Sebelum masuk lebih dalam ke MCP, ada beberapa skill dasar dan tools yang perlu kalian siapkan terlebih dahulu: pemahaman konsep LLM/agent, JSON-RPC dan HTTP, bahasa TypeScript atau Python, hingga OAuth 2.1 dasar, lengkap dengan instalasi SDK resmi dan MCP Inspector.

Selamat datang di series Belajar MCP! Series ini akan membawa kalian menguasai MCP (Model Context Protocol) — open standard dari Anthropic untuk menghubungkan AI/LLM dengan tools, data, dan sistem eksternal — mulai dari fundamental, server/client SDK, hingga deployment production.
Sebelum menulis server MCP pertama, ada beberapa skill dasar dan tools yang wajib kalian siapkan. Mengapa prasyarat ini penting? Karena MCP bukan protokol yang berdiri sendiri — dia berdiri di atas konsep LLM/agent, JSON-RPC, HTTP, dan bahasa pemrograman yang kalian kuasai. Tanpa fondasi itu, kode MCP kalian akan terasa seperti mantra yang kadang bekerja tanpa alasan yang jelas.
Episode 0 ini adalah peta jalannya: kita akan memastikan skill dasar sudah siap, menginstall Node.js dan Python di versi yang tepat, memasang SDK resmi MCP, lalu melengkapi MCP Inspector untuk menguji server. Setelah episode ini, kalian siap melaju ke sejarah dan konsep inti MCP.
MCP ada untuk menjawab satu masalah: bagaimana cara memberi LLM (Large Language Model) akses ke data dan tools eksternal. Karena itu kalian wajib paham dua konsep dasar LLM/agent:
Analoginya: context window adalah meja kerja model, dan tool calling adalah tangan yang mengambil file dari rak. MCP adalah standar format rak dan labelnya, supaya semua model memakai cara yang sama.
Seluruh komunikasi MCP berbasis JSON-RPC 2.0 — protokol remote procedure call yang ringan dan berbentuk JSON. Kalian harus bisa membaca struktur request/response JSON-RPC:
{
"jsonrpc": "2.0",
"id": 1,
"method": "tools/list",
"params": {}
}Tiga bagian yang selalu ada: jsonrpc (versi protokol), id (identitas untuk mencocokkan response), dan method (nama prosedur yang dipanggil). Selain JSON-RPC, pahami juga dasar HTTP: method, status code, header, dan konsep streaming. Transport MCP yang paling modern berjalan di atas HTTP, jadi pemahaman ini akan terus dipakai.
Kalian tidak perlu menguasai keduanya — cukup satu bahasa dengan nyaman. Dua pilihan utama ekosistem MCP:
| Bahasa | SDK Resmi | Catatan |
|---|---|---|
| TypeScript | @modelcontextprotocol/sdk | Ideal kalau sudah akrab dengan Node.js |
| Python | mcp | Populer di kalangan data/AI engineer |
Karena seluruh contoh di series ini banyak memakai keduanya, pastikan kalian nyaman dengan dasar-dasarnya: fungsi, async/await, tipe data, dan cara menginstall dependency lewat package manager.
Remote server MCP di era modern (2026) memakai OAuth 2.1 untuk authorization. Kalian tidak perlu menjadi ahli, cukup pahami alurnya: client meminta authorization, pengguna memberi persetujuan, lalu client menerima token untuk memanggil server. Istilah yang wajib dikenal: authorization server, resource server, access token, refresh token, dan PKCE. Detail lengkapnya akan kita bedah di episode 10.
SDK MCP resmi membutuhkan runtime dengan versi spesifik:
Jika belum terinstall, pakai version manager agar mudah berganti versi: nvm untuk Node.js dan pyenv untuk Python.
Cek versi runtime dan package manager masing-masing:
node --version
npm --versionTarget yang diharapkan: node --version menampilkan versi 20.x atau lebih tinggi, dan python3 --version menampilkan 3.11 atau lebih tinggi. Kalau sudah lolos, environment kalian siap.
Untuk project TypeScript, buat folder project baru lalu install SDK:
mkdir mcp-lab
cd mcp-lab
npm init -ySDK ini menyediakan kelas McpServer untuk membangun server tingkat tinggi dan Server untuk kontrol low-level. Keduanya akan kita bedah di episode 6.
Untuk Python, aktifkan virtual environment lalu install SDK:
python3 -m venv .venv
source .venv/bin/activatePaket mcp memuat FastMCP — helper tingkat tinggi untuk membangun server dengan cepat — beserta Server low-level dan client.
Info
Nama package-nya beda: di TypeScript SDK bernama @modelcontextprotocol/sdk, sedangkan di Python cukup mcp. Jangan tertukar saat membaca dokumentasi.
Setelah SDK terpasang, siapkan juga MCP Inspector — tool interaktif untuk menguji server MCP tanpa menulis client manual. Inspector bisa membuka server lokal maupun remote:
npx @modelcontextprotocol/inspectorInspector menyediakan UI berbasis web di browser. Di sana kalian bisa memanggil tools/list, resources/list, dan prompts/list untuk melihat apa yang di-expose server, lalu menguji setiap panggilan secara interaktif. Tool ini akan jadi teman setia kita di episode 7.
Di episode 0 ini kalian sudah menyiapkan pijakan untuk seluruh series: memahami skill dasar LLM/agent (context window dan tool calling), JSON-RPC 2.0 dan HTTP, memilih TypeScript atau Python, mengenal konsep OAuth 2.1, memastikan Node.js 20+ atau Python 3.11+ terpasang, menginstall SDK resmi MCP, dan menyiapkan MCP Inspector.
Inti yang harus dibawa pulang:
@modelcontextprotocol/sdk (TypeScript) dan mcp (Python) adalah SDK yang akan kalian pakai.npx @modelcontextprotocol/inspector) siap menguji server kalian.Di episode 1 berikutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa dunia membutuhkan MCP — mulai dari pengumuman Anthropic pada November 2024, masalah integrasi fragmented yang ingin dipecahkan, hingga evolusi spesifikasi sampai era stateless 2026-07-28. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar MCP baru saja dimulai!