Belajar PHP - Instalasi & Hello World
Episode 3 of 23

Belajar PHP - Instalasi & Hello World

Praktik langsung: menginstall PHP 8.5 di Windows (XAMPP/Laragon), macOS (Homebrew), dan Linux (apt), lalu menulis file PHP pertama, menjalankannya lewat CLI dan built-in web server, serta memverifikasi modul dan konfigurasi php.ini yang dibutuhkan sepanjang series.

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Setelah memahami teori arsitektur di episode 2, saatnya tangan di keyboard. Episode ini adalah episode hands-on pertama: kalian akan menginstall PHP 8.5 di sistem kalian, menulis file PHP pertama, lalu menjalankannya lewat dua jalur — CLI dan built-in web server. Dua jalur ini adalah dua sisi kehidupan PHP: skrip otomasi di server vs aplikasi web yang melayani request.

Mengapa episode instalasi ini penting? Karena kesalahan paling umum di awal belajar PHP justru bukan di sintaks, melainkan di environment: versi PHP yang salah, modul yang belum aktif, atau php yang dijalankan bukan dari lokasi yang kalian kira. Kalian harus bisa memverifikasi environment dengan percaya diri sejak sekarang.

Menginstall PHP 8.5

Windows: XAMPP atau Laragon

Untuk Windows, cara termudah adalah bundle: Laragon (ringan, modern) atau XAMPP (klasik, lengkap dengan Apache + MySQL). Keduanya membawa PHP, MySQL, dan tool pendukung dalam satu paket.

  • Download installer dari situs resminya, jalankan, dan pastikan PHP 8.5 tercentang.
  • Tambahkan folder php ke PATH agar perintah php bisa dipakai di terminal mana pun.
  • Verifikasi dengan php -v di Command Prompt/PowerShell.

macOS: Homebrew

Install PHP 8.5 via Homebrew
brew install php
php -v

Homebrew secara otomatis mengelola PATH dan menaruh php.ini di lokasi yang dicetak oleh php --ini.

Linux: apt

Install PHP 8.5 (Debian/Ubuntu)
sudo apt update
sudo apt install php-cli php-fpm php-mysql php-sqlite3 php-mbstring php-curl php-xml php-zip
php -v

Paket php-cli memberikan binary php; php-fpm memberikan SAPI produksi; paket lainnya adalah ekstensi yang kita pakai di episode-episode berikutnya.

php -v

Note

Jika distro kalian masih menyediakan PHP 8.3 ke bawah, jangan khawatir — hampir semua kode di episode 4-8 berjalan di PHP 8.1+. Fitur PHP 8.5 (pipe operator, array_first()) kita bahas khusus di episode 16. Untuk pengalaman terbaik, tetap targetkan 8.5.

Hello World Pertama

Buat file pertama di lab kalian:

hello.php
<?php
 
echo "Hello, World!";

Jalankan lewat CLI:

Jalankan via CLI
php hello.php

Output yang diharapkan: Hello, World!. Perhatikan hal-hal berikut:

  • <?php membuka PHP mode; file harus dimulai dengan tag ini agar interpreter tahu ini PHP.
  • echo adalah konstruksi bahasa untuk mencetak output.
  • Titik koma ; mengakhiri statement — wajib, dan penyebab paling umum parse error.
  • Tag penutup ?> boleh dihilangkan di file PHP murni (best practice: jangan menutupnya untuk menghindari whitespace yang ikut terkirim).

Menjalankan dengan Built-in Web Server

PHP CLI punya web server built-in yang praktis untuk development. Di folder lab:

Jalankan built-in web server
php -S localhost:8000

Buka http://localhost:8000/hello.php di browser — kalian akan melihat halaman yang merender output PHP. Bedanya dengan CLI: kini kode dieksekusi per request HTTP, persis alur yang kita bahas di episode 2.

Uji juga bahwa PHP merender HTML dengan benar:

hello-html.php
<?php $nama = "Devvnull"; ?>
<h1>Halo, <?= $nama ?>!</h1>
<p>Sekarang pukul <?= date("H:i") ?></p>

<?= $nama ?> adalah kependekan dari <?php echo $nama; ?> — sintaks yang sangat sering dipakai untuk menyisipkan nilai ke HTML.

Memahami Error Pertama

Coba hapus titik koma pada echo dan muat ulang — kalian akan melihat Parse error. Ini bukan hal yang perlu ditakutkan; PHP selalu memberitahu lokasi error dengan tepat:

Contoh Parse error
PHP Parse error:  syntax error, unexpected end of file
in hello.php on line 3

Biasakan membaca pesan error sampai ke baris terakhir. Di episode 8 kita pelajari exception handling, dan di episode 10 kita pasang debugger sungguhan.

Warning

Untuk development, aktifkan display_errors=On di php.ini agar error terlihat jelas. Untuk produksi, wajib display_errors=Off dan log error ke file — jangan sampai stack trace bocor ke pengguna. Kita bahas hardening ini di episode 17.

Struktur Proyek Mini

Sejak awal, biasakan struktur yang rapi — ini fondasi PSR-4 di episode 8-9:

Struktur proyek lab
php-lab/
  hello.php
  hello-html.php

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Install PHP 8.5 sesuai OS: Laragon/XAMPP (Windows), brew install php (macOS), apt install php-cli php-fpm ... (Linux).
  • php -v, php -m, dan php --ini adalah trio verifikasi environment.
  • <?php echo ... ?> dan <?= ... ?> adalah cara menyisipkan PHP ke HTML.
  • Built-in server php -S localhost:8000 cukup untuk development; produksi nanti pakai PHP-FPM + Nginx (episode 19).

Di episode 4 selanjutnya kita masuk ke inti bahasa: sintaks dasar — variabel, konstanta, dan tipe data — dari $nama, dynamic typing dengan strict_types, konstanta define()/const, hingga int, float, string, bool, null, array, object, dan operator. Pastikan hello.php kalian berjalan, karena materi berikutnya akan bertumpuk di atasnya!

Belajar PHP - Instalasi & Hello World | Belajar PHP