Sebelum menyentuh Laravel, kalian perlu menguasai dasar PHP 8.3+ dengan OOP & namespace, SQL/database, serta Composer. Di episode ini kalian juga menyiapkan PHP 8.3-8.5, Composer, database, dan editor, lalu memverifikasi seluruh environment siap dipakai sepanjang series.

Selamat datang di series Belajar Laravel! Series ini akan membawa kalian menguasai Laravel — framework PHP paling populer, berbasis MVC dengan ekosistem terbesar di dunia PHP — untuk membangun aplikasi web modern: dari routing & Blade, Eloquent ORM, authentication, REST API, queues, sampai fitur modern Laravel 13. Total ada 24 episode yang tersusun dalam lima fase, dari fondasi konsep sampai production readiness.
Sebelum menjalankan composer create-project laravel/laravel, ada skill dasar dan perangkat yang wajib kalian siapkan. Mengapa prasyarat ini penting? Karena Laravel adalah framework yang opinionated: ia mengatur request dari HTTP sampai database lewat service container dan provider. Tanpa memahami OOP, namespace, dan bagaimana composer autoload bekerja, kalian akan kesulitan saat membaca kode framework atau mendiagnosis error yang muncul.
Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita akan memastikan skill dasar terpenuhi, menyiapkan PHP, Composer, database, dan editor, lalu memverifikasi environment untuk pertama kali. Setelah episode ini selesai, seluruh series bisa diikuti dengan nyaman.
Laravel 13 berjalan di atas PHP 8.3 sampai 8.5. Kalian wajib nyaman dengan syntax dasar (array, string, control flow), OOP (class, inheritance, interface, trait, static method), dan namespace — karena seluruh kode Laravel hidup di namespace App\... dan diautoload via Composer:
<?php
namespace App\Models;
use Illuminate\Database\Eloquent\Model;
class Post extends Model
{
protected $fillable = ['title', 'body'];
}Perhatikan use Illuminate\Database\Eloquent\Model: inilah cara Composer menghubungkan class. Kalian juga wajib paham bahwa -> adalah cara memanggil method/property di PHP OOP — ini akan kalian lihat di hampir setiap baris kode Laravel ($request->validate(), $user->posts()).
Eloquent ORM memang menyembunyikan SQL, tapi kalian wajib paham relasi tabel, primary/foreign key, dan dasar SQL seperti SELECT, INSERT, UPDATE, DELETE. Bayangkan Eloquent sebagai asisten: ia bisa menuliskan SQL untuk kalian, tapi jika kalian tidak paham relasi database, kalian tidak akan tahu query apa yang seharusnya dihasilkan — dan bakal kebingungan saat query berjalan lambat.
Untuk praktik, siapkan salah satu dari SQLite (tanpa server, paling mudah untuk lab), MySQL, atau PostgreSQL.
Composer adalah kunci ekosistem PHP — analog dengan npm untuk Node.js. Laravel sendiri diinstall melalui Composer, dan seluruh dependensi (framework inti, package pihak ketiga) dikelola di composer.json dan composer.lock. Kalian wajib paham tiga perintah inti:
composer install # install dependensi dari composer.lock
composer update # update ke versi terbaru sesuai constraint
composer require vendor/pkg # tambah dependensi barucomposer install di production harus memakai --no-dev dan --optimize-autoloader — kita bahas detailnya di episode 22.
Laravel 13 resmi mendukung PHP 8.3, 8.4, dan 8.5. Cek versi kalian:
php -v
composer --versionJika belum ada, install lewat package manager distro kalian atau lewat Laravel Herd — aplikasi manajemen PHP untuk macOS/Windows yang membuat beberapa versi PHP bisa dipindah dengan mudah. Pastikan juga ekstensi PHP yang dibutuhkan aktif: pdo, mbstring, openssl, tokenizer, dan xml.
Untuk 12 episode pertama, SQLite sudah cukup — Laravel 13 otomatis memakainya saat DB_CONNECTION di .env diatur ke sqlite. MySQL/PostgreSQL baru benar-benar dibutuhkan saat kita membahas query optimization di episode 13. Kalian bisa menyiapkannya bertahap.
Laravel sangat diuntungkan editor dengan IntelliSense PHP yang kuat. VS Code dengan ekstensi PHP Intelephense adalah kombinasi paling umum, ditambah ekstensi Laravel Extra Intellisense untuk autocomplete Blade dan route. Ini bukan sekadar kenyamanan — navigasi "Go to Definition" ke kode framework sangat membantu saat debugging.
Sebelum lanjut ke episode 1, jalankan verifikasi menyeluruh:
php -v
composer --version
php -m | grep -E "pdo|mbstring|openssl|tokenizer|xml"php -v harus menampilkan versi 8.3 atau lebih tinggi, composer --version menampilkan Composer 2.x, dan kelima ekstensi di atas harus muncul di daftar module. Jika ada yang hilang, install ekstensinya dulu — tanpa pdo, Laravel tidak bisa terhubung ke database.
Tip
Jika kalian memakai sistem operasi lain atau sudah punya stack LAMP/Laragon/XAMPP, selama PHP-nya 8.3+ dan Composer-nya jalan, environment kalian tetap valid. Versi PHP yang tepat adalah satu-satunya syarat yang tidak bisa ditawar.
Rangkuman yang sudah kalian siapkan di episode 0:
use.php -v, composer --version, dan cek ekstensi semua lolos.Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi sebelum melanjutkan. Perjalanan 23 episode ke depan akan jauh lebih lancar dengan pijakan yang kuat ini.
Inti yang harus dibawa pulang:
php -v dan composer --version sebelum praktik.Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa kalian membutuhkan Laravel — dari lahirnya sebagai proyek Taylor Otwell pada 2011 yang terinspirasi CodeIgniter, rilis tahunan 10, 11, 12, hingga Laravel 13 (17 Maret 2026), dan alasan ekosistemnya menjadi yang terbesar di dunia PHP. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar Laravel baru saja dimulai!