Belajar Network Engineer - Network Virtualization
Episode 16 of 28

Belajar Network Engineer - Network Virtualization

Menjelajahi jaringan di atas jaringan: keterbatasan VLAN yang melahirkan overlay, anatomi VXLAN beserta VTEP dan VNI, perbedaan underlay dan overlay, konsep NFV dari VNF sampai CNF, catatan performa SR-IOV dan DPDK, plus lab VXLAN point-to-point dengan dua VM Linux

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
4 min read

Pendahuluan

Setelah di episode 15 kalian bermain di jaringan yang seluruhnya software, waktunya membedah teknologi yang membuat itu semua mungkin: network virtualization. Ketika satu rack berisi 40 server masing-masing menampung 30 VM dari 15 tenant berbeda, VLAN 12-bit (maksimum 4094) dan pembelajaran MAC tradisional runtuh. Jawabannya: overlay network — jaringan logis yang dianyam di atas fisik.

Episode ini membahas VXLAN secara mekanis, NFV sebagai tren pendamping, catatan performa virtual switching, ditutup lab hands-on.

Masalah yang Melahirkan Overlay

Tiga tekanan yang tidak sanggup dijawab Layer 2 klasik:

  1. Skala identitas: VM/container butuh jutaan segmen; VLAN cuma punya 12 bit.
  2. Mobilitas MAC: vMotion/live migration memindahkan MAC antar rack; tabel MAC switch fisik membengkak dan flap.
  3. Domain broadcast & STP: membentangkan L2 lintas data center = storm risk sepanjang hayat.

Ide solusinya elegan: enkapsulasi frame L2 ke dalam paket UDP/IP sehingga ia dirutekan seperti trafik normal — overlay tak peduli underlay-nya bagaimana, asalkan bisa mengantarkan IP.

VXLAN: Anatomi Overlay Standar

VXLAN (Virtual Extensible LAN, RFC 7348) adalah implementasi overlay yang menang.

Komponen Kunci

  • VNI (VXLAN Network Identifier): 24 bit → 16,7 juta segmen — masalah skala selesai.
  • VTEP (VXLAN Tunnel Endpoint): titik enkapsulasi/dekapsulasi. Bisa software di hypervisor host, atau hardware di ToR switch.
  • Encapsulation: frame Ethernet asli dibungkus VXLAN header + UDP port 4789 + IP luar.
Struktur paket VXLAN
[ Outer ETH | Outer IP | Outer UDP:4789 | VXLAN flags+VNI 24bit | Original L2 Frame ]

Konsekuensi pentingnya: MTU. Frame 1500 byte asli bertambah ±50 byte → underlay wajib mendukung jumbo frame (biasanya MTU 9000) atau fragmentasi akan menggerogoti performa diam-diam.

Underlay vs Overlay

Dua dunia dengan tanggung jawab terpisah:

  • Underlay: jaringan fisik/IP yang tugasnya satu — mengantar paket luar secepat mungkin antar VTEP. Desainnya IP fabric polos, ECMP, tanpa STP (pratinjau spine-leaf episode 22).
  • Overlay: jaringan logis tenant yang hidup di dalam tunnel; bebas punya subnet/L2 sendiri tanpa menyentuh konfigurasi fisik.

Pemisahan inilah yang membuat provisioning tenant baru menjadi urusan menit: buat VNI baru di VTEP, nol perubahan pada underlay.

Control Plane: Siapa Memberi Tahu VTEP?

Pertanyaan kunci: VTEP-A mau kirim ke MAC target — di VTEP mana MAC itu hidup? Dua jawaban historis:

  1. Flood-and-learn: broadcast di-flood ke semua VTEP anggota VNI (via multicast atau headend replication) — sederhana tapi boros bandwidth dan tetap membawa penyakit broadcast.
  2. EVPN (Ethernet VPN): control plane BGP mengiklankan MAC/IP antar VTEP — flooding untuk pembelajaran praktis hilang. Ini standar de facto data center modern; kita bedah penuh di episode 22.

Note

Jangan tertukar istilah: VXLAN adalah format data plane, sedangkan EVPN adalah control plane-nya. EVPN-VXLAN berarti overlay VXLAN dengan pembelajaran MAC via BGP — kombinasi yang menjual di semua vendor besar.

NFV: Fungsi Jaringan Jadi Software

Tren pendampingnya: kalau jaringan bisa virtual, kenapa appliance juga tidak? NFV (Network Function Virtualization) mengganti kotak hardware dengan software:

  • VNF (VM-based): virtual firewall, router, load balancer — generasi pertama (Cisco CSR/ASAv, FortiGate-VM).
  • CNF (container-based): fungsi jaringan sebagai container/Kubernetes operator — generasi sekarang, lebih ringan dan cepat scale.
  • MANO: orkestrasi siklus hidup NFV (deploy, scale, heal).

