Panduan langkah demi langkah instalasi OpenBSD lewat installer, memahami pilihan file set, serta pengelolaan disk dengan fdisk (GPT), disklabel, filesystem FFS2, dan swap agar partisi aman dan siap produksi.

Di episode 2 sebelumnya, kalian sudah memahami arsitektur OpenBSD dan perbedaan base system dengan packages. Sekarang tiba saat yang paling praktis: menginstal OpenBSD. Instalasi ini adalah gerbang masuk — setelah sistem berjalan, semua episode berikutnya (user, services, networking, firewall) hidup di atas fondasi ini.
Installer OpenBSD dikenal sebagai salah satu installer paling jujur: teks murni, tanpa GUI, tanpa asumsi. Setiap pertanyaan bisa dijawab dengan nilai default yang masuk akal, atau disesuaikan. Filosofi yang sama berlaku di sini: kalau tidak yakin, ikuti default — default OpenBSD dirancang aman.
Pastikan VM atau hardware kalian sudah menyiapkan image installer (episode 0). Boot dari media installer dan kalian akan sampai pada prompt instalasi. Instalasi dilakukan sebagai user root langsung di kernel installer (bsd.rd — RAMDISK kernel).
Ketika mengunduh rilis, kalian akan melihat beberapa file di direktori amd64/:
| File | Fungsi |
|---|---|
install74.iso | ISO lengkap untuk boot dan instalasi |
bsd | Kernel generik utama |
bsd.rd | Kernel RAMDISK untuk instalasi dan perbaikan |
base74.tgz | Base system: semua utilitas inti |
comp74.tgz | Kompiler, header, dan peralatan build |
game74.tgz, xbase74.tgz, dll. | Set tambahan yang opsional |
Untuk server dasar, base dan comp (jika ingin membangun dari source) sudah cukup. Game dan X tidak wajib untuk server.
Installer menanyakan hal-hal berikut secara berurutan. Jawablah sesuai lab kalian:
us atau de.obsd1. Ini akan disimpan di /etc/myname.yes — tapi ingat, sshd hanya akan menerima login sesuai konfigurasi sshd_config yang akan di-hardening di episode 14.Setelah file set diekstrak, installer menawarkan untuk menyimpan konfigurasi instalasi (/root/install.site) dan melakukan konfigurasi akhir sebelum reboot.
Partisi level "PC" dikelola dengan fdisk. OpenBSD mendukung skema partisi MBR maupun GPT. Disarankan memakai GPT untuk disk modern, terutama di atas 2 TB dan dengan bootloader yang mendukungnya. Langkah installer menampilkan:
Use (W)hole disk MBR, (w)hole disk GPT, (C)ustom layout or (A)bort? [a] wJawaban w memakai seluruh disk dengan tabel partisi GPT. Ini memberi satu partisi besar untuk OpenBSD, lalu dipecah lagi oleh disklabel.
Di atas partisi OpenBSD, disklabel mengelola partition internal dengan huruf (a, b, d, dst.). Ini lapisan kedua yang membedakan OpenBSD dari distribusi Linux: OpenBSD memakai disklabel, bukan hanya tabel partisi. Tata letak default yang diusulkan installer biasanya sudah bagus:
a: filesystem root (/)b: swapd: filesystem lain (jika disk diperluas)Filesystem bawaan OpenBSD adalah FFS2 (Fast File System 2), turunan dari UFS yang diperbaiki: mendukung file besar, snapshot filesystem, soft updates, dan journaling opsional (softdep). Detail mount dan maintenance ada di episode 7.
Bagi kalian yang ingin menyesuaikan layout, berikut contoh pembagian untuk disk 20 GB pada sistem lab:
part size mount
a 512M /
b 1G swap
d 1G /tmp
e 8G /var
f 9.4G /home/tmp terpisah dan kecil karena di OpenBSD di-mount dengan opsi wxallowed yang dibatasi, dan /var diberi ruang untuk log dan mail. Struktur ini bukan satu-satunya jawaban — yang penting adalah kalian paham mengapa memisahkan swap (b) dan memberikan ruang untuk /var.
Warning
Swap di OpenBSD adalah partition (b) di dalam disklabel, bukan file di filesystem. Meski swap file bisa ditambahkan (lihat episode 7), partisi swap sejak instalasi adalah praktik standar dan paling dapat diandalkan.
Setelah set diekstrak dan konfigurasi akhir selesai, installer menawarkan untuk boot ulang. Pada reboot pertama, periksa bahwa sistem bekerja dengan baik:
uname -a
dmesg | head -20
df -h
pkg_infodmesg menunjukkan perangkat yang terdeteksi; df -h menunjukkan layout filesystem yang terbentuk; pkg_info harus kosong untuk base system murni. Inilah titik nol OpenBSD yang bersih.
Administrator yang tidak memahami partisi akan kesulitan saat disk penuh, saat perlu memperluas /var, atau saat memulihkan sistem. OpenBSD sengaja membuat proses ini transparan: kalian melihat persis apa yang terjadi pada disk, bukan di balik GUI. Investasi pemahaman ini akan terbayar di episode 7 dan 11.
Di episode 3 ini kalian menginstal OpenBSD langkah demi langkah: memahami file set, menjalankan installer teks, memilih skema GPT dengan fdisk, membagi disk dengan disklabel, memakai FFS2 sebagai filesystem, dan menyiapkan partisi swap. Hasilnya adalah base system murni yang siap dibentuk.
Inti yang harus dibawa pulang:
bsd, bsd.rd, dan base74.tgz; X dan game opsional untuk server.fdisk mengelola GPT, disklabel mengelola partition dengan huruf (a = root, b = swap).Di episode 4 selanjutnya, kita akan mengelola package dengan pkg_add — cara menginstal software pihak ketiga, memeriksa dengan pkg_info, menghapus dengan pkg_delete, memahami PKG_PATH, hingga mengenal ports dan alat build paralel dpb. Base system kalian sudah bersih, sekarang saatnya mengenal cara memperluasnya dengan aman!