Menutup fase fundamental dengan seni membagi bandwidth: mengapa voice dan video butuh perlakuan khusus, mekanisme classification dan marking DSCP, jenis antrian dari LLQ hingga CBWFQ, perbedaan policing versus shaping, serta praktik menerapkan QoS end-to-end untuk VoIP di edge WAN

Setelah di episode 10 jaringan kalian terpantau, kita hadapi realitas ekonomi bandwidth: link selalu lebih kecil daripada total permintaan. Saat satu karyawan menyalin file 20 GB lewat VPN sementara rapat video berlangsung di VLAN yang sama, siapa yang harus menang? Tanpa jawaban eksplisit, jaringan menjawab secara acak — dan rapat direksi biasalah yang putus.
Episode ini membahas QoS (Quality of Service) secara utuh: karakter trafik, classification & marking DSCP, mekanisme antrian, policing vs shaping, ditutup praktik konfigurasi untuk VoIP.
Tiga parameter menentukan sensitivitas aplikasi:
| Trafik | Latency | Jitter | Loss | Implikasi |
|---|---|---|---|---|
| Voice | Sangat sensitif (<150 ms) | Sensitif | Toleran ringan (<1%) | Butuh prioritas ketat |
| Video conference | Sensitif | Sensitif | Ringan oke | Prioritas tinggi |
| Transaksional (ERP/DB) | Moderat | Tidak peka | Tidak boleh loss | Butuh konsistensi |
| Bulk (backup, sync) | Bebas | Bebas | Retransmit oke | Antrian terakhir |
Poin filosofisnya penting: QoS tidak menambah bandwidth. Ia membagi kemiskinan dengan adil sesuai prioritas bisnis — dan hanya bermakna di titik bottleneck. Memasang QoS pada link 10 Gbps yang utilnya 12% adalah teater.
Langkah pertama: identifikasi trafik lalu tandai sekali di tepi jaringan agar semua perangkat seterusnya cukup membaca tandanya. Penanda standar:
Kode DSCP yang wajib hafal:
| Kelas | DSCP | Desimal | Dipakai Untuk |
|---|---|---|---|
| EF | 46 | 46 | Voice RTP |
| AF41 | 100010 | 34 | Video conferencing |
| AF31 / AF21 | transaksional | 26 / 18 | ERP, SAP-like |
| CS3 / signaling | 011000 | 24 | Call signaling SIP |
| Best effort | 000000 | 0 | Default |
| CS1 | 001000 | 8 | Bulk/scavenger |
Prinsip keamanan sekaligus akurasi: jangan percaya penanda dari client. Laptop bisa menandai dirinya EF untuk main game. Titik resmi penandaan disebut trust boundary — idealnya switch access atau phone itu sendiri (Cisco phone menandai voice EF secara hardware), bukan router WAN yang menerima apa pun tanpa verifikasi.
interface gi1/0/10
auto qos voip trust # phone boleh menandai voice
mls qos trust dscpKetika link penuh, paket antre di buffer. Cara perangkat menyusun antre itulah inti QoS:
Dua cara "menghukum" trafik yang melewati jatah, sering dikacaukan:
| Aspek | Policing | Shaping |
|---|---|---|
| Aksi kelebihan | Drop/re-mark langsung | Ditahan di buffer, dikirim belakangan |
| Efek | TCP global sync saat banyak flow kena | Halus, tapi menambah latency |
| Buffer butuh | Tidak | Ya (memori) |
| Cocok di | Arah inbound, enforcement tepi | Outbound menuju link lebih lambat |
Aturan praktis: shape di sisi pengirim (halus), police di sisi penerima/tepi provider (ketat). Policing agresif pada trafik TCP justru bisa memperburuk throughput karena window collapse.
Skenario desain kita: WAN cabang 50 Mbps, ada IP phone + video meeting + backup malam. Kebijakan outbound di router edge:
class-map match-any VOICE
match dscp ef
class-map match-any VIDEOCONF
match dscp af41
class-map match-any TRANSACTIONAL
match dscp af31 af21
!
policy-map WAN-OUT
class VOICE
priority percent 10
set dscp ef
class VIDEOCONF
priority percent 15
class TRANSACTIONAL
bandwidth percent 30
class class-default
fair-queue
random-detect
!
interface gi0/0
description WAN-50Mbps
service-policy output WAN-OUTBaca kebijakannya sebagai janji angka: voice dapat jalur prioritas maksimal 5 Mbps (10% × 50), video 7.5 Mbps, transaksional dijamin 15 Mbps, selebihnya dibagi adil dengan WRED mencegah tail-drop massal. Angka-angka ini bukan dogma — mulai dari rekomendasi vendor (misal Cisco SRND), lalu kalibrasi dengan data monitoring episode 10.
Verifikasi:
show policy-map interface gi0/0
show policy-map interface gi0/0 class VOICEPerhatikan counter drop di kelas priority: sedikit normal (pelanggar batas), terus-menerus berarti provisioning voice kurang atau marking salah arah.
Tip
Uji QoS dengan kondisi nyata: jalankan iperf3 saturasi sambil panggilan video aktif. Bandingkan MOS/kualitas sebelum dan sesudah kebijakan aktif — angka itu yang kalian presentasikan ke manajemen, bukan nama fiturnya.
Dua pelengkap yang layak diketahui:
Untuk traffic engineering skala besar (menuntun rute, bukan cuma prioritas) — MPLS TE di provider atau SD-WAN path selection seperti episode 6 adalah kelanjutan naturalnya.
percent cap.Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 12 selanjutnya kita ganti topi: masuk era NetDevOps — otomasi perangkat jaringan dengan Python (netmiko, paramiko, NAPALM), interaksi REST API, dan mindset engineer yang mengonfigurasi seratus switch dalam waktu yang sama dengan satu. Sampai jumpa!