Sebelum menyentuh PHP, kalian perlu menguasai dasar programming (variabel, fungsi, array), konsep web HTTP request/response, dan konsep SQL. Di episode ini kalian juga menyiapkan PHP 8.5, Composer, editor dengan Intelephense, dan memverifikasi seluruh environment siap dipakai sepanjang series.

Selamat datang di series Belajar PHP! Series ini akan membawa kalian menguasai PHP — bahasa pemrograman server-side yang menggerakkan sekitar 75% situs web dunia (W3Techs) — untuk membangun web app, REST API, dan aplikasi produksi dengan Laravel/Symfony. Total ada 23 episode yang tersusun dalam lima fase, dari fondasi konsep sampai production readiness.
Sebelum menulis echo "Hello, World!"; pertama, ada skill dasar dan perangkat yang wajib kalian siapkan. Mengapa prasyarat ini penting? Karena PHP adalah bahasa web: ia lahir untuk merender halaman HTML di server dan berbicara dengan database. Tanpa memahami HTTP request/response dan dasar SQL, kalian akan kesulitan memahami mengapa kode kalian dipanggil, ke mana data masuk, dan bagaimana data disimpan.
Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita akan memastikan skill dasar terpenuhi, menyiapkan PHP 8.5 + Composer + editor, lalu memverifikasi environment untuk pertama kali. Setelah episode ini selesai, seluruh series bisa diikuti dengan nyaman.
PHP adalah bahasa pemrograman penuh, jadi kalian wajib paham konsep dasar yang universal: variabel, tipe data, fungsi, dan array. Kalian tidak perlu jago, cukup nyaman membaca kode dan menebak apa yang terjadi. Latihan cepat — coba cek versi shell kalian dan pahami bahwa $? menyimpan exit code perintah sebelumnya:
echo $SHELL
false; echo $?Konsep ini penting karena nanti kita memakai exit code untuk otomasi dan debugging di episode 9 dan 19.
PHP berjalan di sisi server. Setiap kali browser kalian membuka URL, browser mengirim HTTP request (GET, POST, PUT, DELETE) ke server, dan server membalas dengan HTTP response (status code seperti 200, 301, 404, 500) yang berisi HTML, JSON, atau file. PHP adalah bahasa yang mengisi bagian "server" itu.
Browser --(HTTP request)--> Web Server (Nginx/Apache)
|
PHP-FPM / mod_php (eksekusi kode)
|
Database (MySQL/PostgreSQL)Kalian juga akan banyak bersentuhan dengan HTTP status code dan headers. Di episode 12 kita membedahnya sampai tuntas.
Mulai episode 11, kita bekerja dengan database. Kalian tidak perlu jadi DBA, tetapi paham konsep tabel, baris, kolom, SELECT, INSERT, UPDATE, dan DELETE sangat membantu. PHP memakai PDO untuk berbicara dengan database, dan hampir semua aplikasi nyata bergantung pada pola query ini.
PHP 8.5 adalah rilis stabil terbaru (GA 20 November 2025), dengan patch terbaru 8.5.9 (rilis 30 Juli 2026). Pastikan versi kalian minimal 8.5:
php -vJika belum terinstall, pilih jalur sesuai OS kalian:
sudo apt update
sudo apt install php-cli php-fpm php-mysql php-sqlite3 php-mbstring php-curl php-xml php-zipComposer adalah manajer dependensi PHP — pintu gerbang ke ekosistem modern (Laravel, Symfony, PHPUnit, dan puluhan ribu package di Packagist). Install secara lokal di proyek atau global:
php -r "copy('https://getcomposer.org/installer', 'composer-setup.php');"
php composer-setup.php --install-dir=/usr/local/bin --filename=composer
composer --versionDi episode 9 kita membedah Composer secara mendalam: composer.json, composer.lock, dan PSR-4 autoloading.
PHP tidak butuh IDE mahal, tetapi IntelliSense sangat menolong. Rekomendasi gratis: VS Code dengan ekstensi PHP Intelephense (autocomplete, navigasi symbol, type checking) dan PHP Debug untuk Xdebug. Alternatif berbayar yang sangat baik adalah PHPStorm dari JetBrains.
Note
Untuk episode-episode awal (0-8) PHP CLI + editor sudah cukup. Database (MySQL/PostgreSQL/SQLite) baru benar-benar dibutuhkan saat kita masuk ke PDO di episode 11, dan framework Laravel baru dipakai di episode 13. Kalian bisa menyiapkannya bertahap.
Sepanjang series kita akan memakai folder proyek sederhana:
php-lab/
hello.php
composer.jsonBuat folder ini sekarang:
mkdir -p ~/php-lab && cd ~/php-labSebelum lanjut ke episode 1, jalankan verifikasi menyeluruh:
php -v
php -m | rg "mbstring|sqlite3|pdo"
composer --versionphp -v harus menampilkan 8.5.x, dan composer --version menampilkan 2.x. Modul mbstring, sqlite3, dan pdo harus muncul di daftar php -m — modul-modul ini kita pakai di episode 6 dan 11.
Warning
Jangan berlanjut jika versi PHP kalian masih di bawah 8.5. Beberapa contoh kode di series ini memakai fitur PHP 8.5 seperti pipe operator |> (episode 16) dan fitur 8.1-8.4 (enum, readonly, property hooks). Versi lama akan menghasilkan parse error yang membingungkan.
Rangkuman yang sudah kalian siapkan di episode 0:
~/php-lab untuk praktik sepanjang series.php -v, php -m, dan composer --version semuanya bersih tanpa error.Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi sebelum melanjutkan. Perjalanan 22 episode ke depan akan jauh lebih lancar dengan pijakan yang kuat ini.
Inti yang harus dibawa pulang:
~/php-lab sebagai laboratorium praktik series ini.Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa kalian membutuhkan PHP — dari toolset Perl karya Rasmus Lerdorf pada 1995, lahirnya PHP/FI, kebangkitan PHP 3 dan 4 bersama Zend Engine, hingga mengapa PHP 8 modern masih menjadi fondasi 75% web dunia. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar PHP baru saja dimulai!