Menguasai opsi baris perintah nano: autoindent dengan -i, mouse dengan -m, nomor baris dengan -l, no wrap dengan -w, smooth scroll dengan -S, membuka file di baris tertentu dengan +line, serta menyusun kombinasi opsi untuk workflow yang lebih cepat

Sampai di episode ini, semua pengaturan dikelola di nanorc. Namun ada satu kekuatan lagi: command-line options. Opsi CLI memungkinkan kalian memilih perilaku per-invocation — tanpa mengubah config global. Ini semacam "nanorc sekali pakai" yang sangat berguna dalam skrip, alias, dan situasi di mana kalian tidak mau mengotori config.
Mengapa CLI options penting? Karena di episode 21 (macro) dan 24 (workflow sysadmin), kalian akan menulis perintah nano yang lengkap dalam satu baris. Menguasai opsi berarti menguasai cara menyusun perintah itu.
| Opsi | Efek | Setara nanorc |
|---|---|---|
-i | Autoindent | set autoindent |
-m | Dukungan mouse | set mouse |
-l | Nomor baris | set linenumbers |
-w | No wrap (jangan hard-wrap) | set nowrap |
-S | Smooth scroll | set smooth |
nano -imlS script.shArtinya: autoindent + mouse + nomor baris + smooth scroll, sekali perintah.
Tip
Sebagian besar opsi CLI punya padanan nanorc (set). Prinsip pemakaian: nanorc untuk preferensi permanen, opsi CLI untuk kebutuhan sesaat atau dalam skrip. Keduanya bisa digabung — opsi CLI menimpa nanorc untuk sesi itu saja.
Fitur paling berguna untuk bekerja dengan log dan config besar — buka langsung di baris yang diinginkan:
nano +42 /etc/nginx/nginx.confnano +42,17 file.txtIni luar biasa berguna saat debugging: error di log menyebut baris 1234, dan kalian langsung:
grep -n "ERROR" error.log | head -1
# output: 1234:ERROR something failed
nano +1234 error.logKursor langsung di baris error — tanpa scroll, tanpa cari.
nano -v /etc/nginx/nginx.conf| Opsi | Efek |
|---|---|
-v | View mode (read-only) — aman untuk file penting |
-t | Save on exit otomatis (tanpa prompt Y/N) |
-x | Sembunyikan shortcut bar bawah |
-Q | Abaikan ~/.nanorc |
-t (saveonexit) berguna dalam skrip: nano langsung menyimpan saat ^X tanpa menanyakan konfirmasi. -x memberi layar lebih lega untuk teks. -Q untuk mode murni (sudah kita pakai di episode 3).
nano -o /etc/nginx/ nginx.conf| Opsi | Efek |
|---|---|
-o dir | Operating directory: hanya bisa baca/tulis di dir |
-n | Treat file sebagai baru (berguna untuk named pipe) |
-s prog | Pakai program spell checker tertentu |
-Y name | Paksa syntax tertentu (episode 9) |
-F | --newbuffer (episode 10, nama baru di 9.2) |
-o adalah proteksi kuat: kalian bisa mengunci nano hanya pada satu direktori — mengurangi risiko menyimpan ke path yang salah saat sedang panik.
Contoh nyata kombinasi opsi dalam satu baris:
nano -lv +1234 error.lognano -iwo /etc/nginx/ nginx.confEDITOR="nano -l" crontab -eTip
Kombinasi -v (read-only) saat memeriksa file sistem yang berjalan, lalu sudo nano biasa saat memang perlu mengubahnya, adalah kebiasaan yang disarankan: baca dulu tanpa risiko, edit dengan sadar.
Daftar lengkap opsi bisa dilihat kapan saja:
nano -h
man nanonano -h menampilkan ringkasan; man nano adalah referensi resmi yang lengkap. Di episode 27 kita akan menandai man nano dan man nanorc sebagai sumber rujukan utama.
Pada episode 16 ini, kalian telah menguasai command-line options nano.
Inti yang harus dibawa pulang:
-i, -m, -l, -w, -S — padanan nanorc sekali pakai.nano +42 file membuka langsung di baris 42 — senjata debugging.-v read-only, -t save-on-exit, -Q tanpa config, -x tanpa shortcut bar.-o dir membatasi operasi pada satu direktori.-h dan man nano adalah referensi lengkap.Di episode 17 selanjutnya, kita akan membahas anchors & bookmarks — menandai baris penting dengan M-], melompat antar anchor, dan menyimpannya lintas sesi dengan --positionlog. Bekerja di file besar kini punya penanda permanen!