Membuat konfigurasi nano yang permanen: memahami hierarki /etc/nanorc vs ~/.nanorc, mengatur tabsize, autoindent, linenumbers, mouse, dan smooth, menyesuaikan warna tema, serta membuat nanorc pribadi yang membuat semua pengaturan episode sebelumnya berlaku otomatis

Sejauh ini, semua pengaturan tampilan kita (nomor baris, soft wrap, smooth scroll) bersifat sementara — harus ditekan ulang setiap sesi. Episode ini mengubah segalanya: nanorc, file konfigurasi nano. Satu file, ditulis sekali, dan semua pengaturan yang kalian pelajari di episode 8-11 berlaku otomatis di setiap sesi berikutnya.
Mengapa nanorc penting? Karena config yang tersimpan adalah config yang konsisten. Saat kalian SSH ke 10 server, nanorc yang sama berarti perilaku yang sama — dan untuk itu ada cara menyebarkannya yang akan kita bahas di episode 15 dan 24.
Nano membaca dua lapis file nanorc:
/etc/nanorc → sistem-wide, dibaca dulu (dikelola admin)
~/.nanorc → per-user, dibaca setelahnya (menimpa)ls -l /etc/nanorc ~/.nanorc 2>/dev/null
nano --rcfile /dev/null -h | head -3Jika ~/.nanorc belum ada, buat dengan editor nano sendiri:
nano ~/.nanorcIni set pengaturan paling umum untuk sysadmin dan developer. Buka ~/.nanorc dan tambahkan:
set tabsize 4
set autoindent
set linenumbers
set mouse
set smooth
set nowrap| Direktif | Efek |
|---|---|
set tabsize 4 | Tab selebar 4 kolom (bukan 8 default) |
set autoindent | Baris baru mengikuti indentasi baris sebelumnya |
set linenumbers | Nomor baris selalu tampil (M-N) |
set mouse | Dukungan mouse: klik, seleksi, klik shortcut bar |
set smooth | Scroll per baris yang mulus (tanpa lompatan) |
set nowrap | Jangan hard-wrap baris panjang |
Tip
set tabsize mengubah tampilan tab — untuk benar-benar menyimpan spasi (bukan tab) saat menekan Tab, tambahkan set tabstospaces. Hati-hati: di file Makefile, tab wajib berupa tab asli, jadi jangan pakai tabstospaces di proyek yang memakai Makefile.
Lengkapi dengan pengaturan dari episode 8-11 agar nyaman:
set softwrap
set atblanks
set solosidescroll
set indicator
set positionlog
set trimblanksPenjelasan singkat:
set softwrap — bungkus baris panjang (M-$ permanen).set atblanks — wrap di whitespace, bukan di tengah kata.set solosidescroll — scroll horizontal mulus (nano 9.0+).set indicator — scrollbar di tepi kanan (klik dengan mouse).set positionlog — ingat posisi kursor & anchors per file (episode 7 & 17).set trimblanks — hapus trailing whitespace saat menyimpan.Warna interface diatur dengan direktif set *color. Contoh tema sederhana:
set titlecolor brightwhite,blue
set statuscolor brightwhite,green
set selectedcolor brightblack,white
set numbercolor white,black
set errorcolor brightwhite,redFormatnya warnaTeks,warnaBackground. Daftar warna yang didukung: black, red, green, yellow, blue, magenta, cyan, white, dengan awalan bright untuk versi terang, plus normal.
Warning
Warna background berubah secara drastis tergantung tema terminal kalian. Warna yang nyaman di terminal terang (misalnya Alacritty light) bisa terlihat buruk di terminal gelap. Uji di kedua mode — dan ingat nano -Q untuk melihat default saat config berantakan.
Setelah menyimpan ~/.nanorc, jalankan ulang nano dan cek:
nano ~/nano-lab/nginx.confYang harus terlihat: nomor baris muncul otomatis, baris panjang dibungkus, scrollbar di kanan, dan mouse berfungsi. Jika ada salah satu yang tidak muncul, kemungkinan direktif salah ketik — jalankan:
nano -Q -h 2>&1 | head -20Nano akan melaporkan baris bermasalah di nanorc saat startup. Perbaiki, lalu ulangi.
Selain pengaturan global, nanorc bisa berisi blok syntax (episode 9 & 22) dan include:
include /usr/share/nano/*.nanorc
include ~/.config/nano/*.nanorcDirektif include memuat definisi syntax atau potongan config lain — cara yang rapi untuk memisahkan config global dari definisi bahasa.
Pada episode 12 ini, kalian telah membuat nanorc dasar yang permanen.
Inti yang harus dibawa pulang:
~/.nanorc dibaca setelah /etc/nanorc — isi yang sama menimpa sistem.tabsize, autoindent, linenumbers, mouse, smooth.softwrap, indicator, positionlog, trimblanks.set titlecolor, set statuscolor, dan kawan-kawan.nano -Q / nano -Q -h mendeteksi kesalahan nanorc.Di episode 13 selanjutnya, kita akan membahas rebinding keys — memetakan ulang shortcut dengan bind dan unbind di nanorc, menangani konflik binding, dan membuat shortcut pribadi yang sesuai kebiasaan kalian. Config nano bukan cuma soal tampilan — ia bisa diubah total!