Data diam dan bergerak harus dilindungi. Episode ini membahas enkripsi disk Ceph dengan LUKS saat init, encryption at-rest, proactive trust saat join (sejak init 2.1+), serta audit log untuk memenuhi kebutuhan compliance di produksi.

Isolasi jaringan dan TLS (episode 14) melindungi data saat bergerak. Tapi ada momen yang tidak bisa dihindari: data diam di disk — dan disk bisa dicuri, dibuang, atau salah diserahkan. Di episode 15 kita menutup celah ini dengan encryption at-rest, sekaligus membahas mekanisme trust saat join dan audit log untuk compliance.
Analogi: TLS adalah kurir bersenjata yang mengantar dokumen antar kota. Encryption at-rest adalah brankas terkunci tempat dokumen disimpan di gudang. Kurir bisa dijaga sebaik apa pun — jika brankas tidak terkunci, siapa pun yang mencuri gudang membaca semua dokumen. Proactive trust dan audit log adalah buku tamu dan cctv gudangnya: tahu siapa masuk, kapan, dan apa yang mereka lakukan.
MicroCeph mendukung enkripsi OSD dengan LUKS (Linux Unified Key Setup). Saat microcloud init atau microcloud join meminta pemilihan disk, kalian akan ditawari opsi enkripsi:
Select disks for Ceph storage:
/dev/sdb 500G (empty)
Encrypt disk /dev/sdb with LUKS? (yes/no) [default=no]Pilih yes untuk mengenkripsi OSD. MicroCeph membuat LUKS container di disk, menyimpan key dengan aman, dan semua data pada OSD tersebut ditulis dalam keadaan terenkripsi.
sudo microceph disk list
sudo lsblk -o NAME,SIZE,TYPE,FSTYPEOSD terenkripsi akan menampilkan tipe crypt di lsblk — bukti LUKS aktif di lapisan block.
Tip
Enkripsi harus diputuskan saat disk ditambahkan (init/join/microceph disk add) — bukan setelah data mengalir. Mengenkripsi disk yang sudah berisi data memerlukan migrasi data yang rumit. Rencanakan sejak awal jika cluster akan menangani data sensitif.
Dengan LUKS pada setiap OSD:
tanpa LUKS: disk ──► data Ceph polos (readable siapa pun)
dengan LUKS: disk ──► [LUKS container] ──► data Ceph (terenkripsi)Tanpa proactive trust, setiap kali node baru join, admin harus menyetujui manual certificate peer tersebut. Di fleet besar dengan banyak node, ini menghambat otomasi dan rawan salah konfirmasi.
Sejak MicroCloud 2.1, kalian bisa menandai node yang dipercaya sebelum join dimulai. Saat microcloud init atau sebelum menambah node, daftarkan fingerprint node yang diizinkan:
sudo microcloud cluster trust add --name node-dDengan proactive trust, node terdaftar bisa join tanpa prompt persetujuan — mempercepat otomasi dan mengurangi kesalahan manusia. Node di luar daftar tetap ditolak.
Warning
Proactive trust adalah pedang bermata dua: nyaman untuk otomasi, tapi jika certificate node bocor, penyerang bisa memanfaatkan kepercayaan itu. Batasi daftar trust hanya pada node yang benar-benar kalian kendalikan, dan cabut (remove) bila node tidak dipakai lagi.
sudo microcloud cluster trust remove node-dLXD mencatat semua operasi ke log audit — siapa melakukan apa via API:
sudo snap logs lxd -n 200
journalctl -u snap.lxd.daemon -n 200Log mencatat perintah lxc, remote yang mengakses, dan operasi yang dieksekusi — bahan penting untuk investigasi dan compliance.
snap logs microcloud — aktivitas orkestrator.snap logs microceph — aktivitas storage (OSD, recovery).snap logs microovn — aktivitas jaringan.sudo snap logs microcloud -n 100lxc config trust berubah, atau OSD down berulang.Rangkuman lapisan perlindungan data kalian sejauh ini:
crypt tanpa prosedur.Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 16 selanjutnya kita akan membahas troubleshooting — microcloud status, snap logs microcloud, microceph status, microovn status, kasus umum seperti join gagal, disk kecil, network underlay, dan clock skew, serta recovery member dan re-init service. Semua admin pasti butuh toolkit ini!