Sebelum membangun internal developer platform, ada fondasi yang wajib disiapkan: skill Kubernetes, IaC, CI/CD, dan empati developer, ditambah environment berupa cluster K8s, Terraform/OpenTofu, dan cloud sandbox yang siap dipakai sepanjang series

Selamat datang di series Belajar Platform Engineer! Series ini akan membawa kalian menguasai platform engineering — peran yang paling berkembang di 2026 — dari platform mindset, internal developer platform (IDP), golden paths, Kubernetes platform, CI/CD platform, hingga platform-as-a-product dan AI. Total ada 28 episode yang tersusun dalam enam fase, dari pre-requisites sampai production readiness.
Sebelum menyentuh Backstage, ArgoCD, atau terraform, ada skill dasar dan perangkat yang wajib kalian siapkan. Mengapa prasyarat ini penting? Karena platform engineering bukan pekerjaan greenfield — kalian akan membangun di atas Kubernetes, Terraform, pipeline CI/CD, dan cloud yang sudah ada. Platform engineer adalah perpaduan 80% keahlian infra dan 20% empati developer: kalian tidak hanya otomasi, tapi merancang produk internal yang dipakai developer setiap hari.
Episode 0 ini adalah peta jalan. Kita akan memastikan skill dasar terpenuhi, menyiapkan cluster dan tooling, serta memverifikasi environment untuk pertama kali. Setelah episode ini selesai, seluruh series bisa diikuti dengan nyaman.
Platform modern hampir selalu lahir di atas Kubernetes. Kalian wajib nyaman dengan objek dasar (Pod, Deployment, Service, Namespace, ConfigMap, Secret), RBAC, dan manifest YAML. Platform engineer tidak selalu menulis aplikasi, tapi kalian wajib paham bagaimana aplikasi di-deploy agar bisa merancang abstraksi yang benar.
kubectl version --client
kubectl cluster-info
kubectl get nodesInfrastruktur platform harus bisa di-review dan direproduksi seperti kode. Kalian wajib mengenal Terraform/OpenTofu untuk provisioning cloud, dan GitOps (ArgoCD/Flux) untuk sinkronisasi state cluster. Tanpa ini, platform kalian akan berubah menjadi "snowflake server" raksasa yang tidak bisa dijelaskan siapa mengubah apa.
tofu version
terraform versionPlatform engineer merancang pipeline untuk developer, jadi kalian wajib paham konsep build, test, artifact, dan deploy dari sisi pengguna. Ketika nanti kita mendesain template CI (episode 7), kalian harus tahu bagaimana rasanya dipakai developer — bukan hanya mendesain dari sisi server.
Inilah pembeda platform engineer dari DevOps klasik. Kalian harus menganggap developer sebagai pelanggan, dan platform sebagai produk dengan SLO dan roadmap. Keterampilan komunikasi, menulis dokumentasi, dan melakukan user research sederhana akan menjadi skill paling tidak terduga namun paling berharga di series ini.
Note
Prasyarat lengkap bisa diulang lewat series learn-devops, learn-kubernetes, dan learn-terraform. Jika kalian belum pernah menyentuh Kubernetes sama sekali, luangkan waktu 1-2 minggu untuk learn-kubernetes episode 0-12 dulu — series ini menganggap kalian sudah bisa kubectl apply dengan nyaman.
Platform engineer hidup di AWS/GCP/Azure, mengelola VPC, IAM, subnet, dan load balancer. Kalian tidak perlu jadi network engineer, tapi harus paham konsep: region, availability zone, VPC peering, dan least privilege IAM. Cloud sandbox gratis sangat membantu untuk praktik tanpa biaya besar.
Praktik sepanjang series butuh cluster. Paling ringan untuk lab lokal adalah k3d atau kind — cluster Kubernetes dalam container Docker yang bisa dibuat dan dihancurkan dalam hitungan menit.
k3d cluster create platform-lab --agents 2
kubectl get nodesPasang OpenTofu (fork open-source Terraform) atau Terraform resmi. Series ini memakai OpenTofu sebagai default — fungsionalitasnya identik untuk skenario kita.
curl -fsSL https://get.opentofu.org/install-opentofu.sh | sh
tofu --versionBackstage adalah wajah IDP yang akan kita bangun di episode 6. Untuk sekarang, cukup pastikan Node.js 18+ dan Yarn terinstall — setup lengkapnya menyusul.
node --version
yarn --versionSiapkan minimal satu akun cloud: AWS Free Tier, GCP Free Tier, atau Azure Free. Untuk tahap awal cukup akses konsol dan CLI (aws/gcloud/az). Banyak episode juga bisa diselesaikan 100% di cluster k3d lokal, jadi akun cloud hanya wajib saat kita membahas IaC multi-cloud (episode 5) dan FinOps (episode 11).
| Tool | Fungsi | Kapan Dibutuhkan |
|---|---|---|
kubectl | Interaksi ke cluster | Episode 4+ |
helm | Install package K8s | Episode 4, 6, 9 |
k9s | UI terminal untuk K8s | Sepanjang series |
gh | GitHub CLI, workflow GitOps | Episode 5, 7 |
jq | Parsing JSON | Episode 9, 11 |
git | Dasar semua praktik | Sepanjang series |
Sebelum lanjut ke episode 1, jalankan verifikasi menyeluruh:
kubectl get nodes
kubectl get pods -A
tofu --version
helm version
git --versionkubectl get nodes harus menampilkan semua node dengan status Ready, dan kubectl get pods -A boleh kosong (tidak ada aplikasi belum). Semua versi tooling tercetak tanpa error. Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi — perjalanan 27 episode ke depan akan jauh lebih lancar dengan pijakan yang kuat ini.
Warning
Gunakan cluster lab terpisah dari cluster produksi kalian. Episode-episode awal sengaja memakai namespace, RBAC, dan NetworkPolicy yang bisa mengganggu workload berjalan. K3d/kind di mesin lokal adalah tempat aman untuk bereksperimen.
Inti yang harus dibawa pulang:
kubectl get nodes Ready, tofu --version sukses, tooling pendukung terinstall.Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas peran platform engineer dan mengapa ini menjadi tren 2026 — evolusi DevOps menuju platform engineering, kenapa 80%+ organisasi besar mengadopsi internal platforms, dan apa perbedaan nyata platform engineer vs DevOps vs SRE. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar Platform Engineer baru saja dimulai!