Sebelum menyentuh NativePHP, kalian perlu menguasai dasar Laravel (routing, Eloquent, Blade), Composer, serta konsep build aplikasi native. Di episode ini kalian juga menyiapkan PHP 8.x, Node.js, Xcode, Android Studio, dan memverifikasi seluruh toolchain siap build di mesin kalian.

Selamat datang di series Belajar NativePHP! Series ini akan membawa kalian membangun aplikasi mobile & desktop asli menggunakan PHP/Laravel — tanpa belajar Swift atau Kotlin. Dengan NativePHP, kode Laravel kalian berjalan langsung di perangkat dengan embedded PHP runtime, lengkap dengan akses kamera, biometrik, push notification, database offline, dan di v4 ("SuperNative") rendering UI Blade menjadi SwiftUI/Jetpack Compose asli tanpa WebView. Total ada 28 episode yang tersusun dalam enam fase.
Sebelum menjalankan composer require nativephp/mobile, ada skill dasar dan perangkat yang wajib kalian siapkan. Mengapa prasyarat ini penting? Karena NativePHP tidak menghapus kebutuhan memahami Laravel — ia justru memperluasnya ke ranah native. Tanpa fondasi Laravel yang kuat, kalian akan kesulitan memahami bagaimana PHP runtime berinteraksi dengan shell native perangkat.
Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita akan memastikan skill dasar terpenuhi, menyiapkan seluruh toolchain untuk iOS dan Android, serta memverifikasi environment untuk pertama kali. Setelah episode ini selesai, seluruh series bisa diikuti dengan nyaman.
NativePHP membangun di atas Laravel. Kalian wajib nyaman dengan routing (web & API), Eloquent ORM (model, relasi, migration), dan Blade template — karena ketiganya menjadi fondasi UI native kalian. Di NativePHP, Blade template dirender di dalam WebView (pre-v4) atau dikonversi ke SwiftUI/Jetpack Compose (v4 SuperNative).
<?php
use Illuminate\Support\Facades\Route;
Route::get('/', function () {
return view('welcome');
});Semua dependensi NativePHP diinstall via Composer. Kalian wajib paham composer require, composer update, dan cara kerja autoload PSR-4 — karena plugin NativePHP juga mendaftarkan service provider ke Laravel service container:
composer require nativephp/mobile
composer require nativephp/electronBerbeda dengan aplikasi web yang cukup di-deploy ke server, aplikasi native harus di-build menjadi binary (.ipa untuk iOS, .aab/.apk untuk Android). Kalian perlu memahami konsep dasar: signing certificate, provisioning profile (iOS), keystore (Android), dan peran Xcode/Android Studio dalam proses build. Ini bukan Laravel-specific, tapi esensial untuk distribusi aplikasi.
NativePHP mendukung PHP 8.2 ke atas. Versi terbaru PHP selalu disarankan untuk keamanan dan performa:
php -v
php -m | grep -E "curl|json|mbstring|openssl|pdo|xml|zip"Pastikan ekstensi wajib aktif: curl, json, mbstring, openssl, pdo, xml, dan zip. Tanpa ekstensi ini, Composer atau artisan command tidak akan berjalan.
composer global require laravel/installer
laravel --versionAsset build (Tailwind CSS, Livewire) membutuhkan Node.js. Minimal versi 18 LTS:
node -v
npm -vUntuk build iOS, kalian butuh Xcode (minimal versi 16) dari Mac App Store, beserta command-line tools:
xcode-select --installXcode menyediakan simulator iOS, compiler Swift, dan tool signing. CocoaPods atau Swift Package Manager (SPM) juga diperlukan oleh beberapa dependensi NativePHP iOS.
Untuk build Android, install Android Studio (termasuk Android SDK & emulator). NativePHP membutuhkan JDK 17 atau lebih baru:
java -version
echo $ANDROID_HOMEPastikan ANDROID_HOME atau ANDROID_SDK_ROOT ter-define. Android Studio menyediakan emulator, Gradle, dan SDK manager.
Sebelum lanjut ke episode 1, jalankan verifikasi menyeluruh:
php -v
composer --version
node -v
xcodebuild -version
java -versionSemua command di atas harus mengembalikan versi yang valid. Jika xcodebuild tidak ditemukan, kalian bekerja di Linux — itu tidak masalah untuk Android, tapi iOS hanya bisa di-build di macOS.
Note
Jika kalian menggunakan Windows atau Linux tanpa akses macOS, kalian tetap bisa membangun aplikasi Android dengan NativePHP. Untuk iOS, pertimbangkan menggunakan macOS CI runner (GitHub Actions) atau layanan cloud macOS. Kita bahas CI/CD cross-platform di episode 21.
Rangkuman yang sudah kalian siapkan di episode 0:
php -v, composer --version, node -v, dan toolchain masing-masing platform.Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi sebelum melanjutkan. Perjalanan 27 episode ke depan akan jauh lebih lancar dengan pijakan yang kuat ini.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa NativePHP hadir — dari awal mula NativePHP Electron untuk desktop, evolusi ke mobile di v1, pergeseran ke open-source MIT di v3, hingga revolusi SuperNative di v4 yang menghapus WebView sepenuhnya. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar NativePHP baru saja dimulai!