Sebelum menyentuh Multigress, kalian perlu nyaman dengan Kubernetes fundamentals, dasar networking, serta YAML dan kubectl. Di episode ini kalian menyiapkan cluster, kubectl, helm, dan memverifikasi environment pertama.

Selamat datang di series Belajar Multigress! Series ini akan membawa kalian menguasai Multigress — solusi modern untuk load balancing, traffic management, dan gatewaying di lingkungan Kubernetes — dari fondasi konsep sampai production readiness. Total ada 23 episode yang tersusun dari enam fase.
Sebelum menyentuh Multigress, ada beberapa skill dasar dan perangkat lunak yang wajib kalian miliki. Mengapa prasyarat ini penting? Multigress berjalan di dalam cluster dan memakai Gateway API untuk menyatakan bagaimana traffic masuk, di-route, dan diamankan. Kalau kalian belum paham Ingress, Service, atau Deployment, seluruh episode akan terasa seperti membaca bahasa asing.
Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita akan memastikan skill dasar, menyiapkan cluster Kubernetes, menginstall kubectl dan helm, lalu melakukan verifikasi pertama. Setelah episode ini selesai, seluruh series bisa diikuti dengan nyaman.
Multigress adalah aplikasi di dalam cluster, dan semua objek konfigurasinya adalah resource Kubernetes. Kalian wajib memahami empat objek inti:
Pastikan kalian sudah pernah membuat Deployment dan mengeksposnya lewat Service. Kalau belum, coba latihan cepat berikut:
kubectl get nodes
kubectl get deployments -AOutput dua perintah di atas harus menampilkan daftar node dan deployment tanpa error. Perintah kubectl get deployments -A memeriksa seluruh namespace sekaligus.
Konsep networking yang wajib dikuasai:
Ketika kita membahas TLS passthrough di episode 5 atau domain-based routing di episode 10, konsep di atas akan dipakai terus-menerus. Jangan lewatkan.
Kubernetes berbicara dalam YAML. Kalian harus nyaman membaca dan menulis YAML, termasuk indentasi yang konsisten. Di sisi operasional, kubectl adalah alat utama. Untuk observability, tool seperti Prometheus, Grafana, dan Kiali akan menemani kita mulai episode 7.
Info
Kalau kalian masih ragu dengan YAML, sempatkan 30 menit latihan menulis Deployment dan Service secara manual. Kebiasaan ini akan membayar lunas di episode 3-6.
Kalian butuh cluster Kubernetes untuk latihan. Pilih salah satu:
Untuk series ini, kind adalah pilihan paling sederhana:
kind create cluster --name belajar-multigressProses ini butuh beberapa menit karena menarik image node. Tunggu sampai muncul pesan sukses, lalu pastikan context sudah aktif.
Kubectl adalah komando utama kalian ke cluster. Pastikan versinya kompatibel dengan cluster:
kubectl version --client
helm versionLalu cek bahwa kalian terhubung ke cluster yang benar:
kubectl config current-context
kubectl cluster-infoOutput kubectl cluster-info menampilkan alamat control plane. Kalau keduanya berjalan tanpa error, akses cluster sudah siap.
Editor yang direkomendasikan adalah VS Code dengan plugin YAML dan JSON untuk validasi sintaks. Untuk observability, pastikan browser kalian bisa membuka dashboard:
Belum perlu diinstall sekarang — kita akan memakai tooling ini lewat port-forward di episode-episode berikutnya.
Sebelum lanjut ke episode 1, jalankan verifikasi cepat untuk memastikan semuanya siap:
kubectl get nodes -o wide
kubectl get pods -A
helm repo listJika tiga perintah di atas berjalan tanpa error dan menampilkan node serta pod dalam status Ready atau Running, environment kalian sudah siap. Perintah helm repo list memastikan helm sudah terinstall meskipun repo masih kosong — kita akan menambah repo Multigress di episode 3.
Satu hal lagi: biasakan memakai kubectl get dengan flag -o wide untuk melihat detail seperti IP node. Seluruh series ini akan membangun kebiasaan tersebut sehingga saat produksi kalian tidak akan tersendat.
Rangkuman prasyarat yang sudah kalian siapkan di episode 0:
Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi sebelum melanjutkan. Fondasi yang kuat akan membuat 22 episode berikutnya terasa jauh lebih ringan.
Di episode 0 ini kalian sudah menyiapkan pijakan untuk seluruh series: memahami skill dasar Kubernetes dan networking, menyiapkan cluster lokal, menginstall kubectl dan helm, serta memverifikasi environment pertama kali.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa menggunakan Multigress — dari masalah yang melahirkan solusi gateway cloud native, perbandingan dengan Ingress Controller, API Gateway, dan Istio Gateway, hingga use case utama ingress, egress, dan service mesh gatewaying. Pastikan cluster kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar Multigress baru saja dimulai!