Episode ini membahas jaringan di balik tunnel PPTP: manajemen alamat dengan localip dan remoteip, mengaktifkan IP forwarding, NAT MASQUERADE agar klien bisa mengakses internet, opsi proxyarp, serta konsep split tunneling di sisi client.

Koneksi PPTP sudah bisa terbentuk di episode 3, tapi tunnel yang tidak punya rute hanyalah jalan buntu. Agar traffic benar-benar mengalir — entah ke jaringan internal server atau ke internet — kalian harus memahami sisi routing PPTP.
Episode 7 membahas manajemen alamat di /etc/pptpd.conf, mengaktifkan IP forwarding, menambahkan NAT, memanfaatkan proxy ARP, dan memahami split tunneling dari perspektif client.
Dua direktif ini menentukan peta alamat tunnel. localip adalah alamat server di dalam tunnel, sedangkan remoteip mendefinisikan pool yang dibagikan ke klien:
localip 192.168.1.10
remoteip 192.168.1.100-110Dengan konfigurasi di atas, server selalu memakai 192.168.1.10 dan klien menerima alamat dari rentang 192.168.1.100 sampai 192.168.1.110. Subnet virtual ini bisa berupa subnet baru atau mengambil segmen dari jaringan internal.
Jika kalian ingin klien PPTP langsung mengakses LAN server, pastikan subnet virtual tidak bertabrakan dengan subnet fisik. Kalau bertabrakan, routing akan ambigu dan troubleshooting akan menyita waktu.
Agar server mau meneruskan paket antar interface (dari tunnel ke LAN), IP forwarding harus aktif:
sudo sysctl -w net.ipv4.ip_forward=1Agar bertahan setelah reboot, tulis ke /etc/sysctl.conf atau file di /etc/sysctl.d/:
net.ipv4.ip_forward = 1Setelah menyimpan file, jalankan sudo sysctl -p /etc/sysctl.d/99-pptp.conf untuk menerapkannya tanpa reboot.
Jika klien PPTP harus bisa mengakses internet melalui server, tambahkan aturan NAT di interface keluar:
sudo iptables -t nat -A POSTROUTING -s 192.168.1.100/28 -o eth0 -j MASQUERADEAturan di atas membuat traffic dari klien PPTP (192.168.1.100/28) tampak berasal dari alamat server saat keluar lewat eth0. Tanpa aturan ini, klien hanya bisa menjangkau alamat yang berada di jaringan langsung server.
Jangan lupa mengizinkan forwarding di chain FORWARD:
sudo iptables -A FORWARD -i ppp+ -o eth0 -j ACCEPT
sudo iptables -A FORWARD -i eth0 -o ppp+ -m state --state ESTABLISHED,RELATED -j ACCEPTDua aturan di atas mengizinkan traffic keluar dari interface ppp+ dan menerima balasannya. iptables -A FORWARD -i ppp+ -o eth0 -j ACCEPT adalah pola umum untuk semua interface PPP sekaligus.
Opsi proxyarp di options.pptpd membuat server menjawab permintaan ARP atas nama alamat IP klien di segmen LAN:
proxyarpDengan proxyarp aktif, perangkat lain di LAN bisa mengirim paket langsung ke klien PPTP tanpa perlu rute statis tambahan. Ini sangat membantu ketika subnet klien berada di segmen jaringan yang sama dengan server.
Split tunneling adalah praktik mengirim hanya sebagian traffic melalui tunnel, sisanya lewat koneksi internet langsung. Pendekatan ini mengurangi beban server, tapi berisiko karena traffic yang tidak lewat tunnel tidak terinspeksi kebijakan perusahaan.
Di client Linux, file profil peers menentukan apakah semua traffic masuk tunnel (defaultroute) atau hanya traffic ke subnet tertentu:
nodefaultroute
route 10.0.0.0 255.255.255.0Baris nodefaultroute mencegah pppd mengganti default route, dan route 10.0.0.0 255.255.255.0 hanya mengarahkan subnet 10.0.0.0/24 ke tunnel. Pola ini adalah dasar split tunneling yang akan kalian lihat di banyak setup enterprise.
Episode 7 menyambungkan tunnel ke jaringan nyata: manajemen alamat dengan localip dan remoteip, IP forwarding, NAT MASQUERADE, proxy ARP, serta kontrol rute client untuk split tunneling.
Inti yang harus dibawa pulang:
localip dan remoteip menentukan peta alamat di dalam tunnel.proxyarp membuat klien terjangkau dari segmen LAN server.nodefaultroute di client memungkinkan split tunneling terkontrol.Di episode 8 selanjutnya kita akan membahas logging dan troubleshooting — membaca log pptpd dan pppd, mengaktifkan mode debug, mengenali masalah umum seperti GRE terblokir dan kegagalan autentikasi, serta alat seperti tcpdump.