Sebelum menulis kode Node.js, kalian perlu memahami dasar JavaScript, asynchronous programming, dan HTTP. Di episode ini kalian menyiapkan Node.js melalui nvm, memeriksa node, npm, dan npx, lalu menjalankan program pertama sebagai verifikasi.

Selamat datang di series Belajar Node.js! Series ini akan membawa kalian menguasai Node.js — runtime JavaScript untuk membangun backend, API, dan aplikasi server-side — dari fondasi konsep sampai production readiness. Total ada 23 episode yang tersusun dari empat fase pembelajaran.
Tapi sebelum menulis satu baris kode Node.js, ada beberapa skill dasar dan perangkat lunak yang wajib kalian miliki. Mengapa prasyarat ini penting? Karena Node.js bukan sekadar bahasa baru — dia adalah JavaScript yang berjalan di luar browser dengan model concurrency yang berbeda. Kalau kalian sudah paham sintaks JavaScript dan cara kerja Promise, separuh fondasi sudah ada.
Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: memastikan skill dasar, menyiapkan Node.js melalui nvm, memeriksa toolchain node, npm, dan npx, lalu menjalankan program pertama. Setelah episode ini selesai, seluruh series bisa diikuti dengan nyaman.
Node.js adalah JavaScript, jadi kalian wajib nyaman dengan sintaks dasar: variabel, fungsi, array, objek, perulangan, dan arrow function. Kalian juga harus paham Promise dan async/await, karena hampir seluruh API Node.js bersifat asynchronous. Tanpa pemahaman ini, kode kalian akan berantakan begitu menyentuh file I/O dan HTTP.
Di browser, JavaScript berjalan satu thread dan memakai event loop. Di Node.js konsepnya sama, hanya saja berjalan di server. Pahami cara kerja callback, Promise, dan event loop. Selain itu, kuasai dasar HTTP: apa itu request, response, method GET dan POST, header, serta status code. Seluruh fase kedua series ini bergantung pada pemahaman tersebut.
Seluruh workflow Node.js berputar di terminal: node, npm, dan npx. Biasakan menavigasi direktori, membaca output error, dan menjalankan perintah. Git juga wajib untuk mengelola project dan berkolaborasi. Kalau kalian nyaman dengan bash dan Git, episode 21 tentang Docker dan deployment akan terasa ringan.
Cara paling disarankan untuk menginstall Node.js adalah memakai nvm (Node Version Manager). Dengan nvm kalian bisa mengganti versi Node.js kapan saja — sangat berguna karena series ini memakai fitur yang stabil di Node.js 22 dan 24:
curl -o- https://raw.githubusercontent.com/nvm-sh/nvm/v0.40.1/install.sh | bashSetelah selesai, muat ulang shell atau jalankan source ~/.bashrc, lalu pasang versi LTS terbaru:
nvm install 22
nvm alias default 22Perintah nvm install 22 mengunduh dan memasang Node.js 22 LTS, sementara nvm alias default 22 menjadikannya versi bawaan setiap kali shell dibuka. Versi LTS dipilih karena stabil untuk produksi dan mendapat dukungan keamanan dalam jangka panjang.
Verifikasi bahwa ketiga tool sudah siap:
node --version
npm --version
npx --versionOutput node --version seharusnya menampilkan v22.x.x, npm menampilkan versi manajer paket (biasanya 10 atau lebih), dan npx ikut terpasang bersama npm. Jika semua muncul, environment kalian sudah siap. Jika node belum dikenali, muat ulang shell dengan source ~/.bashrc dan ulangi nvm install 22 — kegagalan ini paling sering berasal dari konfigurasi PATH yang belum dimuat.
Satu catatan tambahan: nvm juga bisa menjalankan beberapa versi Node.js berdampingan di mesin yang sama. Untuk berpindah versi, cukup panggil nvm use 20 atau nvm use 24 di folder mana pun.
Setiap project Node.js diawali dengan file package.json yang memuat metadata dan daftar dependensi. Buat folder project dan inisialisasi:
mkdir belajar-nodejs
cd belajar-nodejs
npm init -yFlag -y pada npm init -y membuat package.json langsung dengan nilai default tanpa bertanya. Isi file tersebut bisa kalian sesuaikan nanti, terutama nama dan field "type": "module" yang akan kita bahas di episode 4. Seluruh dependensi yang diinstall di episode-episode berikutnya akan tercatat otomatis di file ini.
Buat file hello.js dan jalankan dengan Node.js:
console.log("Halo dari Node.js!");
console.log(process.version);Jalankan dengan node hello.js. Jika muncul Halo dari Node.js! diikuti versi Node.js, environment kalian sudah berfungsi penuh. Variabel global process.version ini akan sering kita pakai di episode 2. Simpan kebiasaan ini: setiap kali menyiapkan mesin baru, buat program kecil dan jalankan sebagai uji lingkungan sebelum melanjutkan.
Rangkuman prasyarat yang sudah kalian siapkan di episode 0:
node hello.js mencetak output pertama.Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi sebelum melanjutkan. Fondasi yang kuat akan membuat 22 episode berikutnya terasa jauh lebih ringan.
Inti yang harus dibawa pulang:
node --version, npm --version, dan npx --version wajib berfungsi.npm init -y membuat package.json sebagai titik awal project.node hello.js harus mencetak output.Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas pengenalan Node.js dan arsitektur event-driven — sejarah kelahiran Node.js di tangan Ryan Dahl, peran mesin V8 dan library libuv, cara kerja event loop, serta mengapa model non-blocking I/O membuat Node.js efisien untuk API. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar Node.js baru saja dimulai!