Belajar Podman dari dasar hingga production-grade: pre-requisites & setup environment, sejarah & latar belakang, konsep dasar & arsitektur utama, dasar container management, images & registry, rootless & daemonless mode, pods, volumes & mounts, networking, build images dengan Buildah & Containerfile, Quadlet & systemd integration, configuration & storage, compose & orchestration, security model, image security & secrets, API service & remote client, isolation & hardening, systemd & service lifecycle lanjutan, performance & optimization, podman machine & desktop, observability & operations, fitur modern & roadmap, hingga ekosistem alternatif & refleksi akhir dengan total 23 episode.
Mengenal seri belajar Podman dari awal: skill dasar yang wajib dimiliki, cara memasang Podman di Linux lewat apt dan dnf, setup podman machine di macOS, serta peran buildah, skopeo, dan registri container untuk latihan.

Menelusuri asal-usul Podman dari Red Hat: fondasi libpod dan containers, kedudukannya sebagai alternatif daemonless terhadap Docker, perkembangan dari versi 4 hingga 6.0, serta masalah keamanan, rootless, pods, dan kompatibilitas CLI yang diselesaikannya.

Membongkar arsitektur daemonless Podman: model fork/exec yang menjalankan container langsung oleh runtime sebagai child process, ekosistem Podman-Buildah-Skopeo-CRI-O, serta kepatuhan terhadap standar OCI yang membuat image dan runtime saling kompatibel.

Menguasai perintah dasar pengelolaan container Podman: pull, run, ps, logs, exec, inspect, stop, rm, dan stats, memahami siklus hidup container dari create sampai restart, membaca exit code, serta membersihkan sisa container dengan prune.

Mendalami pengelolaan image Podman: pull dan push, tag sebagai alias nama, save dan load dengan format oci-dir maupun docker-dir, membaca riwayat layer, membuat manifest multi-arch, memeriksa image dengan Skopeo, serta peran image digest sebagai referensi yang tidak berubah.

Memahami mode rootless Podman: user namespace remapping yang menjalankan container tanpa sudo, pembatasan resource lewat cgroups, networking user-space dengan slirp4netns dan pasta, serta podman machine sebagai VM ringan untuk macOS dan Windows.

Mengenal konsep pods ala Kubernetes di Podman: membuat pod dengan podman pod create, menempatkan container ke dalamnya dengan podman run --pod, memahami bagaimana container berbagi network namespace, serta cara menggeser mentalitas Docker menjadi mentalitas pod.

Menyimpan data yang bertahan di luar siklus hidup container: named volume dengan podman volume create, bind mount lewat --mount type=bind, tmpfs untuk data sementara, perbandingan anonim, named, dan bind mount, volume drivers, serta fitur podman volume rename dari Podman 6.1.

Menghubungkan container dan pod lewat stack networking netavark dan aardvark-dns: DNS per-container, port mapping dengan -p, perbandingan tipe jaringan bridge, macvlan, ipvlan, dan host, serta cara kerja rootless port forwarding dengan pasta dan slirp4netns.

Membuat image container sendiri dengan Containerfile dan Buildah: memahami direktif FROM, RUN, COPY, CMD, ENTRYPOINT, dan HEALTHCHECK, membangun dengan podman build beserta cache dan build context, menjalankan buildah bud tanpa daemon, serta eksekusi build multi-stage.
