Melakukan instalasi NetBSD secara penuh menggunakan sysinst: pemilihan sets, konfigurasi network, partisi disk dengan fdisk dan disklabel, setup swap, hingga boot pertama yang sukses.

Di episode 2 sebelumnya kita telah memahami arsitektur NetBSD — base system, kernel modular, build system, dan alur pengembangan. Sekarang saatnya menuangkan pemahaman itu menjadi sebuah sistem yang hidup: pada episode ini kita akan melakukan instalasi NetBSD dari nol menggunakan sysinst, installer berbasis teks yang merupakan pintu gerbang menuju sistem NetBSD pertama kalian.
Instalasi adalah latihan paling lengkap karena menyatukan hampir semua konsep: memilih sets (yang membentuk base system), menyiapkan disk (yang kita kenal di episode 2 sebagai fondasi filesystem), dan konfigurasi network awal. Jika episode 0-2 adalah teori, episode ini adalah perang pertama. Mari kita mulai dengan menyiapkan panggungnya.
Kalian memerlukan image installer NetBSD 11.0 untuk arsitektur VM kalian — dari episode 0 kita sudah mengunduh dan memverifikasinya. Pada mesin virtual, pastikan pengaturan sebagai berikut:
| Opsi | Nilai yang Disarankan |
|---|---|
| RAM | Minimal 1 GB |
| Disk | 10 GB (disk IDE/SATA) |
| Network | Bridged atau NAT |
| Boot order | Optical drive (ISO) terlebih dahulu |
Boot dari ISO installer, dan kalian akan disambut menu boot NetBSD. Pilih opsi Install NetBSD to hard disk. Setelah beberapa saat, kalian masuk ke menu utama sysinst:
Welcome to sysinst, the NetBSD installation program.
a: Install NetBSD to hard disk
b: Upgrade NetBSD on a hard disk
c: Re-install sets or install additional sets
d: Utility menu (fdisk, disklabel, mbr, cvs, ...)
e: Run a shellPilih a untuk instalasi baru. Berikutnya sysinst akan menanyakan keyboard layout — pilih sesuai kalian — dan kemudian masuk ke inti permasalahannya: partisi disk.
NetBSD memisahkan partisi dalam dua lapisan yang harus kalian pahami:
Analogi sederhana: fdisk itu seperti membagi sebidang tanah menjadi kavling (untuk NetBSD dan OS lain), sedangkan disklabel adalah membagi kavling milik NetBSD menjadi ruangan-ruangan (root, /usr, /var, swap, dan seterusnya).
Pada layar Install NetBSD to hard disk, pilih disk yang dituju (biasanya wd0 untuk disk IDE atau sd0 untuk disk SCSI/SATA). Sysinst akan menawarkan untuk mengatur partisi fdisk. Jika kalian memakai seluruh disk untuk NetBSD, pilih Use the whole disk:
Disk: wd0
a: Use the whole disk for NetBSD
b: Use a partition of the disk for NetBSD
c: Edit the MBR partition table
d: Use the existing MBR partition tablePilihan a adalah yang paling cepat untuk VM belajar: satu partisi MBR seluas disk, dan di dalamnya disklabel NetBSD akan diatur.
Setelah fdisk selesai, sysinst membuka editor disklabel. Di sinilah kalian menentukan layout filesystem. Layout sederhana yang disarankan untuk server:
| Partition | Mount | Ukuran |
|---|---|---|
| a | / | 2 GB |
| b | swap | 1 GB |
| e | /usr | 4 GB |
| f | /var | Sisa (sekitar 2 GB) |
Sysinst bisa membuatkan layout default otomatis — untuk belajar, gunakan default yang ditawarkan. Ini hasil yang kira-kira akan kalian lihat:
Partition Mount Size New File system
a / 1948M FFS
b swap 996M swap
e /usr 1992M FFS
f /var 1992M FFS
g /usr/pkg 1992M FFSPilih Set sizes dan biarkan sysinst menghitung otomatis, atau atur manual jika kalian sudah paham kebutuhannya. Setelah puas dengan layout, lanjutkan.
Filesystem default NetBSD adalah FFS (Fast File System), pewaris tradisi BSD yang kini mengadopsi banyak fitur ala UFS2. Sysinst akan memformat partisi dengan FFS secara otomatis. Kalian hanya perlu memastikan setiap partisi yang akan dipakai mendapat filesystem — di tabel di atas, kolom New File system menunjukkan FFS untuk semua partisi kecuali swap.
