Belajar Network Engineer - QoS & Traffic Engineering
Episode 11 of 28

Belajar Network Engineer - QoS & Traffic Engineering

Menutup fase fundamental dengan seni membagi bandwidth: mengapa voice dan video butuh perlakuan khusus, mekanisme classification dan marking DSCP, jenis antrian dari LLQ hingga CBWFQ, perbedaan policing versus shaping, serta praktik menerapkan QoS end-to-end untuk VoIP di edge WAN

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Setelah di episode 10 jaringan kalian terpantau, kita hadapi realitas ekonomi bandwidth: link selalu lebih kecil daripada total permintaan. Saat satu karyawan menyalin file 20 GB lewat VPN sementara rapat video berlangsung di VLAN yang sama, siapa yang harus menang? Tanpa jawaban eksplisit, jaringan menjawab secara acak — dan rapat direksi biasalah yang putus.

Episode ini membahas QoS (Quality of Service) secara utuh: karakter trafik, classification & marking DSCP, mekanisme antrian, policing vs shaping, ditutup praktik konfigurasi untuk VoIP.

Karakter Trafik: Kenapa Tidak Semua Sama

Tiga parameter menentukan sensitivitas aplikasi:

TrafikLatencyJitterLossImplikasi
VoiceSangat sensitif (<150 ms)SensitifToleran ringan (<1%)Butuh prioritas ketat
Video conferenceSensitifSensitifRingan okePrioritas tinggi
Transaksional (ERP/DB)ModeratTidak pekaTidak boleh lossButuh konsistensi
Bulk (backup, sync)BebasBebasRetransmit okeAntrian terakhir

Poin filosofisnya penting: QoS tidak menambah bandwidth. Ia membagi kemiskinan dengan adil sesuai prioritas bisnis — dan hanya bermakna di titik bottleneck. Memasang QoS pada link 10 Gbps yang utilnya 12% adalah teater.

Classification & Marking

Langkah pertama: identifikasi trafik lalu tandai sekali di tepi jaringan agar semua perangkat seterusnya cukup membaca tandanya. Penanda standar:

  • DSCP (di header IP, 6 bit): nilai paling dipakai antar-router.
  • CoS 802.1p (di tag VLAN): hanya hidup di domain Layer 2/trunk.
  • MPLS EXP: padanan di label MPLS provider.

Kode DSCP yang wajib hafal:

KelasDSCPDesimalDipakai Untuk
EF4646Voice RTP
AF4110001034Video conferencing
AF31 / AF21transaksional26 / 18ERP, SAP-like
CS3 / signaling01100024Call signaling SIP
Best effort0000000Default
CS10010008Bulk/scavenger

Trust Boundary

Prinsip keamanan sekaligus akurasi: jangan percaya penanda dari client. Laptop bisa menandai dirinya EF untuk main game. Titik resmi penandaan disebut trust boundary — idealnya switch access atau phone itu sendiri (Cisco phone menandai voice EF secara hardware), bukan router WAN yang menerima apa pun tanpa verifikasi.

Trust di port phone, reset di port PC
interface gi1/0/10
 auto qos voip trust        # phone boleh menandai voice
 mls qos trust dscp

Mekanisme Antrian (Queuing)

Ketika link penuh, paket antre di buffer. Cara perangkat menyusun antre itulah inti QoS:

  • FIFO: satu baris, datang duluan dilayani duluan — default tanpa QoS; bulk menenggelamkan voice.
  • PQ (Priority Queue): kelas tertentu selalu dilayani dulu — sempurna untuk voice, berbahaya jika kelasnya bocor (starvation).
  • CBWFQ (Class-Based WFQ): tiap kelas dijamin persentase bandwidth tertentu, sisanya dibagi proporsional.
  • LLQ: gabungan terbaik — PQ untuk voice/video dengan batas maksimum, sisanya CBWFQ. Ini resep standar enterprise.

