Cloud kalian hidup: saatnya menjalankan workload pertama. Episode ini membahas deploy instance LXD — lxc launch untuk container system dan VM dengan --vm, memilih storage pool Ceph, live migration, serta default profile MicroCloud dan custom profile untuk produksi.

Storage dan jaringan sudah siap dari episode 6-7. Sekarang tibalah bagian yang paling memuaskan: menjalankan instance pertama. Di episode 8 kita deploy container system dan VM ke cluster, memahami bagaimana LXD memilih node, memakai storage Ceph, dan memanfaatkan profile untuk konsistensi. Inilah saat cloud kalian benar-benar melayani workload.
Analogi sederhana: LXD cluster seperti sistem booking hotel. Kalian datang ke resepsionis (lxc launch) dengan permintaan kamar (spesifikasi instance); resepsionis memilih kamar terbaik (node sesuai penjadwalan), menyiapkan perlengkapan standar (profile), dan menagih dari gudang pusat (storage Ceph). Tamu (instance) tidak peduli di lantai mana ia ditempatkan — yang penting alamatnya stabil.
Perintah dasar untuk membuat container system:
lxc launch ubuntu:24.04 c1LXD mengambil image ubuntu:24.04 dari remote image store, memilih node untuk c1, membuat volume storage Ceph untuk root disk, menghubungkan ke network OVN, dan menjalankannya. Beberapa detik kemudian:
lxc list+----+---------+------+------+-----------+----------------+---------+
|NAME| STATUS | TYPE |ARCH | SNAPSHOTS| IPV4 | LOCATION|
+----+---------+------+------+-----------+----------------+---------+
| c1 | RUNNING | container | x86_64 | 0 | 10.201.4.2 | node-b |
+----+---------+------+------+-----------+----------------+---------+Perhatikan kolom LOCATION: c1 berjalan di node-b, walau kita mengeksekusi perintah dari node mana pun. Inilah yang dimaksud LXD cluster — perintah bisa dijalankan dari member mana saja dan LXD menjadwalkan instance di seluruh cluster.
lxc exec c1 -- bashAtau menjalankan perintah langsung tanpa masuk:
lxc exec c1 -- hostnameSaat init, MicroCloud membuat storage pool untuk instance di LXD:
lxc storage list+------------------+--------+----------+-------------------+------+------+
| NAME | DRIVER | SOURCE | DESCRIPTION | ... |
+------------------+--------+----------+-------------------+------+------+
| local | dir | /var/snap/lxd/common/... | | |
| remote | ceph | remote | Ceph pool | |
+------------------+--------+----------+-------------------+------+------+remote (driver ceph) — pool RBD di MicroCeph, storage utama untuk instance yang butuh HA.local (driver dir) — direktori di disk lokal node, untuk hal yang tidak butuh replikasi.Secara default MicroCloud profile menunjuk ke pool Ceph. Jika kalian ingin eksplisit:
lxc launch ubuntu:24.04 c2 --storage remotelxc storage volume show remote c2Note
Untuk instance yang butuh HA dan live migration, gunakan pool Ceph (remote). Storage local (local) hanya untuk hal yang boleh hilang bersama node — misalnya cache atau instance lab sementara. Perbedaan ini menentukan apakah instance bisa hidup lagi saat node-nya mati (episode 9).
Untuk workload yang butuh kernel sendiri (modul kernel khusus, software yang menolak container), deploy VM:
lxc launch ubuntu:24.04 v1 --vmLXD mem-boot VM dengan QEMU/KVM, menggunakan image cloud dengan cloud-init, dan menghubungkannya ke network yang sama. Dari sisi network, VM dan container hidup berdampingan di logical switch yang sama.
lxc list v1
lxc info v1Salah satu alasan utama memilih VM di MicroCloud: live migration. VM yang berjalan di pool Ceph bisa dipindahkan ke node lain tanpa downtime:
lxc move v1 --target node-cKarena root disk VM ada di Ceph (akses dari node mana pun) dan network-nya overlay OVN (IP stabil), migrasi hanya memindahkan eksekusi CPU — tamu tidak merasakan apa-apa. Ini fondasi operasional yang kita pakai untuk HA di episode 9.
MicroCloud membuat default profile yang mengikat storage dan network:
lxc profile show defaultconfig:
cloud-init.user-data: |
#cloud-config
...
devices:
eth0:
name: eth0
network: default
type: nic
root:
pool: remote
size: 10GiB
type: diskSetiap instance yang di-launch tanpa profil custom mewarisi pengaturan ini: network OVN default dan root disk di pool Ceph remote. Inilah mengapa lxc launch ubuntu:24.04 c1 langsung "menjadi cloud".
Untuk variasi resource atau device, buat profil sendiri:
lxc profile create web
lxc profile set web limits.cpu 2
lxc profile set web limits.memory 4GiBlxc launch ubuntu:24.04 web1 --profile default --profile webProfil bisa dikombinasikan — default menyediakan storage/network, web menambahkan batasan resource. Instance yang sudah berjalan juga bisa di-update profilnya:
lxc profile assign web1 default,weblxc info --resources), serta limits.cpu cukup.lxc config show v1 untuk migration.stateful.Inti yang harus dibawa pulang:
lxc launch ubuntu:24.04 c1 membuat container system yang otomatis masuk cluster, Ceph storage, dan network OVN.remote (Ceph) untuk HA; pool local hanya untuk hal yang boleh hilang.--vm mendukung live migration via lxc move --target.Di episode 9 selanjutnya kita akan membahas high availability & failover — bagaimana instance dijadwalkan ulang otomatis saat node down, bagaimana replikasi Ceph menjaga data, dan latihan men-simulasikan node mati lalu memverifikasi recovery otomatis. Ini ujian sesungguhnya bagi cloud kalian!