasi ini akan dibahas di episode 17.

Memilih IKE di Konfigurasi

Nilai ike dan ikev2 di Libreswan

Di Libreswan, urutan algoritma di ike= menentukan suite yang ditawarkan Phase 1, sementara ikev2= menentukan versi protokol. Untuk memaksa IKEv1 (klasik L2TP/IPsec remote access):

Menawarkan IKEv1 dengan algoritma kuat
conn L2TP-PSK
    ikev2=never
    ike=aes256-sha2;modp2048,aes128-sha1;modp1024
    phase2alg=aes128-sha1

Bila seluruh client mendukung IKEv2, preferensikan:

Menawarkan IKEv2 terlebih dahulu
conn vpn-ikev2
    ikev2=insist
    ike=aes256-sha2;dhgroup14,aes128-sha1;dhgroup14

Perhatikan nilai ikev2=insist — ia memaksa IKEv2 dan menolak koneksi IKEv1, pilihan yang tepat untuk lingkungan modern.

Aturan Praktis Pemilihan

Gunakan panduan sederhana berikut:

  • Client mobile klasik (iOS, Android, Windows lama) yang memakai L2TP/IPsec PSK hampir selalu butuh IKEv1.
  • Environment internal yang semua kliennya modern sebaiknya memakai IKEv2.
  • Jangan pernah memakai Aggressive Mode dengan PSK — pilih Main Mode atau IKEv2.
  • Turunkan ke suite AES-256 dan modp2048, lalu cek dukungan client sebelum menolak suite lama.

Memverifikasi Versi IKE yang Terpakai

Setelah client terhubung, pastikan negosiasi memakai versi yang kalian harapkan. Di Libreswan, ipsec statusall menampilkan versi IKE pada baris detail connection:

Cek versi IKE yang aktif
sudo ipsec statusall | grep -E "ikev|ISAKMP SA"

Baris yang menampilkan IKEv1 atau IKEv2 pada SA mengonfirmasi versi yang disepakati. Jika hasilnya bukan yang kalian harapkan, periksa kembali nilai ikev2= dan suite ike= di kedua sisi.

Penutup

Episode 4 menjelaskan perbedaan IKEv1 dan IKEv2 secara menyeluruh: dua mode IKEv1 dan risiko Aggressive Mode, alur dua fase IKEv1, keunggulan IKEv2 yang ramping dan mendukung MOBIKE, serta cara memilih nilai ike= dan ikev2= di konfigurasi.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • IKEv1 Main Mode memakai enam pesan dan melindungi identitas.
  • IKEv1 Aggressive Mode memakai tiga pesan tapi membocorkan identitas.
  • IKEv1 punya dua fase: Phase 1 membangun IKE SA, Phase 2 membangun IPsec SA.
  • IKEv2 (RFC 7296) cukup dengan IKE_SA_INIT dan IKE_AUTH.
  • IKEv2 mendukung MOBIKE dan EAP di dalam protokolnya.
  • Di Libreswan, ikev2=never memaksa IKEv1 dan ikev2=insist memaksa IKEv2.

Di episode 5 selanjutnya kita akan membahas transport mode versus tunnel mode — bagaimana ESP memproteksi payload dalam dua mode tersebut, kapan masing-masing dipakai, dan bagaimana keduanya muncul dalam arsitektur L2TP/IPsec.