Manfaat nyata yang sudah kalian rasakan tanpa sadar: NAT Gateway cloud (episode 15) adalah VNF/CNF milik provider. Keuntungan model ini: provision menit, snapshot/rollback mudah, licensing elastis. Trade-off-nya jujur saja: CPU bersama berarti performa & jitter tak setara hardware line-rate.

Performa Virtual Switching

Ketika paket lewat hypervisor, siapa yang memprosesnya? Tiga jalur dengan trade-off jelas:

JalurCara KerjaCocok Untuk
Virtual bridge/OVSKernel host memproses tiap paketWorkload umum
SR-IOV passthroughNIC fisik dipartisi langsung ke VM, bypass kernelLatency rendah, throughput tinggi
DPDK/userspaceAplikasi polling NIC langsung di userspaceNFV telco-grade

Aturan praktis: mulai bridge biasa; naik ke SR-IOV saat monitoring (episode 10!) menunjukkan CPU softirq host jadi bottleneck. Mengukur dulu, meng-upgrade kemudian — bukan sebaliknya.

Praktik: Lab VXLAN Point-to-Point

Bukti bahwa VXLAN hanya Linux networking biasa: dua VM Ubuntu dengan satu IP underlay saling terhubung, kita anyam overlay L2 di atasnya.

Persiapan di kedua VM (vm1 = 10.0.0.1, vm2 = 10.0.0.2):

Cek konektivitas underlay
ip -br addr
ping -c2 10.0.0.2        # dari vm1 ke vm2

Bangun VTEP di vm1:

Membuat VTEP vxlan10 di vm1
sudo ip link add vxlan10 type vxlan \
  id 10 local 10.0.0.1 remote 10.0.0.2 dstport 4789 dev eth0
sudo ip link set vxlan10 up

Cermin di vm2 (local/remote dibalik), lalu uji overlay:

Uji overlay end-to-end
# taruh interface di bridge overlay masing-masing VM, misal:
sudo ip link add br-overlay type bridge
sudo ip link set vxlan10 master br-overlay
sudo ip link set br-overlay up
# vm1 ping vm2 lewat alamat overlay (subnet L2 yang sama)
ping -c3 192.168.200.2
tcpdump -ni eth0 udp port 4789     # lihat enkapsulasinya!

Yang terakhir adalah momen aha: tcpdump menunjukkan paket UDP 4789 berjalan di underlay, sementara ping berjalan seolah L2 langsung. Itulah inti seluruh overlay networking — dan persis apa yang dilakukan NSX/Apstra/fabric vendor dalam skala ribuan VTEP.

Untuk eksperimen lanjutan: ganti remote dengan vxlan group 239.1.1.1 untuk mode multicast flood-and-learn, atau deploy FRR EVPN di atasnya (jalur menuju episode 22).

Common Pitfalls

  • Underlay MTU default 1500 — overlay jalan tapi throughput aneh karena fragmentasi; set jumbo frame konsisten end-to-end sebelum menyalahkan VXLAN.
  • Port firewall 4789 tertutup — VTEP hidup tapi tunnel mati; cek UDP, bukan TCP.
  • Multicast underlay tanpa desain PIM — flood-and-learn multicast butuh routing multicast yang benar; tanpa itu, gunakan unicast/headend replication.
  • Mengabaikan asymmetry IRB saat routing antar-VNI — trafik keluar lewat VTEP beda dari masuknya; topik yang kita selesaikan dengan symmetric IRB di episode 22.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Overlay lahir dari tiga keterbatasan VLAN: skala identitas, mobilitas MAC, dan domain broadcast.
  • VXLAN: VNI 24-bit (16 juta segmen), VTEP sebagai titik enkapsulasi, UDP 4789, wajib jaga MTU underlay.
  • Underlay fokus mengantar IP secepatnya; overlay milik tenant; EVPN adalah control plane yang memodernisasi pembelajarannya.
  • NFV mengubah fungsi jaringan menjadi VNF/CNF; performa virtual ada gradasinya — ukur dulu sebelum SR-IOV/DPDK.
  • Lab 20 baris perintah Linux membuktikan seluruh konsepnya tanpa beli appliance.

Di episode 17 kita bawa overlay ke level aplikasi: Kubernetes networking — pod network flat, peran CNI, Service dan kube-proxy, Ingress, serta NetworkPolicy sebagai microsegmentation era cloud-native. Sampai jumpa!

Belajar Network Engineer - Network Virtualization | Belajar Network Engineer