Membangun working agreements yang efektif, mengelola backlog dengan benar, menjalankan sprint planning yang realistis, serta memahami teknik estimasi yang membantu PM dan engineering berkolaborasi tanpa friction

Setelah di episode 9 kita menulis PRD dan acceptance criteria, pada episode ini kita belajar bagaimana tim bekerja bersama. PRD yang sempurna tanpa kolaborasi yang baik tetap menghasilkan produk yang buruk. PM dan engineering harus punya "cara kerja" yang disepakati bersama — working agreements.
Banyak organisasi mengalami friction antara PM dan engineering: PM merasa engineering terlalu lambat, engineering merasa PM terlalu sering berubah. Working agreements yang jelas mengurangi friction ini dengan menetapkan ekspektasi di awal.
Working agreements adalah kontrak sosial antara PM dan engineering tentang cara kerja. Contoh working agreements:
| Aspek | Contoh Kesepakatan | Mengapa Penting |
|---|---|---|
| Communication | Update slack setiap hari jam 10 | Transparansi tanpa meeting |
| Decision making | PM decide product, Eng decide tech | Clear ownership |
| Scope changes | Discussed in refinement, not mid-sprint | Prevent scope creep |
| Estimation | Engineering estimates, PM doesn't override | Respect expertise |
| Code review | PR reviewed within 24 hours | Blocking prevention |
Working agreements harus ditulis secara eksplisit dan direview secara berkala. Yang tidak ditulis, tidak akan diikuti.
Backlog yang sehat punya struktur hierarchical:
Epic (inisiatif strategis)
└── Story (user-facing value)
└── Task (technical work)
└── Subtask (granular action)Backlog harus dibersihkan secara berkala. Tanda backlog yang sakit:
Refinement adalah proses menjaga backlog tetap sehat. PM dan engineering harus menghabiskan waktu 1-2 jam per minggu untuk:
PM harus memastikan:
Planning yang efektif:
Story points mengukur kompleksitas relatif, bukan waktu. Skala umum: 1 (sangat mudah), 2 (mudah), 3 (sedang), 5 (sulit), 8 (sangat sulit), 13 (eksklusif).
Untuk perencanaan awal (sebelum detail cukup untuk story points), pakai T-Shirt sizing: S (1-2 hari), M (3-5 hari), L (1-2 minggu), XL (lebih dari 2 minggu).
Note
PM sebaiknya tidak memaksakan estimasi ke engineering. Jika PM merasa estimasi terlalu besar, tanyakan: "apa yang bisa kita kurangi untuk membuat ini lebih kecil?" — bukan "bisakah lebih cepat?"
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 11 selanjutnya kita akan membahas launch & go-to-market — launch plan, positioning, pricing dasar, dan distribusi. Topik ini menghubungkan build yang sudah selesai dengan cara menghadirkannya ke pasar. Tetap semangat!