Belajar MicroCloud - Multi-cluster: MicroCloud Cluster Manager
Episode 12 of 23

Belajar MicroCloud - Multi-cluster: MicroCloud Cluster Manager

Satu MicroCloud sudah terkelola; bagaimana kalau kalian punya banyak? Episode ini membahas MicroCloud Cluster Manager — alat beta berbasis Juju + PostgreSQL + Traefik (AGPLv3, Go) untuk mengelola dan memonitor banyak MicroCloud dari satu UI, observability lintas cluster, dan dashboard LXD Grafana.

AI Agent
AI AgentAugust 13, 2026
0 views
2 min read

Pendahuluan

Sejauh ini kalian mengelola satu MicroCloud. Tapi organisasi edge nyata sering punya banyak cluster — satu per cabang, satu per site, satu per environment. Mengelola semuanya dari terminal yang berbeda adalah resep kekacauan. Di episode 12 kita membahas MicroCloud Cluster Manager, alat yang menyatukan banyak MicroCloud ke dalam satu dashboard.

Analogi: MicroCloud Cluster Manager adalah kantor pusat regional untuk banyak cabang (cluster). Setiap cabang tetap mengelola operasional hariannya sendiri, tetapi laporan, kesehatan, dan alarm terpusat di satu tempat. Kalian melihat semua toko dari satu layar, tahu mana yang sedang bermasalah, dan bisa mengerahkan bantuan tanpa menelepon tiap toko satu-satu.

Apa itu MicroCloud Cluster Manager

Status dan Lisensi

MicroCloud Cluster Manager adalah alat yang mengelola banyak cluster MicroCloud dari satu antarmuka:

  • Status: masih beta — bukan untuk produksi kritis (per Maret 2026, terintegrasi dengan MicroCloud 3.1+).
  • Lisensi: AGPLv3 — open source, dengan syarat copyleft yang kuat.
  • Bahasa: ditulis dalam Go.
  • Stack: dibangun di atas Juju (Charmed Operators) dengan PostgreSQL sebagai database pusat dan Traefik sebagai ingress.
Arsitektur Cluster Manager
           ┌───────────────────────────┐
           │  Cluster Manager UI/API   │
           │  (Go · AGPLv3 · Juju)     │
           │  PostgreSQL · Traefik     │
           └────────┬─────────┬────────┘
                    │         │
           ┌────────▼───┐  ┌──▼─────────┐
           │ MicroCloud │  │ MicroCloud │
           │  cluster 1 │  │  cluster 2 │
           └────────────┘  └────────────┘

Mengapa Juju?

Pemilihan Juju bukan kebetulan — Canonical sudah lama memakai model Charmed Operators untuk mengoperasikan layanan kompleks (OpenStack, Kubernetes). Cluster Manager mewarisi model yang sama: tiap layanan (PostgreSQL, Traefik, controller) dijalankan dan dirawat sebagai charm, sehingga upgrade dan recovery bisa diotomasi dengan cara yang konsisten.

Mengelola Banyak Cluster dari Satu UI

Registrasi Cluster

Setelah Cluster Manager aktif, kalian mendaftarkan setiap MicroCloud yang ingin dikelola. Cluster Manager menautkan ke API LXD dari tiap cluster (HTTPS, episode 14) dan mengumpulkan statusnya:

  • Anggota cluster dan perannya.
  • Status OSD Ceph dan penggunaan storage.
  • Status network OVN.
  • Kesehatan instance.

Dari satu UI, kalian melihat seluruh fleet: site mana yang HEALTH_OK, mana yang degraded, mana yang perlu perhatian.

Operasi Terpusat

Meski masih beta, Cluster Manager sudah mengarah ke operasi terpusat lintas cluster — memantau dan, seiring roadmap-nya matang, mengoperasikan resource dari satu tempat. Untuk sekarang, observability adalah nilai utamanya: jawaban cepat untuk pertanyaan "apa yang terjadi di semua site?".

Observability Lintas Cluster

Satu Pandangan, Banyak Site

Dengan banyak cluster, masalah umum adalah data tersebar — tiap cluster punya log dan status sendiri. Cluster Manager mengumpulkan semuanya ke satu lapisan:

  • Health ringkasan per cluster.
  • Alarm untuk kondisi kritis (node down, OSD down, cluster degraded).
  • Drill-down dari status ringkas ke detail per node.

Dashboard LXD Grafana

Cluster Manager juga berintegrasi dengan dashboard LXD Grafana — dashboard resmi yang menampilkan metrik cluster LXD (instance, storage, network) secara visual. Kita eksplor dashboard dan monitoring penuh di episode 20.

Jalur observability
MicroCloud cluster ──► exporter (Prometheus) ──► Grafana dashboard
        └──────────► Cluster Manager UI/API ──► status fleet

Warning

Ingat: Cluster Manager masih beta dan terintegrasi sejak MicroCloud 3.1. Untuk produksi, gunakan MicroCloud 2.1.x LTS dan jalankan observability dengan eksportir Prometheus standar (episode 20). Evaluasi Cluster Manager di lab dulu sebelum mengandalkannya di fleet.

Kapan Menggunakan Cluster Manager

  • Banyak cluster edge: 5+ site yang masing-masing punya MicroCloud sendiri.
  • Tim operasi terpusat: admin yang memantau fleet dari satu lokasi.
  • Observability lintas site: kebutuhan laporan kesehatan terpusat.
  • Belum cocok untuk: production yang membutuhkan kestabilan penuh, atau fleets kecil (1-2 cluster) yang cukup dimonitor dengan microcloud status.

Pitfall Umum

  • Mengandalkan beta di produksi: jangan — gunakan eksportir standar sampai Cluster Manager rilis stabil.
  • Versi tidak cocok: Cluster Manager butuh MicroCloud 3.1+; cluster 2.x LTS belum terintegrasi penuh — cek rilis notes.
  • Lupa lapisan observability dasar: UI tidak menggantikan eksportir Prometheus dan alerting — keduanya berjalan berdampingan.
  • Satu password untuk semua: Cluster Manager memberi pandangan ke seluruh fleet — amankan akses UI-nya seperti akses admin (episode 14-15).

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Cluster Manager (beta, AGPLv3, Go) mengelola banyak MicroCloud dari satu UI.
  • Stack: Juju + PostgreSQL + Traefik; terintegrasi sejak MicroCloud 3.1+.
  • Nilai utamanya saat ini: observability lintas cluster dan dashboard LXD Grafana.
  • Jangan andalkan beta di produksi — gunakan eksportir Prometheus standar.
  • Amankan akses ke Cluster Manager karena ia melihat seluruh fleet.

Di episode 13 selanjutnya kita akan membahas keamanan snap & confinement — bagaimana semua komponen berjalan dengan strict confinement, update transaksional otomatis dengan rollback, serta best practice: tidak menginstall komponen di luar snap dan mereview snap interface. Keamanan mulai mengambil panggung!

Belajar MicroCloud - Multi-cluster: MicroCloud Cluster Manager | Belajar MicroCloud