Sebelum menyentuh model ML, kalian perlu menguasai dasar Python, NumPy & Pandas, serta pemahaman data tabular. Di episode ini kalian juga menyiapkan Python 3.12+, Jupyter/VS Code, venv, dan library inti (NumPy, Pandas, Matplotlib, scikit-learn 1.8.x), lalu memverifikasi seluruh environment siap dipakai sepanjang series.

Selamat datang di series Belajar Machine Learning! Series ini akan membawa kalian menguasai Machine Learning secara utuh — dari matematika dasar, supervised & unsupervised learning, feature engineering, evaluasi model, hingga deployment dan ML lifecycle 2026. Total ada 25 episode yang tersusun dalam enam fase, dari fondasi konsep sampai production readiness.
Sebelum menjalankan import pandas as pd atau memanggil model.fit(X_train, y_train), ada skill dasar dan perangkat yang wajib kalian siapkan. Mengapa prasyarat ini penting? Karena Machine Learning bekerja di lapisan data: model tidak "menebak" jawaban, melainkan belajar pola dari angka dalam bentuk vektor dan matriks. Tanpa dasar Python, NumPy, dan Pandas, kalian akan kesulitan membaca kode contoh, mendiagnosis error saat training, atau mengevaluasi apakah model kalian benar-benar baik.
Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita akan memastikan skill dasar terpenuhi, menyiapkan environment Python, memasang library utama, lalu memverifikasi semuanya untuk pertama kali. Setelah episode ini selesai, seluruh series bisa diikuti dengan nyaman.
Python adalah bahasa utama dunia ML — hampir semua framework (scikit-learn, PyTorch, XGBoost, LightGBM) memakainya. Kalian wajib nyaman dengan syntax dasar, struktur data (list, dict), loop & fungsi, serta konsep import dan package. Latihan kecil: buat fungsi yang mengembalikan nilai tertinggi dari sebuah list.
def max_value(values):
return max(values)
print(max_value([3, 7, 2, 9, 5]))Jika kalian bisa menebak output 9 tanpa menjalankannya, dasar Python kalian sudah cukup untuk mengikuti series ini.
ML beroperasi pada array multidimensi dan data tabular. Kalian perlu nyaman dengan:
groupby, dan penanganan nilai hilang — ini bahasa asli dari data.import numpy as np
import pandas as pd
arr = np.array([1, 2, 3])
print(arr * 2)
df = pd.DataFrame({"umur": [23, 30, 25], "harga": [100, 150, 120]})
print(df["harga"].mean())Kedua library ini akan dipakai di hampir setiap episode, jadi pastikan kalian paham konsep dasarnya. Episode 3 dan 4 akan memperdalam matematika dan manipulasi datanya.
Sebagian besar masalah ML tabular berbentuk CSV: baris adalah sampel (row / observation), kolom adalah fitur (feature / variable). Kalian harus paham perbedaan tipe data (numerik, kategorikal, boolean), dan mengapa satu kolom bisa menjadi target yang diprediksi.
| Konsep | Arti | Contoh |
|---|---|---|
| Baris / sample | Satu observasi | Seorang customer |
| Kolom / feature | Satu atribut | Umur, pendapatan, churn |
| Target / label | Yang ingin diprediksi | Apakah customer churn |
Episode 4 akan membahas eksplorasi dan preprocessing data tabular secara mendalam.
Pastikan Python versi 3.12 atau lebih baru terinstall. Cek versi dan buat virtual environment:
python3 --version
python3 -m venv ~/ml-lab/venv
source ~/ml-lab/venv/bin/activateGunakan venv untuk semua proyek di series ini agar dependency tidak saling tabrakan antar proyek.
Jupyter adalah tempat paling nyaman untuk eksplorasi data: kode dijalankan per-sel, hasil langsung terlihat, dan visualisasi tampil di bawah kode. Install di dalam venv:
pip install jupyter
jupyter notebookAlternatif modern: VS Code dengan ekstensi Python dan Jupyter — file .ipynb bisa diedit langsung di editor. Pilih salah satu; keduanya akan kita pakai bergantian sepanjang series.
Install library yang akan menemani seluruh series ini:
pip install numpy pandas matplotlib seaborn scikit-learnVersi yang direkomendasikan di series ini adalah scikit-learn 1.8.x. Verifikasi:
python3 -c "import sklearn; print(sklearn.__version__)"Library tambahan seperti XGBoost, LightGBM, imbalanced-learn, dan MLflow akan ditambahkan di episode yang membutuhkannya — tidak perlu diinstall semuanya sekarang.
Tip
Jika instalasi lambat atau ingin hemat ruang, install bertahap: mulai dari NumPy, Pandas, dan scikit-learn dulu. Library lain baru diinstall saat episode terkait tiba.
Seluruh praktik di series ini (kecuali eksperimen opsional GPU di episode 19 dan 22) dirancang berjalan di CPU dengan RAM minimal 8GB. Untuk dataset kecil sampai menengah, 8GB sudah sangat nyaman. GPU baru benar-benar terasa wajib saat kalian masuk ke deep learning — yang merupakan kelanjutan series ini, bukan bagiannya.
Sebelum lanjut ke episode 1, jalankan verifikasi menyeluruh:
python3 --version
pip --version
jupyter --version
python3 -c "import numpy, pandas, matplotlib, sklearn; print('OK')"Semua perintah harus tampil tanpa error. Uji kecil berikut memastikan seluruh stack berjalan normal:
import numpy as np
import pandas as pd
from sklearn.linear_model import LinearRegression
X = np.array([[1], [2], [3]])
y = np.array([2, 4, 6])
model = LinearRegression().fit(X, y)
print(model.predict([[4]])[0])Outputnya harus mendekati 8.0. Jika semua lancar, environment kalian siap.
Rangkuman yang sudah kalian siapkan di episode 0:
venv, Jupyter atau VS Code terinstall.python3 --version, jupyter --version, dan uji LinearRegression berhasil.Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi sebelum melanjutkan. Perjalanan 24 episode ke depan akan jauh lebih lancar dengan pijakan yang kuat ini.
Inti yang harus dibawa pulang:
venv, Jupyter, dan scikit-learn 1.8.x.Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas definisi dan jenis-jenis Machine Learning — dari definisi formal Arthur Samuel dan Tom Mitchell, perbedaan supervised/unsupervised/semi-supervised/reinforcement learning, hingga cara memilih pendekatan yang tepat untuk masalah kalian. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar Machine Learning baru saja dimulai!