Belajar pgBackRest (solusi backup & restore PostgreSQL yang reliabel dan scalable) dari dasar hingga production-grade: pre-requisites skill & setup environment, sejarah latar belakang & mengapa membutuhkannya, konsep dasar & arsitektur utama, instalasi & konfigurasi dasar, stanza check & backup pertama, tipe backup full differential & incremental, WAL archiving & archive command, parallelism & kompresi, restore full delta & PITR, recovery scenarios corrupt lost & clone, backup scheduling & retention policy, encryption & security, repository remote & object storage, keamanan transport & SSH, monitoring & metrics, troubleshooting & debug, testing restore drill, v2.59.0 & fitur terbaru, backup dari standby & HA, scale database besar & delta optimization, integrasi Docker K8s & cloud, roadmap & community, hingga ekosistem alternatif & refleksi akhir dengan total 23 episode.
Sebelum menyentuh pgBackRest, kalian perlu menguasai PostgreSQL dasar (psql, pg_ctl, WAL), administrasi Linux (user, systemd, permission), dan konsep storage. Di episode ini kalian juga menyiapkan PostgreSQL 13-18, menginstall pgBackRest 2.59.0, membuat direktori repository, dan menyiapkan SSH untuk mode remote.

Episode ini mengulas sejarah pgBackRest dari inisiasi Crunchy Data tahun 2014 hingga menjadi standar backup PostgreSQL yang aktif dikembangkan (v2.59.0, Juli 2026). Kalian juga memahami mengapa pgBackRest dibutuhkan: parallel backup, WAL archiving kontinu, PITR presisi, retention policy, dan dukungan hingga 10 versi PostgreSQL sekaligus.

Episode ini membedah arsitektur pgBackRest: stanza sebagai unit backup per cluster, repository sebagai tujuan penyimpanan (local, remote, atau object storage), dan proses backup full, differential, serta incremental. Kalian juga mengenali peran binary pgbackrest, config /etc/pgbackrest.conf, archive_command, dan command utama seperti backup, restore, archive-push/get, serta info.

Episode ini memandu instalasi pgBackRest 2.59.0 dengan dua cara: paket distribusi atau build from source, lalu menyiapkan direktori repository milik user postgres. Kalian juga menulis konfigurasi dasar /etc/pgbackrest.conf dengan bagian [global] (repo1-path, log-level) dan [stanza] (pg1-path) yang benar untuk cluster kalian.

Episode ini menghidupkan pgBackRest untuk pertama kali: membuat stanza dengan stanza-create, memvalidasi seluruh rantai koneksi dan WAL archiving dengan check, lalu menjalankan backup full pertama dan membaca statusnya lewat pgbackrest info. Ini momen repository kalian mulai diisi data sungguhan.

Episode ini membedah tiga tipe backup pgBackRest — full, differential, dan incremental — beserta cara kerja, ukuran, dan kapan memakai masing-masing. Kalian juga mengatur retention policy dengan repo1-retention-full dan repo1-retention-diff sehingga backup otomatis di-expire dan repository tidak pernah penuh.

Episode ini membedah WAL archiving — lapisan yang membuat PITR presisi menjadi mungkin: archive_mode=on, archive_command dengan archive-push %p, dan restore_command otomatis yang disuntikkan pgBackRest saat restore. Kalian juga memvalidasi archive-push/get lewat pgbackrest check dan mengenal opsi archive-push async untuk workload tulis tinggi.

Episode ini membahas bagaimana mempercepat backup dan restore dengan parallelism (process-max) dan kompresi: proses paralel yang memanfaatkan banyak CPU, compress-type=zst sebagai default zstd, level kompresi yang bisa disesuaikan, serta delta backup yang hanya menyalin bagian file yang berubah.

Episode ini membalik arah: memulihkan backup. Kalian belajar pgbackrest restore dengan tipe default/immediate untuk kondisi terakhir, PITR presisi dengan --type=time, --type=lsn, dan --type=name, serta --delta untuk menyinkronkan cluster yang sudah ada. Ini momen pembuktian bahwa seluruh backup kalian benar-benar bisa dipulihkan.

Episode ini menguji recovery dalam tiga skenario nyata: cluster korup yang dipulihkan ke backup terakhir plus WAL, hilangnya seluruh direktori data yang mengharuskan rebuild dari nol, dan pembuatan instance clone atau standby baru dari backup. Diakhiri latihan simulasi crash dan PITR ke waktu spesifik.
