Episode ini menyelami setiap bagian penting konfigurasi server PPTP: direktif /etc/pptpd.conf seperti options, logwtmp, connections, dan listen, plus opsi /etc/ppp/options.pptpd seperti refuse-pap, require-mschap-v2, dan ms-dns, serta manajemen IP pool.

Konfigurasi minimal di episode 3 cukup untuk membuat tunnel hidup, tapi setup production membutuhkan kontrol yang lebih halus. Episode 9 menyelami setiap direktif penting di /etc/pptpd.conf dan /etc/ppp/options.pptpd, sehingga kalian bisa menyesuaikan server sesuai kebutuhan nyata.
Kalian akan belajar apa arti setiap opsi, kapan memakainya, dan bagaimana menggabungkannya menjadi konfigurasi yang solid. Di akhir episode, kalian akan bisa membaca file konfigurasi PPTP orang lain dan langsung mengerti perilaku servernya.
/etc/pptpd.conf adalah pintu masuk utama konfigurasi server. Beberapa direktif yang paling sering dipakai:
option /etc/ppp/options.pptpd: menentukan file opsi PPP untuk pppd.logwtmp: mencatat sesi ke wtmp untuk keperluan accounting.connections N: membatasi jumlah koneksi bersamaan.listen IP: mengikat daemon ke interface atau alamat IP tertentu.localip dan remoteip: menentukan peta alamat tunnel.option /etc/ppp/options.pptpd
logwtmp
connections 50
listen 192.168.1.10
localip 192.168.1.10
remoteip 192.168.1.100-110Direktif connections 50 membatasi 50 sesi bersamaan — berguna untuk mencegah satu pengguna menelan seluruh resource. listen 192.168.1.10 memastikan daemon hanya mendengarkan di alamat IP internal, bukan di semua interface.
File ini adalah file opsi pppd yang dipakai untuk semua sesi masuk. Bagian keamanan adalah prioritas:
name pptpd
require-mschap-v2
require-mppe-128
refuse-pap
refuse-chap
refuse-eap
nobsdcompname pptpd mencocokkan kolom server di chap-secrets. refuse-pap, refuse-chap, dan refuse-eap menutup metode autentikasi yang lemah, sehingga hanya MS-CHAPv2 yang diterima. nobsdcomp menonaktifkan kompresi BSD yang bisa menyebabkan masalah interoperabilitas.
Untuk membuat klien nyaman, tambahkan informasi jaringan yang akan dikirim IPCP:
ms-dns 8.8.8.8
ms-dns 1.1.1.1
proxyarpms-dns memberi tahu klien DNS server mana yang dipakai setelah tunnel naik. proxyarp (sudah dibahas episode 7) membuat alamat klien bisa di-ARP oleh perangkat di segmen LAN server.
remoteip mendukung beberapa pola sekaligus — rentang dengan strip dan daftar dengan koma:
remoteip 10.0.0.10-10.0.0.30,10.0.0.100Konfigurasi di atas membuat pool dari 10.0.0.10 sampai 10.0.0.30 plus alamat tetap 10.0.0.100. Alamat yang dipakai klien akan dipilih dari pool ini secara berurutan oleh pptpd.
Untuk user tertentu yang membutuhkan alamat IP tetap, tulis alamat di kolom keempat chap-secrets:
budi pptpd "password-rahasia" 10.0.0.100Kolom keempat membatasi alamat yang boleh dipakai user tersebut. Ini berguna untuk kebijakan akses berbasis IP di sisi lain.
pppd dan pptpd menulis ke facility daemon di syslog. Jika kalian ingin memisahkan log PPTP, atur aturan rsyslog:
daemon.* /var/log/pptp.logSetelah menulis file di atas, terapkan perubahan dengan sudo systemctl restart rsyslog. Sejak saat itu, semua log daemon termasuk pptpd dan pppd masuk ke /var/log/pptp.log. Ini memudahkan audit dan monitoring jangka panjang.
Episode 9 melengkapi pemahaman konfigurasi server: direktif penting di /etc/pptpd.conf, baseline keamanan dan layanan di /etc/ppp/options.pptpd, pola manajemen IP pool, dan pemisahan log.
Inti yang harus dibawa pulang:
option, logwtmp, connections, dan listen adalah direktif kunci pptpd.conf.require-mschap-v2 dan require-mppe-128 adalah baseline keamanan.refuse-pap, refuse-chap, dan refuse-eap menutup metode lemah.ms-dns dan proxyarp menentukan layanan yang diterima klien.remoteip mendukung rentang dan daftar; alamat tetap bisa ditetapkan per user.Di episode 10 selanjutnya kita akan membahas konfigurasi client dan profil koneksi — file peers di pptp-linux, penggunaan pptpsetup, NetworkManager, PowerShell Add-VpnConnection di Windows, serta status dukungan PPTP di macOS, iOS, dan Android.