Mengedit banyak file dalam satu sesi nano: membuka file sebagai buffer terpisah dengan --newbuffer, berpindah antar buffer dengan M-, dan M-., memakai file browser di dalam menu Write Out atau Read File, serta menavigasi dan menutup buffer dengan cepat

Setelah di episode 9 file-file kalian berwarna, kini kita masuk ke mode yang mengubah cara bekerja: multi-buffer. Sampai sekarang, membuka file kedua berarti keluar dari nano dan masuk lagi. Dengan multi-buffer, kalian membuka beberapa file dalam satu sesi dan berpindah antar mereka dengan dua tombol — seperti tab di editor modern.
Mengapa ini penting? Karena pekerjaan nyata jarang menyentuh satu file. Edit nginx.conf, lalu sites-available/default, lalu log kesalahan — semuanya tanpa meninggalkan nano.
Satu sesi nano bisa membawa beberapa buffer. Setiap buffer adalah satu file yang dibuka di memori (konsep dari episode 2). Yang kalian lihat di layar hanya satu buffer aktif; sisanya menunggu di belakang. Saat ada lebih dari satu buffer, shortcut bar bawah menampilkan Close (bukan Exit) untuk ^X.
Cara termudah — berikan beberapa nama file sekaligus:
nano nginx.conf sites-available/default error.logNano membuka nginx.conf sebagai buffer pertama dan sisanya sebagai buffer lain. Perhatikan title bar: nama buffer aktif selalu ditampilkan.
Warning
Secara default, nano 8.x/9.x menjalankan --newbuffer saat beberapa file diberikan sekaligus — artinya masing-masing dapat buffer sendiri. Sejak nano 9.2, nama opsi ini distandarkan menjadi --newbuffer (sinonim dari --multibuffer lama). Pastikan build kalian mendukungnya dengan nano --version.
Dua shortcut untuk berpindah buffer:
| Shortcut | Fungsi |
|---|---|
M-. | Pindah ke buffer berikutnya |
M-, | Pindah ke buffer sebelumnya |
nano ~/nano-lab/nginx.conf ~/nano-lab/server.txt ~/nano-lab/undo.txtTekan M-. beberapa kali — title bar berganti nama file setiap kali. Perhatikan bahwa perubahan di tiap buffer tetap tersimpan di memorinya masing-masing; baru ditulis ke disk saat ^O di buffer tersebut.
Dari dalam nano, tambah file baru tanpa keluar — dengan ^R (Read File) lalu M-F (insert ke buffer baru):
^R → prompt "File to insert into current buffer"
M-F → ganti ke "File to insert into new buffer"
Enter → file dibuka sebagai buffer baruIni cara menambah buffer di tengah pekerjaan — misalnya saat kalian menyadari perlu memeriksa file config lain sambil mengedit.
Nano punya file browser sederhana untuk memilih file tanpa mengetik path. Buka dari menu Write Out (^O) atau Read File (^R), lalu tekan ^T:
^O → Write Out menu
^T → File BrowserDi file browser kalian bisa:
^P ^N.Enter pada direktori.^W./tmp/opencode/nano-lab/ [ ... ]
nginx.conf 5 lines
server.txt 3 lines
undo.txt 3 linesTip
File browser sangat berguna di server tanpa terminal yang cantik, atau saat kalian tidak ingat persis nama file. Kombinasi ^O → ^T untuk menyimpan ke nama baru di folder lain juga lebih aman daripada mengetik path panjang.
^X pada buffer aktif menutup buffer itu (dengan save guard Y/N/^C seperti episode 3), lalu pindah ke buffer berikutnya. Buffer terakhir yang ditutup mengakhiri sesi nano sepenuhnya.
nano --newbuffer ~/nano-lab/nginx.conf ~/nano-lab/server.txtM-. untuk berpindah ke server.txt.^O untuk menyimpan buffer ini saja.M-. kembali ke nginx.conf.^X tutup buffer; ^X lagi untuk keluar sepenuhnya.Pada episode 10 ini, kalian telah menguasai multi-buffer dan file browser nano.
Inti yang harus dibawa pulang:
nano a b c — masing-masing jadi buffer.M-./M-, berpindah antar buffer; title bar menunjukkan buffer aktif.^R lalu M-F menambah file sebagai buffer baru di tengah sesi.^O atau ^R, lalu ^T.^X menutup buffer; buffer terakhir menutup sesi.Di episode 11 selanjutnya, kita akan membahas file insert & execute command — menyisipkan isi file lain ke buffer dengan ^R, menjalankan perintah eksternal seperti linter atau spell checker dengan ^T, dan memakai M-F untuk formatter. Nano mulai terhubung dengan ekosistem tool di luar dirinya!