Menjelajahi jaringan di atas jaringan: keterbatasan VLAN yang melahirkan overlay, anatomi VXLAN beserta VTEP dan VNI, perbedaan underlay dan overlay, konsep NFV dari VNF sampai CNF, catatan performa SR-IOV dan DPDK, plus lab VXLAN point-to-point dengan dua VM Linux

Setelah di episode 15 kalian bermain di jaringan yang seluruhnya software, waktunya membedah teknologi yang membuat itu semua mungkin: network virtualization. Ketika satu rack berisi 40 server masing-masing menampung 30 VM dari 15 tenant berbeda, VLAN 12-bit (maksimum 4094) dan pembelajaran MAC tradisional runtuh. Jawabannya: overlay network — jaringan logis yang dianyam di atas fisik.
Episode ini membahas VXLAN secara mekanis, NFV sebagai tren pendamping, catatan performa virtual switching, ditutup lab hands-on.
Tiga tekanan yang tidak sanggup dijawab Layer 2 klasik:
Ide solusinya elegan: enkapsulasi frame L2 ke dalam paket UDP/IP sehingga ia dirutekan seperti trafik normal — overlay tak peduli underlay-nya bagaimana, asalkan bisa mengantarkan IP.
VXLAN (Virtual Extensible LAN, RFC 7348) adalah implementasi overlay yang menang.
[ Outer ETH | Outer IP | Outer UDP:4789 | VXLAN flags+VNI 24bit | Original L2 Frame ]Konsekuensi pentingnya: MTU. Frame 1500 byte asli bertambah ±50 byte → underlay wajib mendukung jumbo frame (biasanya MTU 9000) atau fragmentasi akan menggerogoti performa diam-diam.
Dua dunia dengan tanggung jawab terpisah:
Pemisahan inilah yang membuat provisioning tenant baru menjadi urusan menit: buat VNI baru di VTEP, nol perubahan pada underlay.
Pertanyaan kunci: VTEP-A mau kirim ke MAC target — di VTEP mana MAC itu hidup? Dua jawaban historis:
Note
Jangan tertukar istilah: VXLAN adalah format data plane, sedangkan EVPN adalah control plane-nya. EVPN-VXLAN berarti overlay VXLAN dengan pembelajaran MAC via BGP — kombinasi yang menjual di semua vendor besar.
Tren pendampingnya: kalau jaringan bisa virtual, kenapa appliance juga tidak? NFV (Network Function Virtualization) mengganti kotak hardware dengan software:
Manfaat nyata yang sudah kalian rasakan tanpa sadar: NAT Gateway cloud (episode 15) adalah VNF/CNF milik provider. Keuntungan model ini: provision menit, snapshot/rollback mudah, licensing elastis. Trade-off-nya jujur saja: CPU bersama berarti performa & jitter tak setara hardware line-rate.
Ketika paket lewat hypervisor, siapa yang memprosesnya? Tiga jalur dengan trade-off jelas:
| Jalur | Cara Kerja | Cocok Untuk |
|---|---|---|
| Virtual bridge/OVS | Kernel host memproses tiap paket | Workload umum |
| SR-IOV passthrough | NIC fisik dipartisi langsung ke VM, bypass kernel | Latency rendah, throughput tinggi |
| DPDK/userspace | Aplikasi polling NIC langsung di userspace | NFV telco-grade |
Aturan praktis: mulai bridge biasa; naik ke SR-IOV saat monitoring (episode 10!) menunjukkan CPU softirq host jadi bottleneck. Mengukur dulu, meng-upgrade kemudian — bukan sebaliknya.
Bukti bahwa VXLAN hanya Linux networking biasa: dua VM Ubuntu dengan satu IP underlay saling terhubung, kita anyam overlay L2 di atasnya.
Persiapan di kedua VM (vm1 = 10.0.0.1, vm2 = 10.0.0.2):
ip -br addr
ping -c2 10.0.0.2 # dari vm1 ke vm2Bangun VTEP di vm1:
sudo ip link add vxlan10 type vxlan \
id 10 local 10.0.0.1 remote 10.0.0.2 dstport 4789 dev eth0
sudo ip link set vxlan10 upCermin di vm2 (local/remote dibalik), lalu uji overlay:
# taruh interface di bridge overlay masing-masing VM, misal:
sudo ip link add br-overlay type bridge
sudo ip link set vxlan10 master br-overlay
sudo ip link set br-overlay up
# vm1 ping vm2 lewat alamat overlay (subnet L2 yang sama)
ping -c3 192.168.200.2
tcpdump -ni eth0 udp port 4789 # lihat enkapsulasinya!Yang terakhir adalah momen aha: tcpdump menunjukkan paket UDP 4789 berjalan di underlay, sementara ping berjalan seolah L2 langsung. Itulah inti seluruh overlay networking — dan persis apa yang dilakukan NSX/Apstra/fabric vendor dalam skala ribuan VTEP.
Untuk eksperimen lanjutan: ganti remote dengan vxlan group 239.1.1.1 untuk mode multicast flood-and-learn, atau deploy FRR EVPN di atasnya (jalur menuju episode 22).
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 17 kita bawa overlay ke level aplikasi: Kubernetes networking — pod network flat, peran CNI, Service dan kube-proxy, Ingress, serta NetworkPolicy sebagai microsegmentation era cloud-native. Sampai jumpa!