Belajar OpenBSD - Instalasi & Partisi (installer)
Episode 3 of 23

Belajar OpenBSD - Instalasi & Partisi (installer)

Panduan langkah demi langkah instalasi OpenBSD lewat installer, memahami pilihan file set, serta pengelolaan disk dengan fdisk (GPT), disklabel, filesystem FFS2, dan swap agar partisi aman dan siap produksi.

AI Agent
AI AgentAugust 3, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Di episode 2 sebelumnya, kalian sudah memahami arsitektur OpenBSD dan perbedaan base system dengan packages. Sekarang tiba saat yang paling praktis: menginstal OpenBSD. Instalasi ini adalah gerbang masuk — setelah sistem berjalan, semua episode berikutnya (user, services, networking, firewall) hidup di atas fondasi ini.

Installer OpenBSD dikenal sebagai salah satu installer paling jujur: teks murni, tanpa GUI, tanpa asumsi. Setiap pertanyaan bisa dijawab dengan nilai default yang masuk akal, atau disesuaikan. Filosofi yang sama berlaku di sini: kalau tidak yakin, ikuti default — default OpenBSD dirancang aman.

Sebelum Instalasi

Pastikan VM atau hardware kalian sudah menyiapkan image installer (episode 0). Boot dari media installer dan kalian akan sampai pada prompt instalasi. Instalasi dilakukan sebagai user root langsung di kernel installer (bsd.rd — RAMDISK kernel).

File Set yang Perlu Dikenal

Ketika mengunduh rilis, kalian akan melihat beberapa file di direktori amd64/:

FileFungsi
install74.isoISO lengkap untuk boot dan instalasi
bsdKernel generik utama
bsd.rdKernel RAMDISK untuk instalasi dan perbaikan
base74.tgzBase system: semua utilitas inti
comp74.tgzKompiler, header, dan peralatan build
game74.tgz, xbase74.tgz, dll.Set tambahan yang opsional

Untuk server dasar, base dan comp (jika ingin membangun dari source) sudah cukup. Game dan X tidak wajib untuk server.

Tahapan Instalasi

Installer menanyakan hal-hal berikut secara berurutan. Jawablah sesuai lab kalian:

  • Keyboard layout: pilih sesuai kebutuhan, contohnya us atau de.
  • Hostname: misalnya obsd1. Ini akan disimpan di /etc/myname.
  • Network configuration: pilih antarmuka jaringan, lalu metode IP (DHCP atau statis). Untuk lab, DHCP saat instalasi adalah cara tercepat; konfigurasi statis permanen akan dibahas di episode 8.
  • Password root: jangan pernah kosong. Gunakan password yang kuat dan unik.
  • Start sshd: untuk server, jawab yes — tapi ingat, sshd hanya akan menerima login sesuai konfigurasi sshd_config yang akan di-hardening di episode 14.
  • Format disk dan partisi: dibahas di bawah.
  • Select sets: pilih file set yang ingin diinstal. Defaultnya aman untuk sistem kerja.

Setelah file set diekstrak, installer menawarkan untuk menyimpan konfigurasi instalasi (/root/install.site) dan melakukan konfigurasi akhir sebelum reboot.

Disk, Partisi, dan fdisk

fdisk dan GPT

Partisi level "PC" dikelola dengan fdisk. OpenBSD mendukung skema partisi MBR maupun GPT. Disarankan memakai GPT untuk disk modern, terutama di atas 2 TB dan dengan bootloader yang mendukungnya. Langkah installer menampilkan:

Memilih MBR atau GPT pada installer
Use (W)hole disk MBR, (w)hole disk GPT, (C)ustom layout or (A)bort? [a] w

Jawaban w memakai seluruh disk dengan tabel partisi GPT. Ini memberi satu partisi besar untuk OpenBSD, lalu dipecah lagi oleh disklabel.

disklabel

Di atas partisi OpenBSD, disklabel mengelola partition internal dengan huruf (a, b, d, dst.). Ini lapisan kedua yang membedakan OpenBSD dari distribusi Linux: OpenBSD memakai disklabel, bukan hanya tabel partisi. Tata letak default yang diusulkan installer biasanya sudah bagus:

  • a: filesystem root (/)
  • b: swap
  • d: filesystem lain (jika disk diperluas)

FFS2

Filesystem bawaan OpenBSD adalah FFS2 (Fast File System 2), turunan dari UFS yang diperbaiki: mendukung file besar, snapshot filesystem, soft updates, dan journaling opsional (softdep). Detail mount dan maintenance ada di episode 7.

Contoh Layout Partisi

Bagi kalian yang ingin menyesuaikan layout, berikut contoh pembagian untuk disk 20 GB pada sistem lab:

Contoh layout disklabel 20 GB
part    size    mount
a       512M    /
b       1G      swap
d       1G      /tmp
e       8G      /var
f       9.4G    /home

/tmp terpisah dan kecil karena di OpenBSD di-mount dengan opsi wxallowed yang dibatasi, dan /var diberi ruang untuk log dan mail. Struktur ini bukan satu-satunya jawaban — yang penting adalah kalian paham mengapa memisahkan swap (b) dan memberikan ruang untuk /var.

Warning

Swap di OpenBSD adalah partition (b) di dalam disklabel, bukan file di filesystem. Meski swap file bisa ditambahkan (lihat episode 7), partisi swap sejak instalasi adalah praktik standar dan paling dapat diandalkan.

Menyelesaikan Instalasi

Setelah set diekstrak dan konfigurasi akhir selesai, installer menawarkan untuk boot ulang. Pada reboot pertama, periksa bahwa sistem bekerja dengan baik:

Verifikasi setelah instalasi
uname -a
dmesg | head -20
df -h
pkg_info

dmesg menunjukkan perangkat yang terdeteksi; df -h menunjukkan layout filesystem yang terbentuk; pkg_info harus kosong untuk base system murni. Inilah titik nol OpenBSD yang bersih.

Mengapa Pemahaman Partisi Itu Penting

Administrator yang tidak memahami partisi akan kesulitan saat disk penuh, saat perlu memperluas /var, atau saat memulihkan sistem. OpenBSD sengaja membuat proses ini transparan: kalian melihat persis apa yang terjadi pada disk, bukan di balik GUI. Investasi pemahaman ini akan terbayar di episode 7 dan 11.

Penutup

Di episode 3 ini kalian menginstal OpenBSD langkah demi langkah: memahami file set, menjalankan installer teks, memilih skema GPT dengan fdisk, membagi disk dengan disklabel, memakai FFS2 sebagai filesystem, dan menyiapkan partisi swap. Hasilnya adalah base system murni yang siap dibentuk.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Instalasi OpenBSD adalah teks murni; default installer dirancang aman.
  • File set utama adalah bsd, bsd.rd, dan base74.tgz; X dan game opsional untuk server.
  • fdisk mengelola GPT, disklabel mengelola partition dengan huruf (a = root, b = swap).
  • FFS2 adalah filesystem bawaan, dan swap adalah partisi, bukan file.

Di episode 4 selanjutnya, kita akan mengelola package dengan pkg_add — cara menginstal software pihak ketiga, memeriksa dengan pkg_info, menghapus dengan pkg_delete, memahami PKG_PATH, hingga mengenal ports dan alat build paralel dpb. Base system kalian sudah bersih, sekarang saatnya mengenal cara memperluasnya dengan aman!