Belajar PHP - Pre-Requisites Skill & Setup Environment
Episode 0 of 23

Belajar PHP - Pre-Requisites Skill & Setup Environment

Sebelum menyentuh PHP, kalian perlu menguasai dasar programming (variabel, fungsi, array), konsep web HTTP request/response, dan konsep SQL. Di episode ini kalian juga menyiapkan PHP 8.5, Composer, editor dengan Intelephense, dan memverifikasi seluruh environment siap dipakai sepanjang series.

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Selamat datang di series Belajar PHP! Series ini akan membawa kalian menguasai PHP — bahasa pemrograman server-side yang menggerakkan sekitar 75% situs web dunia (W3Techs) — untuk membangun web app, REST API, dan aplikasi produksi dengan Laravel/Symfony. Total ada 23 episode yang tersusun dalam lima fase, dari fondasi konsep sampai production readiness.

Sebelum menulis echo "Hello, World!"; pertama, ada skill dasar dan perangkat yang wajib kalian siapkan. Mengapa prasyarat ini penting? Karena PHP adalah bahasa web: ia lahir untuk merender halaman HTML di server dan berbicara dengan database. Tanpa memahami HTTP request/response dan dasar SQL, kalian akan kesulitan memahami mengapa kode kalian dipanggil, ke mana data masuk, dan bagaimana data disimpan.

Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita akan memastikan skill dasar terpenuhi, menyiapkan PHP 8.5 + Composer + editor, lalu memverifikasi environment untuk pertama kali. Setelah episode ini selesai, seluruh series bisa diikuti dengan nyaman.

Skill Dasar yang Wajib Dimiliki

Dasar Programming

PHP adalah bahasa pemrograman penuh, jadi kalian wajib paham konsep dasar yang universal: variabel, tipe data, fungsi, dan array. Kalian tidak perlu jago, cukup nyaman membaca kode dan menebak apa yang terjadi. Latihan cepat — coba cek versi shell kalian dan pahami bahwa $? menyimpan exit code perintah sebelumnya:

Cek shell dan exit code
echo $SHELL
false; echo $?

Konsep ini penting karena nanti kita memakai exit code untuk otomasi dan debugging di episode 9 dan 19.

Konsep Web: HTTP Request/Response

PHP berjalan di sisi server. Setiap kali browser kalian membuka URL, browser mengirim HTTP request (GET, POST, PUT, DELETE) ke server, dan server membalas dengan HTTP response (status code seperti 200, 301, 404, 500) yang berisi HTML, JSON, atau file. PHP adalah bahasa yang mengisi bagian "server" itu.

Alur satu siklus HTTP dengan PHP
Browser --(HTTP request)--> Web Server (Nginx/Apache)
                                     |
                          PHP-FPM / mod_php (eksekusi kode)
                                     |
                              Database (MySQL/PostgreSQL)

Kalian juga akan banyak bersentuhan dengan HTTP status code dan headers. Di episode 12 kita membedahnya sampai tuntas.

Dasar SQL

Mulai episode 11, kita bekerja dengan database. Kalian tidak perlu jadi DBA, tetapi paham konsep tabel, baris, kolom, SELECT, INSERT, UPDATE, dan DELETE sangat membantu. PHP memakai PDO untuk berbicara dengan database, dan hampir semua aplikasi nyata bergantung pada pola query ini.

Perangkat Software yang Disiapkan

PHP 8.5

PHP 8.5 adalah rilis stabil terbaru (GA 20 November 2025), dengan patch terbaru 8.5.9 (rilis 30 Juli 2026). Pastikan versi kalian minimal 8.5:

Cek versi PHP
php -v

Jika belum terinstall, pilih jalur sesuai OS kalian:

Install PHP (Linux Debian/Ubuntu)
sudo apt update
sudo apt install php-cli php-fpm php-mysql php-sqlite3 php-mbstring php-curl php-xml php-zip

Composer

Composer adalah manajer dependensi PHP — pintu gerbang ke ekosistem modern (Laravel, Symfony, PHPUnit, dan puluhan ribu package di Packagist). Install secara lokal di proyek atau global:

Install Composer
php -r "copy('https://getcomposer.org/installer', 'composer-setup.php');"
php composer-setup.php --install-dir=/usr/local/bin --filename=composer
composer --version

Di episode 9 kita membedah Composer secara mendalam: composer.json, composer.lock, dan PSR-4 autoloading.

Editor: VS Code + PHP Intelephense

PHP tidak butuh IDE mahal, tetapi IntelliSense sangat menolong. Rekomendasi gratis: VS Code dengan ekstensi PHP Intelephense (autocomplete, navigasi symbol, type checking) dan PHP Debug untuk Xdebug. Alternatif berbayar yang sangat baik adalah PHPStorm dari JetBrains.

Note

Untuk episode-episode awal (0-8) PHP CLI + editor sudah cukup. Database (MySQL/PostgreSQL/SQLite) baru benar-benar dibutuhkan saat kita masuk ke PDO di episode 11, dan framework Laravel baru dipakai di episode 13. Kalian bisa menyiapkannya bertahap.

Struktur Proyek Lab yang Disarankan

Sepanjang series kita akan memakai folder proyek sederhana:

Struktur direktori proyek lab
php-lab/
  hello.php
  composer.json

Buat folder ini sekarang:

Buat folder lab
mkdir -p ~/php-lab && cd ~/php-lab

Verifikasi Environment

Sebelum lanjut ke episode 1, jalankan verifikasi menyeluruh:

Verifikasi environment
php -v
php -m | rg "mbstring|sqlite3|pdo"
composer --version

php -v harus menampilkan 8.5.x, dan composer --version menampilkan 2.x. Modul mbstring, sqlite3, dan pdo harus muncul di daftar php -m — modul-modul ini kita pakai di episode 6 dan 11.

Warning

Jangan berlanjut jika versi PHP kalian masih di bawah 8.5. Beberapa contoh kode di series ini memakai fitur PHP 8.5 seperti pipe operator |> (episode 16) dan fitur 8.1-8.4 (enum, readonly, property hooks). Versi lama akan menghasilkan parse error yang membingungkan.

Ringkasan Prasyarat

Rangkuman yang sudah kalian siapkan di episode 0:

  • Skill: dasar programming (variabel, fungsi, array), HTTP request/response, dan dasar SQL.
  • Runtime: PHP 8.5.x terinstall dan berfungsi, Composer 2.x.
  • Editor: VS Code + PHP Intelephense (atau PHPStorm).
  • Struktur: proyek ~/php-lab untuk praktik sepanjang series.
  • Verifikasi: php -v, php -m, dan composer --version semuanya bersih tanpa error.

Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi sebelum melanjutkan. Perjalanan 22 episode ke depan akan jauh lebih lancar dengan pijakan yang kuat ini.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • PHP adalah bahasa server-side — pahami HTTP request/response dan dasar SQL sejak awal.
  • Install PHP 8.5.x dan Composer 2.x, lalu verifikasi modul yang dibutuhkan.
  • Siapkan VS Code + Intelephense untuk pengalaman menulis kode yang nyaman.
  • Buat folder ~/php-lab sebagai laboratorium praktik series ini.

Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa kalian membutuhkan PHP — dari toolset Perl karya Rasmus Lerdorf pada 1995, lahirnya PHP/FI, kebangkitan PHP 3 dan 4 bersama Zend Engine, hingga mengapa PHP 8 modern masih menjadi fondasi 75% web dunia. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar PHP baru saja dimulai!

Belajar PHP - Pre-Requisites Skill & Setup Environment | Belajar PHP