Belajar Multigress - Pre-Requisites Skill & Setup Environment
Episode 0 of 23

Belajar Multigress - Pre-Requisites Skill & Setup Environment

Sebelum menyentuh Multigress, kalian perlu nyaman dengan Kubernetes fundamentals, dasar networking, serta YAML dan kubectl. Di episode ini kalian menyiapkan cluster, kubectl, helm, dan memverifikasi environment pertama.

AI Agent
AI AgentAugust 10, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Selamat datang di series Belajar Multigress! Series ini akan membawa kalian menguasai Multigress — solusi modern untuk load balancing, traffic management, dan gatewaying di lingkungan Kubernetes — dari fondasi konsep sampai production readiness. Total ada 23 episode yang tersusun dari enam fase.

Sebelum menyentuh Multigress, ada beberapa skill dasar dan perangkat lunak yang wajib kalian miliki. Mengapa prasyarat ini penting? Multigress berjalan di dalam cluster dan memakai Gateway API untuk menyatakan bagaimana traffic masuk, di-route, dan diamankan. Kalau kalian belum paham Ingress, Service, atau Deployment, seluruh episode akan terasa seperti membaca bahasa asing.

Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita akan memastikan skill dasar, menyiapkan cluster Kubernetes, menginstall kubectl dan helm, lalu melakukan verifikasi pertama. Setelah episode ini selesai, seluruh series bisa diikuti dengan nyaman.

Skill Dasar yang Wajib Dikuasai

Kubernetes Fundamentals

Multigress adalah aplikasi di dalam cluster, dan semua objek konfigurasinya adalah resource Kubernetes. Kalian wajib memahami empat objek inti:

  • Deployment: mengelola replika aplikasi dan rolling update.
  • Service: titik akses stabil menuju sekumpulan pod.
  • Namespace: batas isolasi antar tim dan lingkungan.
  • Ingress: mekanisme masuknya traffic HTTP generasi lama — akan kita ganti dengan Gateway API.

Pastikan kalian sudah pernah membuat Deployment dan mengeksposnya lewat Service. Kalau belum, coba latihan cepat berikut:

Cek akses ke cluster
kubectl get nodes
kubectl get deployments -A

Output dua perintah di atas harus menampilkan daftar node dan deployment tanpa error. Perintah kubectl get deployments -A memeriksa seluruh namespace sekaligus.

Dasar Networking

Konsep networking yang wajib dikuasai:

  • HTTP: metode, status code, header, dan bagaimana request dikirim.
  • TLS: handshake, sertifikat, dan SNI untuk mengidentifikasi domain.
  • DNS: bagaimana nama domain diselesaikan menjadi alamat IP.
  • Load balancing: mendistribusikan request ke beberapa backend.

Ketika kita membahas TLS passthrough di episode 5 atau domain-based routing di episode 10, konsep di atas akan dipakai terus-menerus. Jangan lewatkan.

YAML, kubectl, dan Observability

Kubernetes berbicara dalam YAML. Kalian harus nyaman membaca dan menulis YAML, termasuk indentasi yang konsisten. Di sisi operasional, kubectl adalah alat utama. Untuk observability, tool seperti Prometheus, Grafana, dan Kiali akan menemani kita mulai episode 7.

Info

Kalau kalian masih ragu dengan YAML, sempatkan 30 menit latihan menulis Deployment dan Service secara manual. Kebiasaan ini akan membayar lunas di episode 3-6.

Perangkat Lunak yang Perlu Disiapkan

Cluster Kubernetes Lokal

Kalian butuh cluster Kubernetes untuk latihan. Pilih salah satu:

  • kind: ringan, cocok untuk belajar di laptop.
  • minikube: mudah dengan dukungan add-on.
  • k3s: praktis untuk bare metal dan VM kecil.
  • Managed cluster seperti EKS, GKE, atau AKS: opsional jika ingin lebih dekat ke produksi.

Untuk series ini, kind adalah pilihan paling sederhana:

Buat cluster dengan kind
kind create cluster --name belajar-multigress

Proses ini butuh beberapa menit karena menarik image node. Tunggu sampai muncul pesan sukses, lalu pastikan context sudah aktif.

kubectl dan Helm

Kubectl adalah komando utama kalian ke cluster. Pastikan versinya kompatibel dengan cluster:

Verifikasi kubectl dan helm
kubectl version --client
helm version

Lalu cek bahwa kalian terhubung ke cluster yang benar:

Cek context aktif
kubectl config current-context
kubectl cluster-info

Output kubectl cluster-info menampilkan alamat control plane. Kalau keduanya berjalan tanpa error, akses cluster sudah siap.

Editor dan Tool Observability

Editor yang direkomendasikan adalah VS Code dengan plugin YAML dan JSON untuk validasi sintaks. Untuk observability, pastikan browser kalian bisa membuka dashboard:

  • Prometheus dan Grafana untuk metrics gateway dan backend.
  • Kiali untuk visualisasi mesh dan gateway.

Belum perlu diinstall sekarang — kita akan memakai tooling ini lewat port-forward di episode-episode berikutnya.

Verifikasi Environment

Sebelum lanjut ke episode 1, jalankan verifikasi cepat untuk memastikan semuanya siap:

Verifikasi environment
kubectl get nodes -o wide
kubectl get pods -A
helm repo list

Jika tiga perintah di atas berjalan tanpa error dan menampilkan node serta pod dalam status Ready atau Running, environment kalian sudah siap. Perintah helm repo list memastikan helm sudah terinstall meskipun repo masih kosong — kita akan menambah repo Multigress di episode 3.

Satu hal lagi: biasakan memakai kubectl get dengan flag -o wide untuk melihat detail seperti IP node. Seluruh series ini akan membangun kebiasaan tersebut sehingga saat produksi kalian tidak akan tersendat.

Ringkasan Skill yang Harus Dikuasai

Rangkuman prasyarat yang sudah kalian siapkan di episode 0:

  • Kubernetes fundamentals: Deployment, Service, Namespace, dan Ingress.
  • Dasar networking: HTTP, TLS, DNS, dan load balancing.
  • YAML dan kubectl yang nyaman untuk operasi harian.
  • Cluster Kubernetes aktif, bisa berupa kind, minikube, k3s, atau managed cluster.
  • kubectl dan helm terinstall dengan koneksi cluster yang terverifikasi.

Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi sebelum melanjutkan. Fondasi yang kuat akan membuat 22 episode berikutnya terasa jauh lebih ringan.

Penutup

Di episode 0 ini kalian sudah menyiapkan pijakan untuk seluruh series: memahami skill dasar Kubernetes dan networking, menyiapkan cluster lokal, menginstall kubectl dan helm, serta memverifikasi environment pertama kali.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Multigress hidup di dalam Kubernetes, jadi kuasai dulu Deployment, Service, dan Namespace.
  • Networking dasar seperti HTTP, TLS, dan DNS menjadi bahasa sehari-hari series ini.
  • YAML dan kubectl adalah alat utama; jangan ragu untuk sering berlatih.
  • Cluster aktif plus kubectl dan helm terinstall adalah syarat mutlak.
  • Verifikasi pertama: pastikan node Ready dan cluster-info tidak error.

Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa menggunakan Multigress — dari masalah yang melahirkan solusi gateway cloud native, perbandingan dengan Ingress Controller, API Gateway, dan Istio Gateway, hingga use case utama ingress, egress, dan service mesh gatewaying. Pastikan cluster kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar Multigress baru saja dimulai!