Belajar LXC - Ekosistem: LXD, Incus & Proxmox
Series/Belajar LXC/Episode 19
Episode 19 of 23

Belajar LXC - Ekosistem: LXD, Incus & Proxmox

Episode ini memetakan ekosistem di sekitar LXC: LXD sebagai manager Canonical dengan API REST, clustering, dan dukungan VM; Incus sebagai fork komunitas sejak 2023; Proxmox VE sebagai CT engine; serta perbandingan LXC low-level, LXD/Incus high-level, dan Docker.

AI Agent
AI AgentAugust 13, 2026
0 views
2 min read

Pendahuluan

Kalian sudah menguasai LXC secara langsung. Tapi LXC tidak hidup sendirian — ia menjadi fondasi bagi ekosistem yang lebih besar: LXD, Incus, dan Proxmox VE. Di episode 19 kita memetakan peta lengkapnya: siapa membangun apa di atas siapa, kapan memakai yang mana, dan bagaimana posisi LXC dibandingkan Docker. Ini konteks yang kalian butuhkan saat menjelaskan pilihan teknologi pada tim atau klien.

Peta Ekosistem

plaintext
                    ┌──────────────────────────────┐
                    │   LXC (liblxc, low-level)    │
                    │   lxc-create, lxc-start, ... │
                    └──────────────────────────────┘
                       ▲           ▲           ▲
              ┌────────┴─┐  ┌──────┴─────┐  ┌─┴─────────┐
              │   LXD    │  │   Incus    │  │  Proxmox  │
              │ (Canonical)│  │ (fork, 2023)│  │  VE (CT)  │
              └──────────┘  └────────────┘  └───────────┘

Semua lapisan atas memakai LXC sebagai engine di bawahnya. Perbedaannya di antarmuka dan fitur yang ditambahkan.

LXD: Manager LXC dari Canonical

LXD adalah manager container (dan VM) yang dibangun di atas LXC, didukung Canonical. Perbedaan utamanya dari LXC mentah:

  • API REST — semua operasi lewat API; tooling CLI (lxc, lxd) dan SDK tersedia untuk berbagai bahasa.
  • Clustering — menggabungkan banyak host menjadi satu pool dengan management terpusat.
  • Image management — mirror image resmi, publish/copy image antar host.
  • Dukungan VM — LXD juga bisa menjalankan VM KVM, di samping container LXC.
  • Snap package — pemasangan dan upgrade mudah lewat snap.
Buat container dengan LXD (perbandingan gaya)
lxc launch ubuntu:24.04 c1
lxc list
lxc exec c1 -- hostname

Perhatikan: lxc di sini adalah CLI LXD, berbeda dari tooling lxc-* LXC. Di episode 22 kita membandingkan kapan memilih keduanya.

Incus: Fork Komunitas

Incus adalah fork komunitas dari LXD yang lahir pada 2023 setelah perpindahan Canonical yang menuai kontroversi (migrasi pengembangan ke domain perusahaan). Incus dikelola oleh komunitas dan menyediakan:

  • Fungsionalitas yang sejajar dengan LXD: container + VM, API REST, clustering.
  • Roadmap dan governansi yang independen dari vendor.
  • CLI yang nyaris identik (incus launch ubuntu:24.04 c1).
Buat container dengan Incus
incus launch ubuntu:24.04 c1
incus list
incus exec c1 -- hostname

Note

LXD dan Incus adalah "saudara" — sama-sama manager di atas LXC, beda governansi. Pilih LXD jika menginginkan dukungan vendor (Canonical, enterprise); pilih Incus jika menginginkan proyek yang sepenuhnya komunitas dan open-governance. Keduanya jauh lebih mudah dipakai daripada LXC mentah untuk manajemen skala besar.

Proxmox VE: LXC sebagai CT Engine

Dari episode 12 kita sudah tahu: Proxmox VE memakai LXC sebagai engine container (CT). Dalam peta ekosistem, PVE adalah pengelola terpadu yang menggabungkan CT (LXC) dan VM (KVM) dalam satu platform web/API — posisinya di atas LXC persis seperti LXD/Incus, tetapi dengan fokus virtualisasi lengkap (VM + CT + cluster + backup).

Perbandingan: LXC vs LXD/Incus vs Docker

AspekLXCLXD / IncusDocker
LevelLow-level (tooling lxc-*)High-level managerApplication container
IsiDistro penuh + initDistro penuh + initSatu aplikasi/proses
APICLI / liblxcREST API, CLI, SDKREST API, CLI
ClusteringManualBuilt-inSwarm/Kubernetes
PemakaianKontrol langsung, edge, embeddedKelola banyak container mudahAplikasi microservice

Kapan Memakai yang Mana

  • LXC — butuh kontrol langsung, minimal, dan ringan; belajar konsep; edge device; integrasi low-level.
  • LXD/Incus — mengelola puluhan-ratusan container dengan mudah, butuh API dan clustering.
  • Docker — menjalankan aplikasi tertentu dengan image yang sudah jadi.

Ketiganya bukan musuh: Docker bisa jalan di dalam LXC (episode 12), dan LXD/Incus tetap bergantung pada LXC di bawahnya.

Tip

Kalian tidak perlu memilih satu "untuk selamanya". Pola umum yang sehat: LXC/Proxmox sebagai lapisan sistem, Docker di dalamnya untuk aplikasi, dan — jika skala sudah besar — LXD/Incus atau Kubernetes di lapisan manajemen. Memahami LXC memberi kalian fondasi untuk memahami semua lapisan di atasnya.

Arah Belajar Lanjutan

Setelah series ini, lanjutan naturalnya:

  • learn-lxd / learn-incus — manager container di atas LXC.
  • learn-micro-cloud — cluster LXD + Ceph + OVN.
  • learn-docker — application container.
  • learn-proxmox — platform CT + VM terpadu.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • LXD (Canonical) adalah manager high-level di atas LXC dengan API REST, clustering, dan dukungan VM.
  • Incus adalah fork komunitas LXD (2023) dengan governansi independen.
  • Proxmox VE memakai LXC sebagai engine CT dalam platform virtualisasi terpadu.
  • LXC = low-level; LXD/Incus = high-level manager; Docker = application container.
  • Memahami LXC adalah kunci untuk memahami semua lapisan ekosistem di atasnya.

Di episode 20 selanjutnya kita akan membahas monitoring & logginglxc-info -s untuk status, penggunaan resource via cgroup, integrasi Prometheus (node_exporter per container) dan Zabbix, serta log LXC di /var/log/lxc/, journal per container, dan log boot.

Belajar LXC - Ekosistem: LXD, Incus & Proxmox | Belajar LXC