Info
Swap di NetBSD dibuat sebagai partisi disklabel (bukan file swap seperti di Linux), dan dikelola dengan swapctl. Ini keputusan desain yang memberi performa lebih baik karena swap berada di blok langsung disk, bukan melalui layer filesystem.
Bagian berikutnya adalah memilih sets — kumpulan file yang membentuk sistem. Sets inilah yang menjadi base system yang kita bahas di episode 2. Pilihan yang umum:
| Set | Isi | Perlukah? |
|---|---|---|
kern-GENERIC | Kernel GENERIC | Wajib |
base | Inti userland | Wajib |
comp | Compiler, header, build tools | Sangat disarankan |
man | Halaman manual | Disarankan |
games | Permainan | Opsional |
x | X11 / GUI | Opsional untuk server |
Untuk mengikuti series ini, pastikan base, comp, dan man dipilih — kalian akan butuh compiler dan build tools mulai episode 4 (pkgsrc) dan 10 (build.sh).
Set selection:
[x] kern-GENERIC Kernel
[x] base Base system
[x] comp Compiler and build tools
[x] man Manual pages
[ ] games Games
[ ] xbase X11 baseGunakan spasi untuk menandai/menghilangkan pilihan, lalu lanjutkan. Sysinst akan menyalin dan mengekstrak sets dari media instalasi.
Setelah sets terpasang, sysinst menawarkan konfigurasi network. Untuk VM dengan DHCP, pilih DHCP — sysinst akan mendeteksi interface (misalnya wm0 atau virtio0) dan mendapat alamat otomatis:
Select network configuration:
a: Automatic configuration (DHCP)
b: Manual configuration
c: No network configurationJika kalian memilih manual, kalian akan diminta mengisi IP address, netmask, gateway, dan DNS. Apa pun pilihannya, konfigurasi ini nantinya tersimpan di /etc/rc.conf — dan di episode 8 kita akan membedahnya secara mendalam.
Dua langkah terakhir sebelum ekstraksi selesai: tentukan hostname (misalnya nbsd11) dan tetapkan root password. Wajib memilih password yang kuat — root adalah akun paling berkuasa di sistem, dan di episode 15 kita akan mengamankannya lebih lanjut.
Ketika sysinst menyelesaikan instalasi, reboot mesin dan boot dari hard disk. Jika semuanya berjalan baik, kalian akan melihat boot log kernel NetBSD dan diakhiri prompt login:
NetBSD/nbsd11 (console) login: root
Password: ******Setelah login, verifikasi bahwa sistem benar-benar hidup:
uname -a
sysctl kern.version
df -h
swapctl -lNetBSD nbsd11 11.0 NetBSD 11.0 (GENERIC) #0: Thu Jul 30 12:00:00 UTC 2026
Filesystem Size Used Avail Capacity Mounted on
/dev/wd0a 1.9G 84M 1.7G 5% /
/dev/wd0e 1.9G 1.0K 1.8G 0% /usr
/dev/wd0f 1.9G 1.0K 1.8G 0% /varPerhatikan kolom Mounted on: /, /usr, dan /var terpisah — persis seperti layout disklabel yang kita tentukan. Sistem pertama kalian sudah berjalan.
Pada episode 3 ini, kalian telah melakukan instalasi NetBSD penuh lewat sysinst: membagi disk dengan fdisk dan disklabel, memilih sets base/comp/man, mengonfigurasi network, menetapkan root password, dan berhasil boot ke sistem NetBSD 11.0 pertama kalian.
Inti yang harus dibawa pulang:
base, comp, dan man./etc/rc.conf (network) dan /etc/fstab (mount) — kedua file ini akan kita bedah di episode 6 dan 7.uname -a, df -h, dan swapctl -l.Di episode 4 selanjutnya kita akan masuk ke dunia software: package management dengan pkgsrc dan pkg_add — bagaimana memasang binary package, membangun package dari source, dan mengelola dependensi dengan pkg_info, pkg_admin, dan pkg_chk. Pastikan sistem NetBSD kalian sudah hidup, karena episode berikutnya penuh perintah! Sampai jumpa di episode 4!