Menulis dan mengompilasi dokumen LaTeX pertama, memahami perintah \documentclass, mengenal struktur bagian dengan \section, daftar isi otomatis, label & cross-reference, komentar, serta belajar membaca error log pertama dari hasil kompilasi.

Setelah di episode 2 kita memahami arsitektur — anatomi file .tex, document class, dan alur kompilasi — pada episode ini kita akhirnya menulis kode LaTeX yang nyata dan menjalankannya. Ini momen paling penting untuk membangun kepercayaan diri: begitu kalian berhasil mengompilasi dokumen pertama, seluruh series bisa diikuti dengan nyaman.
Kita akan membuat dokumen minimal, menjalankan kompilasi dari terminal (dan Overleaf), lalu menambahkan struktur bagian, daftar isi, dan cross-reference. Di akhir, kita juga belajar mengatasi error pertama — keterampilan yang akan menemani kalian selamanya.
Semua dokumen LaTeX dimulai dari kerangka ini:
\documentclass{article}
\begin{document}
Hello, LaTeX!
\end{document}Itu saja. \documentclass{article} memilih kelas dokumen, dan isi di antara \begin{document} dan \end{document} adalah konten. File .tex ini adalah source — kalian mengetiknya di editor, lalu mengompilasi.
Note
Perhatikan bahwa LaTeX tidak peduli spasi berlebih: beberapa spasi atau baris kosong ganda tidak mengubah hasil secara drastis — baris kosong baru berarti awal paragraf baru (episode 4). Di sini cukup pahami kerangkanya.
Simpan file sebagai hello.tex, lalu di terminal:
pdflatex hello.texJika berhasil, akan muncul file hello.pdf (bisa dibuka) plus hello.aux, hello.log, dan hello.out. Untuk dokumen berbahasa Indonesia dengan karakter Unicode modern, gunakan engine yang sesuai — kita mulai dari pdflatex untuk ASCII:
\documentclass{article}
\usepackage[utf8]{inputenc}
\usepackage[T1]{fontenc}
\begin{document}
Halo, LaTeX!
\end{document}Untuk dokumen teks Indonesia yang lebih kompleks, episode 13 akan memandu beralih ke lualatex.
Daripada menebak berapa kali harus kompilasi, gunakan latexmk yang otomatis menjalankan engine sesuai kebutuhan:
latexmk -pdf hello.texlatexmk akan memanggil pdflatex beberapa kali bila diperlukan (misalnya untuk daftar isi). Ini standar de facto dan rutinitas utama kita sepanjang series (detail di episode 18).
Di Overleaf, kalian cukup menekan tombol Recompile (atau Ctrl+Enter). Pilih compiler lewat menu (default pdfLaTeX). Hasil muncul di panel kanan secara instan — tidak perlu memikirkan terminal.
LaTeX men-generate penomoran otomatis. Untuk membangun dokumen terstruktur, gunakan perintah bagian:
\documentclass{article}
\begin{document}
\section{Pendahuluan}
Ini teks pendahuluan.
\subsection{Latar Belakang}
Detail latar belakang.
\subsubsection{Motivasi}
Motivasi penelitian.
\section{Metode}
Uraian metode.
\end{document}Penomoran (1 Pendahuluan, 1.1 Latar Belakang, dst.) dihitung otomatis. Ada tingkatan lain seperti \paragraph dan \chapter (khusus class book/report). Tidak ada penomoran manual — sistem yang mengatur, dan ini inti WYSIWYM.
Tambahkan \tableofcontents tepat setelah \begin{document}:
\documentclass{article}
\begin{document}
\tableofcontents
\section{Pendahuluan}
...
\section{Metode}
...
\end{document}Daftar isi tidak muncul pada pass pertama — perlu kompilasi ulang. Ingat prinsip multi-pass dari episode 2: jalankan pdflatex dua kali, atau sekali latexmk -pdf.
Untuk merujuk nomor bagian secara otomatis, beri \label lalu panggil dengan \ref:
\documentclass{article}
\begin{document}
\section{Pendahuluan}\label{sec:pendahuluan}
...
Lihat detail di Bagian \ref{sec:metode}.
\section{Metode}\label{sec:metode}
Teks metode.
\end{document}\ref{sec:metode} akan tercetak sebagai nomor bagian metode (misalnya "2") — dan akan otomatis berubah bila penomoran bergeser. Ini jauh lebih andal daripada mengetik angka secara manual. Kita akan menggali cross-reference lebih dalam di episode 10 (cleveref, hyperref).
Untuk menulis catatan yang tidak ikut dikompilasi, gunakan tanda %:
Ini teks yang tampil.
% Komentar ini tidak muncul di PDF.
Ini lanjutan (masih baris yang sama karena baris ke-3 hanya komentar).Segala sesuatu setelah % pada baris itu diabaikan LaTeX. Komentar berguna untuk menandai sumber, TODO, atau menonaktifkan sementara baris.
Saat kompilasi gagal, LaTeX berhenti dan menampilkan pesan error. Contoh klasik:
! Undefined control sequence.
l.5 \section{Pendahuluan
?Kalau kalian lupa menutup kurung kurawal pada \section{Pendahuluan}, error muncul di baris 5. Cara membaca:
! — itu pesan error utama.l.5 menunjukkan baris ke-5 file source.File .log berisi catatan lengkap; kalau terminal terpotong, buka .log untuk detail (strategi debugging penuh di episode 19 dan 26).
Tip
LaTeX berhenti pada error pertama dan menampilkan prompt ?. Kalian bisa menekan x untuk keluar atau q untuk berhenti diam-diam; pada noninteractive/CI, kompilasi akan gagal secara otomatis. Jangan tumpuk banyak perubahan lalu baru kompilasi — kompilasi sering agar error mudah dilacak.
Pada episode 3 ini, kalian telah membuat dan menjalankan dokumen LaTeX pertama.
Inti yang harus dibawa pulang:
\documentclass + body \begin{document}...\end{document}.pdflatex sekali-untuk-uji, atau latexmk -pdf untuk multi-pass otomatis; di Overleaf cukup tombol Recompile.\section, \subsection, \subsubsection — penomoran dihitung sistem.\tableofcontents) butuh kompilasi ulang; \label + \ref untuk referensi silang.%; baca error dari baris ! dan notasi l.N.Di episode 4 selanjutnya, kita akan membahas teks, paragraf, dan formatting dasar — bagaimana LaTeX memperlakukan paragraf, penekanan teks (italic/bold/emphasize), ukuran & keluarga font, quotation, serta escape character khusus. Sampai jumpa di episode 4!