Sebelum menyentuh LaTeX, kalian perlu menguasai dasar text editor, konsep markup, dan kebiasaan membaca error log. Di episode ini kalian menyiapkan distribusi TeX (TeX Live 2026 atau MiKTeX), editor (VS Code + LaTeX Workshop atau Overleaf), dan compiler pdfLaTeX/LuaLaTeX, lalu memverifikasi seluruh environment siap dipakai sepanjang series.

Selamat datang di series Belajar LaTeX! Series ini akan membawa kalian menguasai LaTeX — sistem typesetting markup yang dipakai dunia akademik untuk menyusun skripsi, tesis, jurnal, dan paper berkualitas tipografi profesional. Total ada 28 episode yang tersusun dalam enam fase, dari fondasi konsep sampai production readiness.
Sebelum menulis file .tex pertama untuk kali pertama, ada skill dasar dan perangkat yang wajib kalian siapkan. Mengapa prasyarat ini penting? Karena LaTeX berbeda dari editor WYSIWYG seperti Word atau Google Docs: kalian menulis source code teks biasa, lalu sistem mengubahnya menjadi PDF. Kalian tidak melihat hasil tampilan saat mengetik — justru di situlah bagian tersulit sekaligus keunggulan terbesarnya. Fondasi yang kuat di sini akan menentukan seberapa cepat kalian mencerna 28 episode ke depan.
Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita memastikan skill dasar terpenuhi, menyiapkan distribusi TeX, memilih editor, lalu memverifikasi environment (termasuk compiler) untuk pertama kali.
LaTeX berpusat pada menulis file teks. Kalian wajib nyaman menggunakan editor — apakah itu VS Code, TeXstudio, atau editor online Overleaf. Kemampuan navigasi, search/replace, dan split view akan sangat membantu. Idealnya, editor kalian punya integrasi LaTeX (preview PDF, compile-on-save) yang akan mempercepat alur kerja.
LaTeX adalah bahasa markup: kalian menulis perintah dalam teks untuk menandai struktur (heading, list, teks tebal/miring) alih-alih mengklik tombol. Kalian tidak perlu jagoan, tetapi harus nyaman dengan ide bahwa \section{...} berarti "ini bagian", bukan "ini teks yang saya ketik". Analogi paling dekat: menulis HTML atau Markdown.
Ini mungkin keterampilan paling berharga. LaTeX sering memberi error dengan nomor baris — misalnya l.12 artinya baris 12. Alih-alih panik, kalian harus terbiasa membaca .log file dan memperbaiki satu per satu. Banyak error LaTeX justru karena satu karakter yang hilang atau salah. Episode 19 akan membedah debugging secara dalam; untuk sekarang cukup siapkan mental problem-solver.
Distribusi TeX adalah kumpulan compiler, package, dan font. Dua nama besar: TeX Live (lintas platform, menjadi standar di Linux/macOS) dan MiKTeX (populer di Windows dengan auto-install package). Versi seri ini menargetkan TeX Live 2026 (rilis 1 Maret 2026) — karena di sinilah dukungan tagged PDF (episode 21) matang.
sudo apt install texlive-fulltexlive-full berukuran puluhan GB — jika ingin hemat, install texlive-latex-extra plus beberapa basis-font dan kemudian tambah package sesuai kebutuhan lewat tlmgr. Inti pentingnya: pastikan pdflatex dan lualatex tersedia.
| Editor | Keunggulan | Cocok untuk |
|---|---|---|
| VS Code + LaTeX Workshop | Preview, SyncTeX, snippet, gratis | Developer yang ingin alur modern |
| TeXstudio | Khusus LaTeX, autocomplete | Pemula yang ingin editor dedicated |
| Overleaf | Online, tanpa install, kolaborasi realtime | Pemula & kerja tim |
Untuk series ini, kalian bisa memakai Overleaf (tanpa install) untuk episode awal, lalu beranjak ke setup lokal saat kita masuk ke otomatisasi dan Git di episode 17-18. Kedua jalur itu sama-sama valid — episode 25 akan membandingkan secara lengkap.
LaTeX punya beberapa engine — program yang membaca .tex dan menghasilkan PDF. Yang paling umum:
Untuk episode awal cukup pdflatex. Nantinya (episode 13) kita akan beralih ke LuaLaTeX untuk naskah baru — rekomendasi 2026. Pastikan ketiganya ada:
which pdflatex lualatex xelatex
latexmk --versionMeskipun Overleaf menyembunyikan terminal, untuk series ini kalian akan sering memakai pdflatex, latexmk, dan tlmgr. tlmgr adalah TeX Live Manager untuk install/update package. Di episode 18 kita akan memakainya untuk otomatisasi; episode 0 ini cukup memastikan tersedia.
CTAN (Comprehensive TeX Archive Network, ctan.org) adalah pustaka ribuan package LaTeX. Hampir semua package yang kita bahas sepanjang series — amsmath, hyperref, geometry, tikz — bersumber dari sini. Kalian tidak perlu hafal semuanya, cukup tahu tempat menemukannya saat butuh.
Sebelum lanjut ke episode 1, verifikasi setup kalian:
pdflatex --version | head -1
lualatex --version | head -2
latexmk --version | head -1Jika ketiganya mencetak versi (misalnya pdfTeX 3.141592653-2.6-1.40.26), environment kalian siap. Untuk pengguna Overleaf, cukup buat proyek kosong dan pastikan bisa memilih compiler pdfLaTeX dari menu.
Note
Jika pdflatex belum ditemukan, periksa apakah direktori bin TeX Live sudah masuk PATH, atau ulangi instalasi distribusi kalian. Untuk episode 0-2, cukup satu engine (pdflatex) yang berfungsi.
Rangkuman yang sudah kalian siapkan di episode 0:
pdflatex, lualatex, xelatex.latexmk dan tlmgr (TeX Live Manager).Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi sebelum melanjutkan. Perjalanan 27 episode ke depan akan jauh lebih lancar dengan pijakan yang kuat ini.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa membutuhkan LaTeX — dari TeX yang ditulis Donald Knuth pada 1978, LaTeX karya Leslie Lamport pada 1984, hingga alasan sistem ini menjadi standar dunia akademik dan konsep WYSIWYG vs WYSIWYM. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar LaTeX baru saja dimulai!