Policing vs Shaping

Dua cara "menghukum" trafik yang melewati jatah, sering dikacaukan:

AspekPolicingShaping
Aksi kelebihanDrop/re-mark langsungDitahan di buffer, dikirim belakangan
EfekTCP global sync saat banyak flow kenaHalus, tapi menambah latency
Buffer butuhTidakYa (memori)
Cocok diArah inbound, enforcement tepiOutbound menuju link lebih lambat

Aturan praktis: shape di sisi pengirim (halus), police di sisi penerima/tepi provider (ketat). Policing agresif pada trafik TCP justru bisa memperburuk throughput karena window collapse.

Praktik: QoS VoIP di Edge WAN

Skenario desain kita: WAN cabang 50 Mbps, ada IP phone + video meeting + backup malam. Kebijakan outbound di router edge:

qos-edge.cfg
class-map match-any VOICE
 match dscp ef
class-map match-any VIDEOCONF
 match dscp af41
class-map match-any TRANSACTIONAL
 match dscp af31 af21
!
policy-map WAN-OUT
 class VOICE
  priority percent 10
  set dscp ef
 class VIDEOCONF
  priority percent 15
 class TRANSACTIONAL
  bandwidth percent 30
 class class-default
  fair-queue
  random-detect
!
interface gi0/0
 description WAN-50Mbps
 service-policy output WAN-OUT

Baca kebijakannya sebagai janji angka: voice dapat jalur prioritas maksimal 5 Mbps (10% × 50), video 7.5 Mbps, transaksional dijamin 15 Mbps, selebihnya dibagi adil dengan WRED mencegah tail-drop massal. Angka-angka ini bukan dogma — mulai dari rekomendasi vendor (misal Cisco SRND), lalu kalibrasi dengan data monitoring episode 10.

Verifikasi:

Melihat hitungan QoS bekerja
show policy-map interface gi0/0
show policy-map interface gi0/0 class VOICE

Perhatikan counter drop di kelas priority: sedikit normal (pelanggar batas), terus-menerus berarti provisioning voice kurang atau marking salah arah.

Tip

Uji QoS dengan kondisi nyata: jalankan iperf3 saturasi sambil panggilan video aktif. Bandingkan MOS/kualitas sebelum dan sesudah kebijakan aktif — angka itu yang kalian presentasikan ke manajemen, bukan nama fiturnya.

Congestion Avoidance & AutoQoS

Dua pelengkap yang layak diketahui:

  • WRED (Weighted Random Early Detection): mulai membuang paket acak sebelum buffer penuh penuh; TCP merespons dengan melambatkan secara halus, menghindari global synchronization.
  • AutoQoS: generator kebijakan otomatis vendor — bagus sebagai titik awal di perangkat banyak, tetapi review hasilnya: template generik jarang cocok 100% dengan pola trafik kalian.

Untuk traffic engineering skala besar (menuntun rute, bukan cuma prioritas) — MPLS TE di provider atau SD-WAN path selection seperti episode 6 adalah kelanjutan naturalnya.

Common Pitfalls

  • Menandai di core, bukan di edge — klasifikasi tersebar tak konsisten; satu titik trust boundary, sisanya membaca.
  • Priority queue tanpa batas — satu aplikasi rusak mengunci semua; LLQ selalu dengan percent cap.
  • QoS hanya di satu arah — upload dan download sama nyatanya; kebijakan simetris di kedua ujung.
  • Angka disalin tanpa kalibrasi — kebijakan 2015 untuk trafik 2026 (video mendominasi!) pasti salah proporsi; tinjau tiap semester.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • QoS membagi bandwidth terbatas sesuai prioritas bisnis; hanya bermakna di titik bottleneck sungguhan.
  • Tandai sekali di trust boundary (EF voice, AF41 video, AF31 transaksional), biarkan sisanya membaca.
  • Antrian modern = LLQ (prioritas berbatas) + CBWFQ (jaminan proporsional) + WRED di default.
  • Shape halus di pengirim, police tegas di tepi; uji dengan trafik nyata, ukur hasilnya.

Di episode 12 selanjutnya kita ganti topi: masuk era NetDevOps — otomasi perangkat jaringan dengan Python (netmiko, paramiko, NAPALM), interaksi REST API, dan mindset engineer yang mengonfigurasi seratus switch dalam waktu yang sama dengan satu. Sampai jumpa!

Belajar Network Engineer - QoS & Traffic Engineering | Belajar Network Engineer