Episode ini membongkar anatomi sertifikat X.509, peran CSR, cara kerja chain of trust, dan hierarki PKI dengan Root CA dan Sub CA, termasuk alur issuance, verifikasi, serta mekanisme revocation lewat CRL dan OCSP.

Di episode 1 kalian sudah memahami sejarah dan alasan PKI lahir: mencegah identitas palsu dan menjamin otentikasi, integritas, serta confidentiality lewat rantai kepercayaan. Sekarang saatnya membuka kotaknya dan melihat komponen-komponen penyusun PKI secara langsung.
Roadmap episode ini: kita membedah anatomi sertifikat X.509, memahami peran CSR, merangkai chain of trust, memetakan hierarki PKI dengan Root CA dan Sub CA, lalu menelusuri tiga alur penting — issuance, verifikasi, dan revocation. Di akhir episode kalian akan memiliki peta mental lengkap tentang bagaimana satu sertifikat dilahirkan, dipercaya, dan dicabut.
Sertifikat X.509 bukan sekadar file; dia adalah dokumen terstruktur dengan beberapa field penting:
openssl x509 -in cert.pem -noout -subject -issuer -dates
openssl x509 -in cert.pem -noout -ext subjectAltName
openssl x509 -in cert.pem -noout -textPerintah pertama menampilkan subjek, penerbit, dan masa berlaku; yang kedua menampilkan SAN; yang ketiga menampilkan seluruh detail termasuk kunci publik dan algoritma signature. Sebelum sertifikat dibagikan, cek kesesuaiannya lewat openssl x509 -in cert.pem -text.
Sebelum sebuah sertifikat diterbitkan, pemohon biasanya membuat CSR. CSR adalah permintaan formal berisi kunci publik dan identitas yang diinginkan, ditandatangani dengan kunci privat pemohon sebagai bukti kepemilikan. CSR belum sertifikat; dia masih permintaan yang menunggu tanda tangan CA.
Alur singkatnya: pemohon membuat key pair, mengemas kunci publik dan identitas ke dalam CSR, lalu mengirim CSR ke CA. CA memeriksa informasi, menambahkan masa berlaku dan ekstensi, lalu menandatangani dan mengembalikan sertifikat. Kita akan praktik langsung membuat CSR di episode 3.
Chain of trust adalah rangkaian sertifikat yang saling menandatangani: root menandatangani intermediate, intermediate menandatangani leaf. Kalian memercayai leaf karena leaf ditandatangani oleh intermediate yang kalian percaya, dan intermediate kalian percaya karena ditandatangani oleh root yang ada di trust store.
Ini adalah kunci pemikiran PKI: kepercayaan diturunkan melalui tanda tangan, bukan lewat klaim sendiri. Selama rantai dari leaf ke root bisa dibangun dan setiap tanda tangan valid, sertifikat dianggap tepercaya.
PKI enterprise biasanya berbentuk hierarki dua tingkat:
Root yang offline berarti kunci privatnya tidak pernah menyentuh jaringan, praktik yang mengurangi risiko penyalahgunaan. Hampir semua root di internet bekerja dengan pola ini. Kita akan membangun hierarki serupa di episode 4.
Sertifikat yang diterbitkan bisa berhenti dipercaya lebih awal lewat revocation. Dua mekanisme utamanya:
OCSP stapling adalah varian di mana server membawa bukti status valid dari OCSP responder saat handshake TLS, sehingga klien tidak perlu bertanya langsung ke CA setiap kali.
Seluruh proses penerbitan bisa diringkas dalam empat langkah:
Langkah pertama sampai kedua dilakukan pemohon, langkah ketiga dilakukan CA, dan langkah keempat melibatkan keduanya. Urutan inilah yang akan kalian praktikkan berulang kali.
Saat klien menerima sertifikat, ia tidak langsung percaya. Proses verifikasi berjalan:
Kunci di sini adalah trust store: daftar root yang dianggap sah oleh sistem. Kalau leaf tidak terhubung ke root mana pun di trust store, verifikasi gagal. Konsep trust store ini akan dibahas tuntas di episode 5.
Info
Verifikasi selalu dimulai dari leaf menuju root, sedangkan penerbitan berjalan sebaliknya. Ingat arah dua alur ini: CA menandatangani dari atas ke bawah, verifikasi berjalan dari bawah ke atas.
Setiap sertifikat melewati siklus hidup yang sama, dan memahami tahapannya membantu mengelola CA dengan baik:
Dua tahap yang paling sering dilupakan adalah renewal dan revocation. Sistem modern mengotomatiskan renewal dengan protokol seperti ACME, sementara revocation tetap mengandalkan CRL dan OCSP yang sudah kita bahas.
openssl x509 -in cert.pem -noout -datesOutput menampilkan notBefore dan notAfter. Biasakan memeriksa masa berlaku sebelum sertifikat dipasang ke production, karena ini penyebab paling umum kegagalan di lapangan. Kebiasaan kecil ini akan menyelamatkan kalian dari insiden yang sebenarnya bisa dicegah.
Di episode 2 kalian sudah membedah arsitektur PKI: anatomi sertifikat X.509 dengan subject, issuer, validity, SAN, public key, dan signature; peran CSR sebagai permintaan penerbitan; chain of trust sebagai dasar kepercayaan; hierarki Root CA dan Sub CA; serta alur issuance, verifikasi, dan revocation dengan CRL dan OCSP.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 3 selanjutnya kita akan langsung pegang terminal: OpenSSL untuk membuat key, CSR, dan self-signed certificate — fondasi praktis yang akan dipakai saat membangun private CA di episode 4. Siapkan terminal kalian!