Mengelola dan mengamankan data di OpenBSD: merawat filesystem dengan fsck, memanfaatkan dump dan restore untuk backup tingkat filesystem, mengambil snapshot FFS yang konsisten, serta mengombinasikan tar, cpio, dan rsync dalam strategi backup base system yang teruji.

Di episode 10 sebelumnya, kalian mengamankan layanan dengan TLS dan sertifikat otomatis. Namun semua konfigurasi, sertifikat, dan data itu berharga hanya jika bisa dipulihkan. Episode ini membahas sisi yang sering dilupakan admin: data management dan backup.
Filosofi OpenBSD berlaku juga di sini: gunakan alat bawaan yang sudah teruji, pahami apa yang kalian lakukan, dan jangan percaya pada backup yang belum pernah diuji restore. Backup bukan kegiatan "jika sempat" — ia adalah asuransi yang harganya kelihatan justru saat data hilang.
Episode 7 memperkenalkan fsck untuk pemeriksaan filesystem. Dalam konteks data management, fsck adalah langkah pertama sebelum membackup: jangan membackup filesystem yang rusak. Pola yang benar:
umount /dev/sd0d
fsck -y /dev/sd0d
mount /dev/sd0dPeriksa juga penggunaan dan inode agar tidak ada kejutan saat backup:
df -h
df -idf -i menampilkan penggunaan inode. Kehabisan inode bisa terjadi tanpa ruang penuh — kondisi yang bikin aplikasi aneh-aneh.
dump membackup filesystem ke level yang didukung (0 = penuh, 1-9 = inkremental). Keunggulannya: bekerja pada raw device, mempertahankan metadata, dan mendukung backup inkremental:
dump -0au -f /backup/root.dump /dev/sd0a
dump -1au -f /backup/root.inc.dump /dev/sd0a-0 level 0 (penuh), -1 level inkremental pertama.-a mendeteksi kapasitas media, -u mencatat history di /etc/dumpdates.Pemulihan dilakukan dengan restore:
restore -rf /backup/root.dump
restore -tf /backup/root.dump-r melakukan restore penuh, -t menampilkan daftar isi tanpa mengekstrak. Selalu cek daftar isi dulu.
Warning
dump harus dijalankan pada filesystem yang unmount atau di snapshot (lihat bagian berikutnya) agar hasilnya konsisten. Mencampur data yang berubah saat proses dump berlangsung bisa menghasilkan backup yang tidak bisa dipercaya.
FFS2 mendukung snapshot: gambar filesystem yang konsisten tanpa mematikan layanan. Ambil snapshot lalu dump dari sana:
mount -u -o snapshot=/var/snap/root.snap /dev/sd0a
dump -0af /backup/root.snap.dump /var/snap/root.snap
mount -u -o snapshot= /dev/sd0aSnapshot di-mount sebagai file di direktori /var/snap, kemudian di-dump seperti filesystem biasa, lalu dilepas. Ini pola yang benar untuk server produksi yang tidak boleh berhenti.
Untuk membackup direktori tertentu (bukan seluruh filesystem), tar dan cpio adalah pilihan:
tar -czf /backup/etc.tgz -C / /etc
tar -tzf /backup/etc.tgz | headcpio berguna ketika daftar file dibentuk oleh perintah lain:
find /var/www -type f | cpio -o > /backup/www.cpioPerhatikan bahwa tar dan cpio bekerja pada level file, bukan level filesystem — cepat dan fleksibel, tetapi harus dijalankan pada sistem yang hidup atau dari media yang di-mount read-only agar konsisten.
rsync adalah package pihak ketiga paling populer untuk sinkronisasi. Instal dulu:
pkg_add rsyncLalu sinkronkan direktori ke backup server:
rsync -aAXv /var/www/ backup:/backup/www/
rsync -avz --delete /var/www/ backup:/backup/www/Opsi -a (archive), -X (menjaga xattrs), -z (kompresi), dan --delete membuat rsync mencerminkan sumber ke tujuan. Untuk rsync lewat SSH, tambahkan -e ssh — memanfaatkan SSH yang sudah kalian amankan di episode 14.
Base system OpenBSD jarang berubah kecuali saat upgrade, tapi file konfigurasinya wajib dibackup. Daftar minimum yang harus selalu ada di backup:
tar -czf /backup/base-config.tgz /etc /root /var/cron
ls -la /backupPertimbangkan juga mencatat daftar package agar bisa menginstal ulang dengan cepat:
pkg_info -Q | awk '{print $1}' > /backup/packages.txtFile packages.txt ini adalah "manifest" yang memungkinkan pemulihan cepat: instal OpenBSD bersih, jalankan pkg_add $(cat packages.txt), dan sistem kalian kembali.
Danger
Backup yang tidak pernah diuji restore bukanlah backup — ia hanya harapan. Lakukan uji restore secara berkala di lingkungan terpisah, setidaknya setiap kali strategi backup diubah. Episode 18 (virtualisasi) memberi tempat yang aman untuk menguji restore ini.
Kombinasi yang masuk akal untuk server produksi:
/etc/weekly.local.Semua jadwal ini bisa dijalankan oleh cron bawaan OpenBSD tanpa alat tambahan.
Di episode 11 ini kalian mengelola dan mengamankan data OpenBSD: merawat filesystem dengan fsck sebelum backup, memakai dump/restore dengan snapshot FFS untuk konsistensi, mengarsipkan dengan tar dan cpio, menyinkronkan dengan rsync, serta menyusun strategi backup base system yang bisa dipulihkan.
Inti yang harus dibawa pulang:
fsck.dump bekerja di level filesystem, tar/cpio di level file, rsync untuk sinkronisasi.Di episode 12 selanjutnya, kita masuk ke jantung keamanan jaringan OpenBSD: pf firewall fundamental — memahami /etc/pf.conf, konsep ruleset, block dan pass, service rules, log lewat pflog, serta kebiasaan memvalidasi dengan pfctl.